Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 53 ~ Penjarakan Luke!


__ADS_3

BRAAKK!


"Aaakhh!" teriak Lolin dan Dokter Tina bersamaan.


Melihat ada laki-laki yang tak dikenal mendobrak pintu ruangannya. Dokter Tina yang kaget reflek menghalangi Lolin yang masih terbaring di atas ranjang.


Sementara Lolin masih membulatkan matanya sempurna dengan mulut terbuka lebar. Lolin seakan tak percaya dengan apa yang terjadi kini, bagaiamana mungkin Luke tahu bahwa dirinya ada di rumah sakit ini. Bahkan, tahu ruangan di mana dia berada.


"Siapa kamu?" bentak Dokter Tina yang tidak tahu siapa Luke, karena jelas yang sering berada di layar kaca, berita viral, maupun majalah hanyalah Tien Marit Sang COO LM Grup.


"Kau," tunjuk Luke keheranan, karena jelas Dokter yang bersama dengan Lolin adalah Dokter perempuan, bukanlah Dokter laki-laki seperti yang dirinya kira ketika Sekretaris Jansen mengeja nama di papan kecil di atas pintu ruangan itu.


"Jansen, awas saja kau!" batin Luke murka.


"Dokter. Tidak apa-apa, dia teman saya," kata Lolin yang mulai tersadar dan langsung memperbaiki dress-nya yang semula tersingkap.


"Oh, teman Nona," Dokter Tina membalikkan badannya. Lolin mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Keadaan Nona Lolin baik-baik saja, hanya terdapat beberapa lecet yang sudah saya tangani. Jadi, Tuan tidak perlu khawatir," terang Dokter Tina menjelaskan dengan baik.


Luke hanya mengangguk, tampak pria itu merasa malu dengan tingkahnya.


"Kau, apakah akan terus berdiri tak berguna di sana? Cepat, bantu aku turun," bentak Lolin memberi perintah.


"Sialan, berani sekali wanita ini memerintahku," kesal Luke dalam hati. Tapi, pria tampan itu benar-benar mendekat pada Lolin, lalu menggendong tubuh Lolin.


"Dudukkan aku di kursi itu," tunjuk Lolin kembali memberi perintah. Lagi-lagi Luke merutuk dalam hati.


"Dokter Tina, kapan kira-kira kondisi saya akan benar-benar pulih?" tanya Lolin sambil mengedipkan matanya, jarinya memberi isyarat angka satu, sedangkan mulutnya mengucapkan kata bulan.


"Malang sekali nasib saya, Dokter. Harus istirahat selama sebulan gara-gara diper kosa oleh pria brengsek, bajingan, sialan, kejam, dan temperamen, hiks ...." Lolin sengaja mengucapkan kalimatnya dengan volume yang kencang serta tangisan buaya.


"Wanita secantik dan sebaik Nona, tidak pantas mendapatkan pria kejam itu. Saran saya, laporkan saja ke pihak yang berwajib. Dengan surat hasil pemeriksaan dari saya, sangat mudah untuk memenjarakan pria itu dan—"


"Ayo pulang dulu," potong Luke langsung mengangkat tubuh Lolin dan membawa Lolin keluar.

__ADS_1


"Lepaskan aku, aku bisa berjalan sendiri!" teriak Lolin berontak.


"Diamlah, aku tidak mau lecet itu infeksi," ucap Luke tanpa sadar.


"Kamu mengkhawatirkanku?" Lolin tersenyum smirk.


"Tidak, aku hanya tidak ingin kau mengambil kesempatan untuk memenjarakanku. Kau orang kaya, sedangkan aku hanya seorang gigolo, sangat mudah bagimu untuk memejarakanku. Aku hanya mengkhawatirkan nasibku sendiri," tegas Luke tak hanya berkilah untuk Lolin.


Melainkan juga untuk membohongi hatinya, yang saat ini merasa bersalah dan sangat mengkhawatirkan wanita yang ada dalam dekapannya kini. Lolin tak ingin wajahnya terekspos, hingga memilih menyembunyikan wajahnya di dalam dekapan hangat dada bidang Luke.


Tiba di mobil, Luke mendudukkan Lolin dengan begitu perlahan. Di dalam mobil sudah ada Sekretaris Jansen yang tadinya melarikan diri, karena takut akan amukan Tuannya karena kesalahannya.


"Ke mana dulu, Tuan?" tanya Sekretaris Jansen dengan suara pelannya.


"Mansion Baldev."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2