Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 06 ~ Sarung Tinju Bergerigi!


__ADS_3

"Astaga, aku harus bagaimana? Ah iya, aku akan tanyakan kepada Tina," ujar Nora meraba ponselnya tergesa-gesa.


"Tapi, Tina pasti sibuk karena shif malam. Lebih baik aku cari tahu di internet saja," Nora langsung mengetikkan sebuah kalimat di kolom pencarian, beberapa detik kemudian, beberapa artikel yang membahas hal terkait muncul begitu banyak.


"Berhubungan intim saat hamil muda boleh-boleh saja. Oh, jadi boleh," Nora mengelus dadanya lega. Padahal, dia hanya membaca judul artikel paling atas tanpa membaca bagaimana penjelasan lebih lanjut akan hal itu.


Nora menyandarkan tubuhnya di punggung kursi, memejamkan mata menikmati terpaan angin malam yang membuat tubuhnya merinding kedinginan.


"Kira-kira seperti apa takdir kita kedepannya, Nak? Apa pun itu, aku harap kamu tidak menyesal dilahirkan oleh wanita menjijikkan sepertiku. Namun, aku juga tidak bisa menyalahkanmu, karena kamu sama sepertiku yang tak bisa memilih ingin dilahirkan di rahim seorang Ibu yang seperti apa? Ini salah Tuhan, kenapa menitipkanmu di rahim seorang wanita yang bahkan tak punya harga diri ini? Tuhan, apa kau begitu percayanya kepadaku, hingga menitipkannya di rahimku? Padahal Tien tak pernah lupa memberikanku pil kb," Nora kembali membuka matanya, menghadap ke jendela, berharap angin dapat memasukkan kembali air mata yang terus meronta ingin keluar.


"Tidak cukupkah anak panti yang selalu bertambah setiap harinya?" keluh Nora dengan air mata yang berlinang begitu saja.


"Tuhan, apa kau melakukan ini karena kau suka dengan caraku memberi makan mereka? Aku berharap, kamu tidak akan hidup semenyedihkan hidupku," mobil berhenti tepat di depan Apartemen termewah di kota Oesteria. Nora mengusap air matanya dengan cepat, setelahnya langsung turun dari Bus yang kebetulan berhenti di halte di sebelah Apartemennya.


Sebelum masuk ke dalam Apartemen, Nora membenarkan make up, rambut, dan bajunya lebih dulu. Setelah itu, barulah wanita cantik berusia dua puluh tiga tahun itu memasuki Apartemen. Tiba di depan pintu, seperti biasa Nora menempelkan kartu tanda pengenalnya untuk membuka pintu Apartemen. Masuk ke dalam Apartemen super luas itu, Nora langsung menuju kamar.

__ADS_1


Kedatangannya langsung disambut oleh Tien dengan menyodorkan segelas air putih dan pil kb yang selalu dia persiapkan sebelum berhubungan dengan Nora. Tien adalah seorang pria berwajah tampan yang memiliki senyuman yang mematikan. Tubuhnya sangatlah kekar, penampilan Tien tak jauh berbeda dengan Kakaknya yaitu Luke Marit.


"Tunggu, Tien!" sentak Nora menolak pil kb yang Tien suapkan.


"Kenapa?" kabut hasrat yang begitu besar jelas terlihat di bola mata pria yang memang menderita hyper se x di usia yang terbilang begitu muda.


"I-itu ... Em akhir-akhir ini berat badanku naik cukup banyak, aku tidak ingin kamu membuangku karena tidak cantik lagi. Bukan, maksudku bukan karena aku tidak ingin kamu membuangku, hanya saja aku tidak bisa kalau kamu membuangku sekarang, karena aku masih butuh uangmu. Untuk itu, bisakah aku tidak mengonsumsinya dulu untuk malam ini," terang Nora dengan lutut yang bergetar hebat, sungguh dirinya bukanlah tipe wanita yang mudah untuk berbohong. Tapi, mau bagaiamana lagi, Nora takut melukai calon bayinya dengan mengonsumsi pil kb itu.


"Kau!" pria tampan itu menyipitkan matanya, menciptakan aura menusuk yang mampu membuat Nora seketika menciut.


"Ba-bagaimana kalau malam ini kita gunakan pengamanan saja, kudengar ada jenis pengaman yang sangat unik, aku hanya penasaran ingin mencobanya," tatapan menusuk itu mulai memudar, sepertinya, Tien tertarik dengan keinginan yang Nora utarakan kepadanya.


"Kamu yang cepat dewasa mesumnya, bukan aku," balas Nora yang pastinya hanya di dalam hati.


"Jadi, jenis pengaman apa yang membuatmu penasaran itu,?" jari Tien berselancar di layar ponselnya, sepertinya dia benar-benar akan memesan pengamanan itu malam ini juga. Sementara Nora bingung harus menjawab apa, sungguh dia tidak tahu akan hal itu, dia hanya tidak sengaja mendengar beberapa wanita yang bercerita tentang jenis-jenis benda itu ketika di Bus.

__ADS_1


"Je-jenis ...."


"Bergerigi, bukan?" Tien menyeringai mengerikan.


"Ber-ge-rigi ....


.


.


.


Tien Marit


__ADS_1


Lenora



__ADS_2