Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 84 ~ Rasa Bersalah!


__ADS_3

Di rumah sakit.


"Mommy, Nora hamil," tutur Tien pada Mommy Anya yang duduk di sampingnya.


"Astaga, kamu baru menyadarinya sekarang. IQmu lebih tinggi daripada Kakakmu, tapi sedikit pun kamu tidak bisa menandinginya. Meniduri Nora setiap saat, bagaimana bisa kamu tidak melihat perutnya yang membesar dan perubahan fisik lainnya," ketus Mommy Anya geram.


Sebenarnya Mommy Anya bukanlah seorang Ibu yang biasa membandingkan-bandingkan kedua Putranya. Namun, karena merasa sangat kesal tanpa sadar dia melakukan perbandingan itu, padahal kedua Putranya yaitu Luke dan Tien dianugerahi dengan IQ di atas rata-rata. Keduanya sama-sama pintar dan cerdas. Perbedaan IQ Luke dan Tien hanya satu angka, yaitu Luke memiliki IQ 201 dan Tien memiliki IQ 203.


Mendengar ocehan Sang Mommy, Tien menundukkan wajah menyesal. Tien tak menyangkal ucapan sang Mommy. Karena dia sendiri pun mengakui kebodohannya. Bagaimana bisa dia tidak merasa curiga dengan begitu banyaknya situasi dan kondisi yang menggambarkan segalanya dengan begitu jelas.

__ADS_1


Bagaimana bisa Tien tidak curiga dengan perubahan nafsu makan, perubahan mood, mual dan muntah, serta kehamilan simpatik yang juga dirinya alami. Tien merasa dirinya benar-benar bodoh. Tapi, semua tak sepenuhnya salah Tien. Letak kesalahannya adalah pada tubuh Nora yang terlalu membuatnya terlena, hingga mengabaikan segalanya saat sedang bercinta.


Tak lama berselang, Daddy Linton tiba dengan raut wajah khawatir dan paniknya. Mommy Anya segera bangkit dari duduknya, dan langsung memeluk erat tubuh kekar suaminya tercinta. "Bagaimana keadaan calon cucu kita, Sayang?" tanya Daddy Linton.


"Sedang ditangani oleh Dokter, aku tidak tahu bagaimana keadaanya sekarang," tangis Mommy Anya dalam pelukan suaminya. Keduanya terlihat begitu khawatir, karena takut terjadi sesuatu pada calon Cucu pertama mereka.


"Tenanglah, pasti Nora dan kandungannya akan baik-baik saja," bujuk Daddy Linton seraya menepuk pelan pundak Mommy Anya. Sedangkan Tien masih membatu di tempat semula, ada begitu banyak hal yang kini dirinya sesali. Luke sebagai Kakak yang sangat menyayangi Adiknya, hanya bisa menyaksikan tanpa berbuat apa pun.


Walau masih sedikit tidak percaya dengan cinta dan menikah. Namun, setelah ini, Luke berjanji akan mengikuti kata hatinya. Menyatakan cinta dan menjadikan Lolin miliknya, karena itulah yang hatinya inginkan saat ini. Setidaknya, Luke akan menghindari penyesalan seperti yang Adiknya alami.

__ADS_1


Sedikit rasa takut muncul kala saat itu adalah pertama kali baginya melihat Tien menangis. Semenjak remaja, Tien adalah sosok Adik yang begitu kuat, dingin, kejam dan melakukan apa pun tanpa emosi. Walau Luke sendiri juga dijuluki pria dingin, tapi menurut Luke Adiknyalah pria dingin yang sesungguhnya.


Luke juga tak mengenal siapa dan bagaimana sebenarnya wanita yang mampu membuat Adiknya bertekuk lutut. Akan tetapi, Luke yakin wanita itu sangat dicintai oleh Adiknya. Dan Luke juga yakin kalau wanita itu juga mencintai Adiknya. Kalau tidak, mana mungkin wanita itu mau mengandung benih Adiknya. Hal itu mendatangkan sebuah keinginan agar Lolin juga mau mengandung benihnya. Tapi, Luke merasa tak akan mudah menaklukkan wanita tak biasa seperti Lolin.


Beberapa menit berselang, seorang Dokter perempuan paruh baya keluar dari ruangan IGD. Semuanya langsung mengerumuni Sang Dokter, terutama Tien. "Bagaimana keadaan kekasih saya, Dokter?" Mommy Anya langsung mengubah ekspresi wajah dengan sedikit senyuman, kala merasa senang saat Putranya langsung mengakui bahwa Nora adalah kekasihnya.


"Kondisi Nona baik-baik saja. Tapi ....


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2