Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 86 ~ Perubahan!


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian.


Di kamar.


"Mau ke mana sih, Mom? Lolin capek banget dan nggak mau ke mana-mana. Lolin mau tiduran di rumah aja," jawab Lolin ketika diajak Sang Mommy untuk berkunjung ke rumah Kakak kembarannya Lolan Baldev.


"Yaudah, deh. Kamu istirahat saja. Tapi kamu kenapa, Sayang? Kenapa wajahmu pucat begini?" raut wajah Mommy Nata tampak begitu khawatir, saat menyadari wajah pucat Sang Putri tercinta.


"Karena aku lapar, tapi aku males makan," jawab Lolin kembali menutupi seluruh wajahnya dengan selimut.


"Nggak boleh gitu, Sayang. Mommy akan minta Bik Arum untuk bawakan makanan ke kamarmu, kamu mau makan apa?" tanya Mommy Nata masih duduk di pinggir ranjang.


"Apa saja Mommy, yang penting mengenyangkan. Karena aku sangat lapar, katakan pada Bik Arum untuk membuat porsi yang lebih banyak dari sebelumnya," pinta Lolin masih di dalam selimutnya.


"Baik, Sayang. Akan Mommy sampaikan sesuai permintaanmu," Mommy Nata bangkit, kemudian berlalu pergi.


"Hais! Mau malam mau siang, kenapa ranjang sangat nyaman?" Lolin kembali memejamkan mata karena masih masih merasa ngantuk di siang bolong itu.


Tok, tok, tok ....

__ADS_1


"Masuk!" balas Lolin berteriak.


Bik Arum pun masuk ke dalam kamar Lolin dengan mendorong sebuah meja yang di atasnya terdapat banyak makanan lezat dengan porsi untuk dua orang.


"Ini makanan pesanan Nona," mendengar itu Lolin pun seketika langsung bangkit dari pembaringannya.


"Baik, Bik. Terima kasih," seru Lolin tak sabaran ingin menyantap sarapan sekaligus makan siangnya itu.


"Sama-sama, Nona. Kalau ada yang kurang, Nona panggil saja saya," pesan Bik Arum sebelum pergi. Setelah mendapatkan anggukan kepala dari Nona mudanya, barulah Bik Arum pergi dengan ekspresi yang terheran-heran akan nafsu makan Lolin yang tak seperti biasanya.


"Ah, kenyangnya," ucap Lolin kembali merebahkan separuh tubuhnya di ranjang, setelah berhasil menghabiskan seluruh makanan di atas meja tanpa tersisa sedikit pun.


Siang itu, Lolin kembali terlelap, sore menjelang malam barulah wanita seksi itu kembali bangun. Lolin langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, setelahnya Lolin mengenakan pakaian yang terasa nyaman baginya.


Untuk saat ini Lolin lebih nyaman mengenakan dress agak kebesaran dengan warna yang lebih gelap seperti hitam, coklat, abu-abu dan warna gelap lainnya.


Setelah merasa penampilannya oke, Lolin turun ke lantai bawah. Sebelum pergi, tak lupa Lolin meminta kepada Bik Arum untuk membuatkannya banyak macam makanan.


Lagi dan lagi Bik Arum dibuat tercengang, ketika melihat Lolin yang makan dengan porsi tak biasa. Bahkan, kali ini lebih banyak daripada yang dimakannya siang tadi.

__ADS_1


"Ah kenyangnya," ucap Lolin sambil menyandarkan punggungnya di kursi.


"Apa masih ada menu yang Nona ingin makan lagi?" tanya Bik Arum ditemani tiga orang pelayan lainnya.


"Sudah , Bik. Terima kasih, ya, masakan Bibik memang yang terbaik," puji Lolin memberi cap dengan dua jari jempolnya.


"Sama-sama, Nona. Senang bisa membuat Nona merasa puas," balas Bik Arum sopan.


"Oh iya, Bik. Mommy dan Daddy belum pulang?"


"Kemungkinan Tuan dan Nyonya akan menginap di kediaman Tuan Lolan karena tuan muda Dusan sedang tidak enak badan," tutur Bik Arum menjelaskan.


"Oh begitu, kalau begitu Lolin pergi dulu," ujar Lolin langsung bangkit dan siap akan pergi ke rumah sakit untuk menemui Dokter Tina.


Di rumah sakit.


"Dokter Tina, saya ....


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2