Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 44 ~ Tak Terkelabuhi!


__ADS_3

Tanpa merespon pelayan itu, Lolin langsung masuk begitu saja. Dan betapa kagetnya dia saat melihat kalau dirinya bukan dibawa ke dalam sebuah ruangan, melainkan ke sebuah kamar yang begitu luas dan mewah berlapis emas.


Lolin kembali dibuat hampir terperanjat kaget saat melihat Luke dengan penampilannya yang jelas berbeda dari sebelumnya. Kali ini, Luke mengenakan setelan jas formal yang membuatnya tampak semakin tampan dan mempesona di mata Lolin.


Lolin menggelengkan kepalanya cepat, saat pikiran nakalnya malah membayangkan betapa kuat dan tangguhnya pria itu ketika menggagahinya.


Luke tampak tersenyum kecil sambil berjalan mendekat ke arah di mana Lolin tengah berdiri, tepatnya di belakang pintu kamar. "Apa tidak bisa kenakan jass sebelum bertemu denganku? Tidakkah ini terlalu terbuka?" protes Luke yang sebelumnya sangat tergoda akan penampilan Lolin saat ini.


Namun, emosinya mendadak memuncak kala memikirkan bagaimana orang-orang di luar sana juga melihat keindahan lekuk tubuh Lolin yang sudah dia berikan label kepemilikan.


"Ini adalah style yang berarti kebebasan. Kau tidak berhak mengkritis kebebasanku!" tegas Lolin murka. Wanita seksi itu paling anti saat ada orang asing yang berani mencela apa yang dirinya lakukan maua pun yang dia kenakan di tubuh nya. Bagi Lolin, itu adalah sisi kebahasaan nya. Tidak ada seorang pun yang berhak melarang nya, termasuk kedua orang tuanya.


Emosi Lolin tak pernah stabil bila berurusan dengan penampilan sempurna, yang dia persiapkan begitu lama. Lolin berjalan mendekati Luke, kemudian menarik serta mencekam kuat kerah baju pria yang lebih tinggi darinya itu. "Kau hanya seorang gigolo! Beraninya mengataiku!" bentak Lolin dengan volume suara yang keras hingga menggema di kamar VVIP tersembunyi tersebut.

__ADS_1


Bukannya marah, Luke justru tersenyum manis. Lolin langsung melepaskan cangkramannya, seketika rasa murkanya kepada Luke semakin menggebu-gebu, kala melihat tingkah pria itu yang tak dia sukai.


"Kamu tambah cantik saat sedang emosi," goda Luke berharap Lolin tak lagi marah kepadanya.


"Tidak semudah itu ingin meminta maaf kepadaku," rutuk Lolin berjalan menuju sofa dan duduk di sana, karena merasa sakit pada lututnya bila terlalu lama berdiri dengan heels.


Luke juga ikut duduk di sofa samping Lolin. Jika Luke beringsut mendekat, maka Lolin beringsut menjauh. "Tak perlu marah, Nona Lolin. Aku masih membutuhkan uangmu. Sebenarnya, aku bukan bermaksud melarangmu. Hanya saja, tidak baik bagi kesehatanmu dengan pakaian tipis ketika berada di luar ruangan. Jika di dalam ruangan seperti saat ini, tentu tidak masalah."


"Tidak usah banyak bicara lagi. Apa yang ingin kamu katakan kepadaku. Cepat katakan!" tekan Lolin, Luke malah mengulum senyum sebelum merespon permintaan Lolin.


Mendengar itu, Lolin menatap Luke dengan tatapan murkanya. "Apa kau gila! Beraninya mengerjaiku!" bentak Lolin murka.


"Kenapa tidak berani?" balas Luke.

__ADS_1


"Aku pergi dan tidak akan menemui lagi selamanya!" bentak Lolin bangkit. Luke tak menahan gadis seksi itu dan membiarkannya pergi.


"Pria gila! Aku menyesal datang kemari. Lebih baik aku pergi. Lagipula, aku juga mendapatkan bibit unggulnya," ucap Lolin sambil berjalan cepat hingga tiba di pintu baja.


"Coba saja pergi, itu pun kalau kamu bisa," imbuh Luke meremehkan.


Mendengar pernyataan Luke, Lolin membalikan badannya, lalu membalas senyuman manis Luke dengan senyuman tersirat. Lolin kembali berbalik badan, tetap berjalan ke arah pintu dengan santai. "Sayangnya aku bukan wanita bodoh," gumam Lolin.


Luke mulai mengerutkan dahi heran akan tanggapan Lolin sebelumnya. Namun, pria tampan dengan setelan rapi itu masih betah duduk menonton di tempatnya semula.


"Lolin!"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2