Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 40 ~ Tien Sakit!


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" tanya Nora panik.


"Sepertinya, aku sakit," jawab Tien dengan suara lemasnya. Pernyataan dari Tien sukses membuat Nora dibuat semakin khawatir.


Wanita cantik bertubuh seksi itu langsung mendaratkan telapak tangannya di kening Tien, guna merasakan suhu tubuh pria yang wajahnya tampak memucat itu. Nora mengerutkan alisnya, lantaran telapak tangannya tak dapat merasakan panas sama sekali. Jelas suhu tubuh Tien normal, tampak baik-baik saja. Hanya wajah pucat itu yang sangat meyakinkan.


"Aku akan katakan kepada Nyonya Anya, agar beliau memanggilkan Dokter untukmu," terang Nora siap akan pergi. Namun, Tien malah menahan tangannya agar tak pergi. Nora pun refleks membalikan tubuhnya. "Ada apa?"


"Pakai dulu bajumu," titah Tien yang tak ingin hubungannya dan Nora diketahui oleh kedua orangtuanya. Mendengar itu, entah kenapa Nora merasakan perih di hatinya. Namun, Nora hanya dapat mengangguk mengerti.


Sebelum turun ke lantai bawah, tak lupa Nora memasang bajunya lebih dulu. Karena baju khas pelayannya telah robek, Nora pun terpaksa memakai pakaian lain.


Setelah siap, barulah Nora turun ke lantai bawah dengan terburu-buru. Karena sudah hampir larut malam, suasana di bawah sangat sepi dan juga gelap, tidak ada satu pun orang. Namun, tiba-tiba Nora dikagetkan dengan sentuhan seseorang, yang menggenggam erat pundaknya.

__ADS_1


Hampir saja Nora berteriak kalau tidak segera menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. Tepat saat itu juga, lampu tiba-tiba hidup. "Nora sayang, ternyata kamu. Apa yang kamu lakukan malam-malam begini? Apa Tien menginginkan sesuatu?" Nora menarik napas lega, karena rupanya Mommy Anyalah yang menyentuh pundaknya barusan.


"Sayang, maaf karena Mommy mengagetkanmu," lanjut Mommy Anya baru menyadari keterkejutan Nora, setelah Nora menyingkirkan kedua telapak tangan yang semula menutup sebagian wajahnya.


"Tidak apa-apa, Nyonya. Saya baik-baik saja. Hanya saja ada sesuatu yang terjadi," lapor Nora sukses merubah ekspresi Mommy Anya yang semula terlihat baik-baik saja, menjadi berselimut kekhawatiran.


"Ada apa, Sayang? Apa yang terjadi kepada Tien?" tanya Mommy Anya mendesak.


"Astaga Tien, Daddy! Daddy! Sayang!" teriak Mommy Anya menuju kamar untuk memanggil Suaminya, yaitu Tuan Linton Marit.


Sementara Nora langsung menuju dapur untuk membuat minuman dengan ramuan herbal tradisional. Nora masih berkutat dengan urusannya di dapur, sedangkan Mommy Anya dan Tuan Linton tampak sudah naik ke lantai atas untuk memeriksa keadaan Putra tercinta mereka.


Setelah selesai membuat minuman herbal itu, Nora langsung membawanya naik lantai ke atas. Tepat saat Nora akan menutup pintu lift, seorang Dokter tampan bertubuh kekar yang dipenuhi oleh tato, menahan pintu lift agar tak tertutup.

__ADS_1


"Maaf Nona, boleh saya masuk juga?" izin Dokter tersebut sopan. Nora tak menjawab, namun hanya mengangguk dan segera bergeser untuk memberikan ruang kepada Dokter itu.


Selama di dalam lift tidak ada satu pun yang mamulai pembicaraan, situasi darurat membuat keduanya tak bisa memikirkan hal lain, selain segera sampai ke kamar Tien dah melihat keadaan pria itu. Namun, Dokter itu tampak menaruh curiga kala melihat bentuk tubuh Nora.


Ting!


Pintu lift terbuka, Dokter itu lebih dulu keluar dan berlari dengan langkah lebar yang tak akan mungkin dapat Nora tandingi. Nora tak bisa berjalan cepat karena takut minuman yang dibawanya tumpah sebelum diminum oleh Tien. Ketika masuk ke dalam kamar, Nora dibuat kaget dengan Tien yang ....


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2