Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 05 ~ Bersegel!


__ADS_3

"Buat aku melayang dengan permainan ini," Lolin menggengam jari tengah Luke dengan erat.


Tak ingin menunda waktu lagi, Luke kembali menguasai rongga mulut Lolin. Kian lama permainan keduanya kian panas, tangan nakal Luke mulai bergerilya, menyentuh dan mere mas senti demi senti tubuh seksi Lolin yang masih terbalut kain minim berwarna merah itu.


Lolin seketika kaget ketika baru menyadari gaun merah yang membalut tubuhnya sudah tergeletak tak berdaya di lantai dingin kamar itu. Permainan Luke menggila, membuatnya lupa akan semuanya, hanya berfokus pada kenikmatan yang tiada tara yang kini menguasainya.


Ciuman brutal Luke turun semakin ke bawah, lalu berhenti di ceruk leher jenjang Lolin. Luke sangat menyukai aroma khas tubuh Lolin, aroma yang seakan mengandung cairan oksitosin, sebuah cairan yang dapat membuat seseorang bergairah hanya dengan mencium aromanya.


"Uhhh ..." lenguh Lolin ketika tangan nakal Luke mulai bermain di kedua gundukannya yang berukuran tak biasa.


"Berapa ukurannya?" tanya Luke yang tak sanggup menahan rasa penasarannya, ukuran Lolin benar-benar membuatnya menggila.


"Te-tebak, emm ..." balas Lolin mengeram nikmat ketika Luke mere mas di kedua bagian paling sensitifnya itu.


"36D?" dengan gemas Luke melu mat chocohip salah satu dari dua gundukan menggoda itu.


"Itu dua tahun lalu, ahh ... Aku suka itu," Lolin membenamkan kepala Luke di kedua gundukan jumbonya.


"Kau gila, aku tidak sanggup lagi. Tolong aku akhiri ini," pinta Lolin memohon membuat Luke segera mengangkat kepalanya, Kemudian tersenyum nyalang menatap puas Lolin yang tak berdaya di bawah kukungannya.


"Akan aku lakukan," sahut Luke menyelinapkan salah satu tangannya ke dalam cd yang masih melekat di bagian inti Lolin.

__ADS_1


"Kau masih?" Luke tercengang dengan sebuah kenyataan yang tak terduga dari seorang wanita seksi yang sudah berusia 29 tahun.


Luke membatin, "Tidak mungkin, Mana ada wanita yang masih ...."


"Bersegel." balas Lolin menuntun tangan nakal Luke untuk mengelus bagian paling sensitif di tubuhnya itu.


"Uhh ... teruskaaann ..." pinta Lolin memberi perintah agar Luke membuatnya terbang dengan elusan lembut itu.


Luke tersenyum smirk, Kemudian mengelus sesuai permintaan Lolin, tak lupa dia juga memainkan sesuatu lainnya.


Beberapa saat kemudian, Lolin mengangkat tubuhnya ke atas, menggapai sebuah kenikmatan yang Luke berikan kepadanya. Luke tersenyum puas tanpa melepaskan tangannya yang masih mengelus perlahan agar Lolin dapat mengatur napasnya dengan baik.


"Rasakan, agar kamu bisa mengetahui palsu atau tidaknya," ujar Lolin dengan napasnya yang masih memburu.


Untuk meredakan rasa penasarannya, Luke benar-benar menyentuh ke dalam sana dengan jari telunjuknya.


"Aakh!" teriak Lolin refleks menyingkirkan tangan nakal Luke. Lolin tak suka cara Luke yang menyentuhnya tanpa kelembutan seperti sebelumnya, jelas dirinya akan merasakan sakit.


Lolin langsung bangkit, membuat Luke menatapnya dengan rasa bersalah. "Maaf, aku tidak sengaja."


"I'm fine," jawab Lolin memungut pakaiannya, kemudian memasangnya dengan cepat.

__ADS_1


"Tapi—"


"Aku harus pergi sekarang. Ini bayaranmu, ambil semua yang ada di kartu itu, anggap saja itu bonus dariku karena aku suka pelayananmu. Kita lakukan lagi lain kali, bye," Lolin langsung pergi begitu saja. Meninggalkan Luke yang kini menghela napas berat sambil menatap senjatanya di bawah sana yang masih terbungkus rapi.


Luke bangkit, meraih ponsel yang ditinggalkan pemiliknya. Dengan senyuman nyalangnya, Lorix memindahkan rekaman di dalam ponsel Lolin ke dalam ponselnya.


"Wanita dewasa yang masih bersegel. Cukup menarik."


.


.


.


Luke Marit



Lolin Baldev


__ADS_1


__ADS_2