Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 51 ~ Tentu saja Kurang!


__ADS_3

"Aakh!" Lolin terjatuh ke pelukan hangat Luke. Rupanya, tak hanya bagian intinya yang sakit. Tapi, pinggang pun juga tak kalah sakitnya. Bahkan, Lolin tak bisa berdiri dengan benar. Seketika Lolin merasa takut kepada Luke, pria seperti Luke sangat menyeramkan baginya.


Lolin membatu ketika Luke membantunya duduk di pinggir ranjang. Luke meraih selimut yang kemudian dia balutkan ke tubuh polos Lolin.


"Diam dan istirahatlah di sini dulu, kau tidak akan bisa kabur bila belum punya tenaga," kata Luke akan pergi.


"Kau mau ke mana?" tanya Lolin ketus.


"Membuatkanmu makanan," jawab Luke langsung pergi meninggalkan Lolin yang memilih berbaring karena merasa sangat lelah.


"Buat katanya? Beli iya," rutuk Lolin.


Beberapa menit kemudian, Luke tiba bersama dengan seorang pelayan. Pelayan itu membawa meja dorong yang di atasnya terdapat banyak makanan. Lolin langsung bangkit kala mencium aroma makanan yang menggugah seleranya.


"Kau boleh pergi," usir Luke kepada pelayan.


"Baik, Tuan. Selamat menikmati hidangannya," tuturnya ramah kemudian langsung keluar dari kamar rahasia tersebut.


"Berikan kepada," Lolin meminta bantuan kepada Luke untuk mengambilnya makanan. Namun, Luke tak memberikan makanan yang Lolin tunjuk, melainkan malah memberikan Lolin semangkuk minuman beraroma aneh.


"Apa ini?"

__ADS_1


"Minum saja, itu akan membuatmu merasa lebih baik," terang Luke mengambil kursi kemudian duduk dengan melipat kedua kaki jenjangnya.


"Katakan kepadaku lebih dulu ini minuman apa?" desak Lolin.


"Minum saja. Tidak perlu khawatir, itu hanya ramuan yang aku buatkan untukmu," jelas Luke tapi Lolin malah memasang wajah curiganya.


"Ya siapa tau kau memasukkan obat perang sang lagi ke dalam ramuan ini," balas Lolin tak kunjung meminumnya.


"Aku tidak mungkin melakukannya, minum saja. Kau mau pulang, bukan?" Melihat ekspresi Luke yang sangat meyakinkan, Lolin pun akhirnya percaya dan langsung meneguk habis minuman yang hangat serta pahit itu.


"Sekarang makanlah," Luke memberikan makanan yang sebelumnya Lolin tunjuk. Lolin menerimanya, lalu melahapnya dengan terburu-buru guna menetralkan rasa pahit di lidahnya akibat ramuan yang sebelumnya dia minum.


Setelah menghabiskan semua makanan di meja, Lolin yang kekenyangan seketika terbaring tak berdaya. "Dasar pria jahat, tak cukup membuat tubuhku menderita, sekarang kau malah membohongiku. Tadi, kau bilang aku akan bertenaga bila makan? Tapi, apa yang terjadi kepadaku saat ini? Aku bahkan tidak sanggup duduk," keluh Lolin menarik selimut dengan malasnya.


Setelah kepergian Luke, Lolin pun menuju kamar mandi dengan berjalan perlahan. Tiba di dalam sana, Lolin tak langsung mandi, melainkan berendam di dalam buthub dengan air hangat guna memulihkan tubuhnya.


Selesai mandi, barulah Lolin merasa lebih baik, sakit-sakit di tubuhnya mulai berkurang walau tak sepenuhnya hilang. Saat ini, Lolin berdiri di hadapan cermin besar di kamar itu, menilik penampilan sederhananya dengan dress berwarna hitam yang terkesan casual.


"Sialan! Pria itu bahkan tahu ukuranku. Tapi, lumayan juga, tidak terlalu buruk walau tidak seksi," gumamnya masih betah berlama-lama di depan cermin, karena itu adalah pertama kalinya Lolin berpakaian tertutup.


Keluar dari ruangan, seorang pelayan sudah menunggunya di depan pintu kamar. Lolin diantar hingga tiba di pelataran parkir. "Silahkan masuk, Nona," ucap pelayan itu ramah.

__ADS_1


Lolin pun masuk ke dalam mobil yang sudah ada Luke di dalamnya. "Gigolo bahkan punya supir pribadi," protes Lolin pada Luke yang kini tengah fokus pada laptopnya. Mendengar suara Lolin, Luke refleks menutup Laptopnya dan fokus pada wanita itu.


"Kau tahu sendiri berapa bayaranku semalam. Tidak hanya supir, aku bahkan juga bisa menyewa boddyguar jika aku mau," ungkap Luke, Lolin tak lagi merespon.


"Pulang?" tanya Luke.


"Tidak perlu, aku hanya ingin menagih janjimu untuk mengatakan siapa kamu sebenarnya. Setelah kamu jelaksan, barulah aku akan pulang dengan mobilku sendiri," balas Lolin santai.


"Bukannya kamu sudah membatalkan perjanjian itu?"


"Apa membuatku lemas sampai tidak bisa bangun masih kurang?" bantak Lolin geram.


"Tentu saja kurang," jawab Luke tersenyum smirk.


"Gila!" Lolin membuka pintu mobil, keluar dari mobil itu dan langsung pergi menuju mobilnya.


"Tuan?" ujar Sekretaris Jansen.


"Ikuti."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2