
Keesokan harinya, Lolin dibangunkan oleh ketukan pintu yang tak kunjung berhenti mengganggu tidurnya yang nyenyak.
Tok, tok, tok ....
Tak sanggup mendengar ketukan yang semakin lama semakin kencang itu, Lolin pun terpaksa membuka mata dan segera bangkit dengan rambut dan wajah yang berantakan. Walau tampilannya berantakan, tapi tetap aura cantiknya tak sedikit pun pudar.
Dengan malas Lolin meraih sebuah remote khusus di atas nakas, kemudian menekan tombol bulat berwarna merah, dan pintu kamarnya pun terbuka otomatis.
Setelah pintu kamarnya terbuka, Lolin melempar remote dan kembali merebahkan tubuh seksinya ke ranjang empuk miliknya.
"Ada apa, Bik Arum?" tanya Lolin dengan mata kembali tertutup.
"Tuan dan Nyonya sudah menunggu di ruang keluarga untuk membicarakan sesuatu dengan Nona. Untuk itu, sekarang Nona bangun dan segera temui Tuan dan Nyonya di ruang keluarga," titah pelayan paruh bayah itu sambil membuka gorden penutup jendela.
Hal itu tentu saja membuat Lolin langsung bangkit untuk menghindari pancaran panas sinar matahari yang menembus kulitnya. "Ada perlu apa Mommy dan Daddy mencariku?" Lolin berdiri, memutar tubuhnya ke kiri dan ke kanan guna meregangkan otot-otot tubuhnya yang kencang.
"Nona penasaran, bukan? Untuk itu, sekarang juga nona langsung turun ke bawah karena Tuan dan Nyonya besar sudah menunggu cukup lama," sahut pelayan itu tetap sopan.
__ADS_1
"Astaga!" Lolin bergegas meraih ponselnya di atas nakas, membuat Bik Arum yang mengetahui duduk permasalahannya, hanya mampu menggelengkan kepala—kala melihat tingkah laku Nona mudanya yang benar-benar sudah keterlaluan menurutnya.
"Yes berhasil! Sudahku perkirakan sebelumnya, beritaku pasti akan menjadi topik terhangat dan viral di media sosial, yes! Daddy dan Mommy memintaku turun pasti karena ingin memarahiku atas viralnya berita yang aku buat ini dan pihak pria membatalkan perjodohannya denganku. Tidak ada satu orang pun yang akan dapat merebut kebebasanku, yes aku menang!" teriak Lolin penuh semangat untuk merayakan kemenangannya.
Sementara Bik Arum kembali dibuat menggeleng heran, sungguh wanita paruh bayah itu tak percaya bila Lolin sudah berusia 29 tahun.
***
Di ruang keluarga.
"Pagi buta apanya, Lolin? Kalau kamu yang buta, baru benar. Lihat sudah jam berapa sekarang, mana belum cuci muka, belum ganti baju," oceh Mommy Nata tak habis pikir.
Lolin melirik jam besar yang berdiri di belakang sofa, "Baru juga jam 11 pagi, Mom. Lagian aku ini'kan kunang-kunang malam, mainnya ya malam dan siangnya ya tidur." terang Lolin asal.
"Astaga, Sayang, aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan untuk mendidiknya," adu Mommy Nata pada Daddy Jackson yang sedari tadi memasang wajah kakunya.
"Ayolah, Mommy dan Daddy ingin mengatakan apa? Katakan sekarang, perutku ini sudah mulai berteriak minta diisi," desak Lolin membuat Mommy Nata mengalihkan pandangannya dari tingkah Sang Putri yang sangat mengecewakannya.
__ADS_1
Daddy Jackson bangkit dari duduknya, begitu pun Mommy Nata juga turut bangkit seakan siap siaga seandainya perang dunia terjadi. Lolin yang awalnya santai, seketika bergidik ngeri melihat ekspresi Sang Daddy yang seakan membunuhnya. Nyalinya yang sedari tadi begitu besar, kini menciut seketika.
"Daddy mau apa?" Lolin mulai mengambil ancang-ancang untuk kabur jika saja Sang Daddy benar-benar ingin melukainya.
"Sayang, jangan begini. Sejelek dan seburuk apa pun Lolin, dia tetap Putri kita. Kau ingat kita susah-susah membuatnya, eh, maksudku aku susah-susah mengandung dan melahirkannya. Jadi, aku mohon jangan lukai dia, oke," bujuk Mommy Nata tak mengubah tatapan membunuh Sang Suami.
"Daddy, sungguh aku hanya main di luar, tidak sampai masuk ke dalam. Sungguh hanya di luar, Daddy."
"DI LUAR!"
.
.
.
Jangan lupa like, komen, hadiah dan votenya Guys 🙏🏻😘
__ADS_1