Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 82 ~ Tolong!


__ADS_3

Kepala pelayan Jina terus menyerat Nora hingga tiba di tangga. Sedangkan Nora terus berontak, tubuhnya yang lelah serta tenaga yang tak cukup banyak, membuatnya kesulitan, walau hanya sekadar untuk menepis tangan Jina.


"Kak Jina tolong lepaskan saya!" teriak Nora kencang.


"Beraninya merebut posisiku! Rasakan ini!" Jina menghempaskan tubuh Nora ke anak tangga. Tapi, Nora masih bisa menjaga keseimbangan tubuhnya hingga tak berakhir mengerikan ke bawah sana.


"Kau!" teriak Jina kembali mendekati Nora yang kini berpegang erat dengan pagar penyanggah yang ada di pinggiran tangga.


"Kak Jina jangan lakukan itu. Aku mohon jangan. Tolong!" Nora memohon, tapi percuma karena Jina kembali mendorong Nora lagi. Namun, Nora tak menggelinding di anak tangga seperti yang kepala pelayan Jina inginkan. Akan tetapi, Nora malah bergelantungan di pagar penyanggah yang mengelilingi setiap pinggiran tangga dengan ketinggian tiga puluh tiga kaki.


"Tolong!" Nora berteriak kencang sambil mengeratkan genggaman tangannya, tangannya yang berkeringat membuat licin, dan Nora tak yakin dirinya bisa bertahan lama dengan posisi seperti itu.

__ADS_1


"Tuhan, jika memang takdirku aku ikhlas. Tapi, tolong selamatkan bayiku," batin Nora menatap sayup ke lantai dasar di bawah sana.


Kepala pelayan Jina tersenyum senang, kala berhasil membuat Nora yang sebentar lagi akan mati di tangannya. Dengan senyuman miringnya, Jina kembali mendekat, siap akan menginjak tangan Nora pada pegangan.


"Beraninya kau!" teriak Mommy Anya yang datang dengan tiba-tiba.


"Aaakkhh!" teriak Jina kala didorong kuat oleh Mommy Anya. Belum sempat pelayan Jina menginjak tangan Nora. Tapi, Mommy Anya telah lebih dulu mendorong Jina sekuat tenaga hingga menggelinding di setiap anak tangga dan berakhir berlumuran darah di lantai dasar.


"Nora!" panggil seseorang berteriak kencang. Panggilan itu bukan dari Mommy Anya, melainkan teriakan panik Tien yang kaget melihat wanitanya bergelantungan di atas sana. Tien langsung melangkahi tubuh penuh luka pelayan Jina, kemudian menaiki anak tangga dengan kecepatan penuh.


"Nora Sayang bertahanlah, Mommy yakin kamu bisa," Mommy Anya berusaha menarik tangan Nora dengan sekuat tenaganya yang ada. Di bawah sana, wajah Nora tampak semakin pucat pasi serta keringat yang terus mengalir membuat tangannya menjadi licin. Nora menggelengkan kepalanya menyerah dan melepaskan genggamannya di tangan keriput Mommy Anya.

__ADS_1


"Nora!" teriak Mommy Anya histeris.


"Bertahanlah, jangan pejamkan dulu matamu," Mommy Anya kaget sekaligus senang dengan Tien yang tiba di saat yang tepat.


Tepat saat genggaman Mommy Anya dan Nora terlepas, saat itu pula Tien langsung menggantikan posisi dengan cepat. Ngantuk yang tadinya menyerang, sekejab menghilang saat Nora dibuat kaget dengan kedatangan Tien dengan ekspresi yang sangat khawatir.


Nora terharu melihat bagaimana perjuangan Tien menarik tubuhnya yang berat hingga berhasil mendarat dengan sempurna kepelukan Tien. Tien memeluk Nora dengan begitu eratnya, seakan sangat ketakutan bila saja harus kehilangan wanita yang selama ini setia menemani hari-harinya. Nora membalas pelukan pria yang selama ini menafkahi hidupnya dan anak-anak panti.


Sekarang Nora paham, sekeras apa pun dirinya mengabaikan rasa yang tumbuh dan berkembang di dalam hatinya. Tapi, rasa itu tidak bisa menutupi kenyataan bahwa hatinya punya rasa yang begitu besar untuk Tien. Mommy Anya terharu, kala melihat Nora dan Tien yang saling memeluk penuh cinta.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2