Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 56 ~ Jangan Di Sana!


__ADS_3

"Aakh! Pelan-pelan, kamu bisa mijat nggak, sih?" bentak Lolin protes.


"Ini sudah pelan," jawab Luke yang tentu saja memijat dengan perlahan, Luke tahu itu hanya akal-akalan Lolin saja untuk mengusirnya.


"Lebih pelan lagi, tanganmu itu kekar. Pelan bagimu, kuat bagiku!" kembali Lolin protes, membuat Luke benar-benar memijat dengan perlahan.


Beberapa saat kemudian, Luke tersenyum nyalang, lalu merayapkan tangan nakalnya semakin ke atas, hingga berhenti tepat di bo kong Lolin yang berukuran besar.


Luke memijat dengan perlahan di arah sana, Lolin masih menikmati karena belum menyadari apa yang kini Luke lakukan kepadanya.


"Hei! Hati-hati tanganmu, turun sedikit," titah Lolin mulai menyadari gerakan tangan nakal Luke. Luke pun pindah ke bagian atas tubuh Lolin, kemudian memijat pundak Lolin dengan lembut. Lolin memejamkan matanya, menikmati sensasi pijatan itu.

__ADS_1


"Balikkan badanmu," titah Luke meminta Lolin merubah posisi menjadi telentang.


"Tidak, jangan harapkan kesempatan dalam kesempitan," Lolin menolak dan tetap pada posisinya semula.


"Siapa yang mencari kesempatan dalam kesempitan? Aku memintamu telentang karena ingin memijat kedua lenganmu. Kau ini, apa saja yang kau pikirkan," ujar Luke membuat Lolin menyesal karena lagi-lagi berucap tak disaring lebih dulu. Di hadapan Luke saat ini, entah kenapa Lolin malah tak bisa menahan diri untuk tak mempermalukan dirinya sendiri.


Lolin patuh dan langsung membalikkan posisinya badannya dari telungkup menjadi telentang. Dengan posisi seperti itu, Luke dapat memijat tangan Lolin dengan mudah.


Luke mulai memijat dengan serius, Lolin memejamkan matanya menikmati. Sedangkan Luke sedari tadi gelisah, kala tak sanggup hanya melihat, memandang, dan membiarkan pemandangan indah di hadapannya.


Luke tak bisa mengalihkan pandangannya dari dua bongkahan Lolin yang menurut Luke tampak lebih besar dari saat pertama kali memainkannya. Luke menarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan, berusaha menyingkirkan hawa nafsu yang terus tertantang melihat betapa indahnya lekuk tubuh Lolin.

__ADS_1


Meski sudah melihatnya bahkan merasakannya, entah kenapa Luke tak pernah bosan, dan selalu menginginkan lagi dan lagi. Tubuh Lolin seakan mengandung magnet bertegangan tinggi yang selalu mampu menarik perhatian Luke.


"Kenapa dua gundukanmu tak terlihat kencang seperti sebelumnya?" tanya Luke mulai memainkan trik.


"Kenapa memangnya, mau kencang kek, kau kendur kek. Biarkan saja, apa hubungannya denganmu?" sahut Lolin masih memejamkan matanya.


"Sayang sekali, kalau tidak cepat ditangani. Tubuhmu tidak akan seseksi dulu lagi, karena itu akan terus turun dan turun. Sebenarnya, aku bisa memijatnya agar kembali mengencang hanya dengan sekali urut," balas Luke berusaha mengambil kesempatan dalam kesempitan.


"Halah, semalaman kamu juga sudah memijatnya. Lebih baik, buang saja trik busukmu itu. Aku tahu kamu sedang mencari kesempatan untuk menyentuhnya," Lolin menatap tajam Luke sambil menutup kedua gundukannya dengan kedua telapak tangan. Tanpa Lolin sadari, gerakan tersebut membuat Luke semakin penasaran dan menginginkannya.


Luke hanya ingin memainkan bagian favoritnya itu. Luke tak mungkin tega menggagahi kembali tubuh Lolin, karena Luke tahu bagaimana kondisi Lolin saat ini. Karena triknya tak berhasil, Luke pun langsung menyingkap gaun Lolin ke atas, dengan alasan ingin memijat perut datar Lolin.

__ADS_1


Namun, Luke tak peduli dengan Lolin yang terus berontak. Yang ada di pikiran Luke adalah hanya berusaha mencari kesempatan dan kesempatan untuk melakukan apa yang ada di pikirannya saat ini.


"Ahh, jangan di sana!"


__ADS_2