Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 62 ~ Adit, Cepatlah Kemari!


__ADS_3

"Tidak diangkat," imbuh Luke.


"Coba hubungi Dokter Adit saja," sahut Daddy Linton memberi perintah.


"Baik, Daddy," jawab Luke langsung menghubungi nomor ponsel Dokter Adit yang membawa Adiknya, Tien.


"Hallo, Luke," sapa Dokter Adit di seberang sana.


"Dokter, Dokter di mana saat ini?" tanya Luke to the point.


"Saya baru saja sampai di rumah sakit, ini masih di parkiran. Ada apa, Luke?" tanya Dokter Adit ramah.


"Dokter baru sampai? Kenapa lama sekali? Tien di mana?"


"Tien sudah saya antar pulang ke rumah, di perjalanan dia memaksa dan memukuli boddyguar, hingga saya terpaksa membawanya pulang, sesuai keinginannya," terang Dokter Adit membuat Luke sulit mempercayai.


"Kenapa bisa begitu? Bukankah dia sakit?"


"Di perjalanan tiba-tiba saja keadaanya mambaik seperti orang sehat pada umumnya, saya juga tidak mengerti bagaimana itu bisa terjadi. Tapi, saya akan memastikan kembali apa yang terjadi kepada Tien," balas Dokter Adit menjelaskan.


"Baiklah," Luke memutuskan panggilan.


"Tien sekarang ada di rumah, Daddy, Mommy. Dokter Adit mengatakan kalau dia baik-baik saja," jelas Luke pada Daddy dan juga Mommy Anya yang seketika menarik napas lega.

__ADS_1


"Anak itu, benar-benar aneh," lanjut Daddy Linton menggelengkan kepalanya.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Tien, Daddy? Tidak mungkin Tien berpura-pura sakit," Luke dibuat semakin penasaran. Tien sama sepertinya, sangat jarang sakit karena selalu berolahraga dan menjaga asupan gizi. Kakak Adik itu memang sangat jarang sakit, kalau pun sakit, maka sakitnya akan sangat parah dengan durasi waktu yang lama, bahkan bisa sebulan lebih. Tapi, apa yang Tien alami saat ini sangatlah berbeda dengan biasanya.


"Entahlah, Luke. Bahkan Dokter Adit belum menemukan jawabannya."


Tok, tok, tok ....


Luke membalikkan badan, kemudian membukakan pintu. Rupanya, yang datang adalah Dokter Adit yang ingin memeriksa keadaan Mommy Anya.


"Bagaimana keadaan Bibi saat ini?" tanya Dokter Adit mendekat pada Mommy Anya.


"Mommy baik-baik saja, Adit." jawab Mommy Anya yang kondisinya sudah mulai normal.


"Jadi, Tien benar-benar sudah pulang? Dia benar-benar baik-baik saja?" lanjut Mommy Anya kembali khawatir.


"Syukurlah kalau begitu, Mommy ingin pulang sekarang juga untuk melihatnya langsung," desak Mommy Anya tak sabaran.


"Tidak bisa sekarang, Bi. Tunggulah beberapa saat lagi hingga cairan infusnya habis," tolak Dokter Adit lembut, tapi tetap saja membuat Mommy Anya kecewa. Tapi ada Luke dan Daddy Linton yang membantu menenangkan.


"Dokter!" panggil seorang Mantri (perawat laki-laki).


"Ada apa?"

__ADS_1


"Kondisi darurat Dokter, ada seorang pasien dengan luka tembak," lapornya Mantri tersebut.


"Siapkan ruangan operasi!" titah Dokter Adit tegas.


"Baik, Dokter," Mantri itu langsung berlari pergi.


Setelah pamit dengan Mommy Anya, Daddy Linton dan Luke. Dokter Adit langsung berlalu pergi ke ruangan operasi. Ketika berada di dalam lift, tiba-tiba masuk panggilan yang berasal dari Tien. Dokter Adit langsung mengangkatnya.


"Ada apa, Tien? Apa terjadi sesuatu?"


"Iya, terjadi sesuatu. Nora pingsan, cepatlah kemari!" bentak Tien di seberang sana.


"Maksudmu Nora pela—"


Tutt!


Panggilan langsung Tien putuskan. "Ada apa dengannya? Kenapa suaranya terdengar sangat panik dan khawatir? Apa seorang pelayan seistimewa itu baginya,? Rasanya aku semakin tidak mengenal anak itu saja."


Ting!


Lift terbuka, Dokter Adit langsung melangkah keluar dari lift. Raut wajahnya terlihat bingung, bagaimana pun keluarga Marit adalah pasien dan tanggung jawab utama baginya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2