
"Iya, Nyonya. Memang dia sangat gampang emosi apalagi kalau ...."
"Kalau?" tanya Mommy Anya sambil mengerutkan alisnya heran.
"Ma-maksud saya ... apalagi kalau kita melakukan sesuatu yang salah, Tuan pasti akan sangat emosi. Saya sedikit mengerti dan paham akan hal ini karena sebelumnya saya juga sudah pernah mengurus majikan yang sifatnya persis seperti Tuan muda kedua," terang Nora mengarang cerita, beruntung Mommy Anya menganggukan kepala percaya.
"Bagus kalau kamu sudah berpengalaman, sekarang ayo ikut Mommy, Mommy akan tunjukkan kamarnya," ajak Mommy Anya dan Nora pun mengekor di belakang wanita paruh baya yang tampak awet muda itu. Dari wajah cantik Mommy Anya, Nora paham kenapa Tien bisa punya wajah yang begitu menawan.
"Oh iya, Sayang. Mommy boleh bertanya ke hal yang agak pribadi," dengan santainya Mommy Anya menggandeng lengan Nora tanpa adanya jarak. Nora merasa tak enak hati akan hal itu.
"Emm ... Boleh Nyonya," jawab Nora gugup.
"Mommy cuma ingin memastikan kalau kamu belum menikah atau sudah menikah? Karena Tien memberikan syarat kalau wanita yang menjadi asistennya adalah seorang gadis yang masih single. Agak aneh si permintaan anak satu itu, sulit ditebak karena dia sangat tertutup," terang Mommy Anya sambil berpikir keras lantaran heran dengan kelakuan Putranya sendiri.
"Apa Tien juga sering melakukannya dengan asisten pribadinya?" batin Nora bertanya-tanya, perasaan cemburu datang dengan sendiri tanpa dirinya sadari. Hormon kehamilan membuat pikirannya bertindak sesuka hati tanpa dapat Nora kendali.
__ADS_1
"Nora Sayang," panggil Mommy Anya membuat lamunan Nora seketika buyar.
"I-iya Mommy. Iya saya masih single dah belum punya kekasih," jawab Nora semakin gugup.
"Baguslah kalau begitu, ayo masuk," Mommy Anya masuk ke dalam lift lebih dulu, kemudian meminta Nora untuk turut masuk bersamanya. Nora pun masuk ke dalam lift dengan ekspresi kagumnya. Seumur hidup, baru kali ini Nora melihat ada lift di dalam rumah.
"Kamar Tien ada di lantai nomor dua, dan kamu hanya bertugas di kamar Tien. Tenang saja, kamu tidak akan tersesat karena di lantai dua hanya ada satu kamar milik Tien. Ingat satu hal lagi, jangan pernah naik ke lantai tiga oke, di sana kamarnya Luke, tidak sembarang orang bisa datang ke sana. Kamu mengerti bukan?"
"Iya, Nyonya. Saya mengerti," jawab Nora yakin.
"Nah kita sudah sampai di lantai dua, ayo," kembali Mommy Anya menggandeng lengan Nora, sedangkan Nora berjalan dengan kaki yang bergetar. Setelah berjalan melewati satu lorong luas yang agak panjang, barulah Mommy Anya melepaskan lengan Nora, rupanya sekarang sudah berada di depan sebuah kamar yang pintunya terbuat dari baja persisi seperti di film-film action, sangat mengerikan.
Ketika pintu kamar terbuka, saat itulah Nora dibuat tercengang takjub. Bagaiamana mungkin Nora tidak takjub melihat betapa mewahnya kamar luas dan mewah berukuran delapan belas kali sembilan meter itu. Tidak salah bila diperlukan satu orang asisten khusus untuk bertanggung jawab di kamar itu, karena kamar itu benar-benar besar persis seperti lapangan bola voli.
"Nah, di sinilah tempatmu bekerja, Sayang. Kebetulan sudah dibersihkan, jadi tidak terlalu berantakan. Ayo masuk," ragu-ragu akhirnya Nora terpaksa ikut masuk.
__ADS_1
Selama di dalam kamar Tien, Mommy Anya menjelaskan banyak hal tentang apa-apa saja yang harus dia lakukan di kamar itu. Tak sulit bagi Nora untuk mengerti, karena di apartemen, Nora sudah terbiasa melakukan semua hal itu.
"Kamu mengerti, Sayang?" tanya Mommy Anya yang telah selesai menjelaskan.
"Saya mengerti, Nyonya," jawab Nora mengangguk yakin.
"Kamu pintar sekali, Sayang. Setelah ini, Mommy minta tolong untuk bersihkan buthub di kamar mandi, ya. Tapi, sebelum itu ikut Mommy dulu, Mommy akan tunjukkan kamarmu," Mommy Anya kembali menyeret pelan Nora.
Cukup jauh dari lokasi kamar Tien berada, Mommy Anya membawa Nora hingga tiba di depan sebuah kamar sederhana. Tapi, dilengkapi dengan ranjang super empuk, satu lemari berukuran sedang, tak lupa juga ada kamar mandi lengkap dengan buthubnya.
Memang tak seluas dan semewah kamar milik Tien, tapi Nora cukup merasa senang karena kamar yang ditempatkan untuknya tak jauh berbeda dengan kamarnya di Apartemen. Nora senang karena masih dapat memberikan tempat yang layak untuk calon babynya, walau dia berprofesi sebagai seorang pelayan.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like, komen, hadiah, dan votenya Guys 🙏🏻😘