Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 68 ~ Tak Bisa Menahan!


__ADS_3

"Jansen, putar balik, kita ke Oesterian Bar sekarang juga, cepat!" titah Luke memberikan perintah penuh semangat.


"Tapi, Tuan sudah ada janji untuk—"


"Batalkan!" seru Luke membuat Sekretaris Jansen patuh.


***


"Ternyata hamil itu sulit, untung saja Mommy dan Daddy langsung setuju pernikahan diundur jadi bulan depan. Kalau tidak, gagal semua rencanaku," Lolin akhirnya segera tancap gas menuju Oesterian Bar yang keberadaannya cukup jauh, dari tempatnya kini.


Selama di perjalanan, pikiran Lolin terus berkecamuk tak tenang. Ketika mengingat kata Dokter Tina yang meminta agar tidak stres, Lolin pun berusaha menghibur hati dan menenangkan pikirannya agar lebih rileks.


Beberapa menit di perjalanan, mobil yang Lolin kendarai berhenti tepat di depan gedung Oesterian Bar. Lolin segera keluar dari mobil mewah yang dirinya kendarai, tak lupa memberikan kunci mobil miliknya kepada petugas untuk diparkirkan. Setelahnya, Lolin langsung memasuki gedung Oesterian Bar. Langkah Lolin langsung menuju ke sebuah ruangan di mana dia dipertemukan pertama kali dengan Luke.


Tapi, sayangnya tidak ada siapa pun di sana. Lolin meraba tasnya, mengambil ponsel dan langsung menghubungi Luke. Hanya dengan sekali deringan, panggilan itu segera diangkat oleh Luke. Saat ini, Lolin benar-benar menjadi prioritas utama pria tampan berusia tiga puluh tahun tersebut.


"Hallo, Sayang," sapa Luke di seberang sana.

__ADS_1


"Kamu di mana? Aku sudah di ruangan biasa," ketus Lolin.


"kamu cepat sekali, tampaknya sudah sangat menginginkanku," balas Luke dengan nada suaranya yang mulai santai.


"Jangan banyak bicara lagi, cepat katakan di ruangan mana kamu sekarang. Kalau di ruangan rahasia itu lagi, segera kirim seseorang untuk menjemputku, aku tidak ingat lokasinya," pinta Lolin terburu-buru.


"Bukan, aku bukan di sana, Sayang. Kamu diam saja sebentar di sana, supirku akan menjemputmu."


Beberapa detik setelah Luke bicara, seorang pria berpakaian rapi menghampiri Lolin. "Mari Nona ikut saya, Tuan sudah menunggu," mendengar itu, Lolin langsung memutuskan panggilan sepihak. Membuat seseorang di seberang sana mengerang tak suka.


Lolin terheran ketika Sekretaris Jansen malah membawanya hingga tiba di pelataran parkir. Rupanya, Luke ingin membawanya ke suatu tempat, penasaran di mana itu, Lolin pun patuh dan langsung masuk ke dalam mobil di samping kemudi.


"Supirmu?" tanya Lolin karena Luke tancap gas tanpa membawa supirnya yang tadi menjemput dan mengantarnya.


"Dia akan langsung pulang," jawab Luke sesekali memandang Lolin, setelah itu kembali menatap jalanan yang cukup licin karena hujan mulai turun semakin deras.


"Kau mau membawaku ke mana?"

__ADS_1


"Apartemenku," jawab Luke singkat, sangat berbeda dengan Luke yang tadi mengangkat panggilannya. Lolin pun bertanya-tanya kenapa Luke tak banyak bertanya kepadanya? Padahal, Lolin selalu mengabaikan pesan maupun panggilan ketika Luke menghubunginya.


Setelah Lolin perhatikan, rupanya pria di sampingnya itu memilih fokus berkendara agar secepatnya sampai di rumah, agar semakin cepat pula melahapnya hidup-hidup. Hal itu terbukti ketika mobil yang Luke kendarai terparkir dengan mulus di parkiran bawah gedung.


Luke terburu-buru keluar dari mobil, lalu juga terburu-buru membukakan mobil untuk Lolin. Melihat pria itu tak sabaran, Lolin pun khawatir dengan kondisinya kelak.


Luke membawa Lolin hingga tiba di unit Apartemen miliknya yang super mewah dan megah. Ada banyak kamar sekaligus ruangan di Apartemen itu. sekilas, kemewahan di apartemen tersebut tak berbeda jauh dengan Mansionnya.


Luke menyeret Lolin hingga tiba di dalam kamar. Sampai di kamar, Luke melempar Lolin ke atas ranjangnya. Lolin kaget akan hal itu.


"Aku tidak bisa menahannya lagi!"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2