Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 55 ~ Pijat di Siang Bolong!


__ADS_3

Ceklek!


Lolin membuka pintu kamar, seorang pria beridiri di hadapannya, membuatnya kaget. Cukup lama Lolin terdiam dan memandang linglung seseorang berpakaian serba hitam yang ada di hadapannya kini. Sepersekian detik kemudian, barulah Lolin menyadari siapa pria yang kini ada di depan matanya.


"kau! Kenapa kau lagi?" tunjuk Lolin dengan ekspresi wajah murka.


"Kenapa kalau aku?" Luke tersenyum smirk, lalu menerobos masuk ke dalam kamar Lolin.


"Mau apa kau ke sini? Dan bagaimana kau bisa ke sini?" Lolin terlihat berpikir keras.


"Selain menjadi gigolo di malam hari. Aku juga suka bekerja sambilan sebagai tukang pijat perempuan cantik di siang hari. Aku datang kemari atas panggilan Mommy-mu, dan tentu saja aku datang untuk memijatmu," terang Luke santai, sambil meletakkan tas berisi beberapa botol minyak khusus dan juga handuk khusus.


"Mommy!" teriak Lolin akan pergi ke luar dari kamar untuk memanggil Mommy-nya, agar mengusir Luke yang saat ini tengah berpura-pura menjadi tukang pijat.


Luke menahan Lolin agar tak pergi. Dengan gerakan cepat dan gesit, pria kekar itu mengunci pintu kamar Lolin, lalu mengambil kunci tersebut dan dia masukkan ke dalam saku celananya.


"Lepaskan aku, Luke! Apa yang kau lakukan?" bentak Lolin berontak agar Luke melepaskannya.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkanmu pergi, karena aku akan memijat tubuhmu," tegas Luke menggenggam tangan Lolin semakin erat.


"Lepaskan aku! Mommy!" kembali Lolin berteriak kencang.


"Percuma, Mommy-mu tidak akan datang," ungkap Luke.


"Kenapa tidak?" ketus Lolin.


"Karena Mommy-mu, sedang dipijat oleh Daddy-mu," jawab Luke membuat Lolin lemas seketika. Mommy Nata dan Daddy Jackson benar-benar menolak tua, Lolin tak habis pikir dengan nafsu pasangan paruh baya itu.


"Sudah aku katakan dari awal, aku datang atas panggilan Mommy-mu, aku datang sebegai tukang pijat. Dan tentu saja tugasku adalah memijat tubuhmu," jawab Luke kembali menjelaskan dengan sabar.


"Apa yang mau kau pijat? Kau lupa apa kata Dokter Tina?" Lolin menutup mulut dengan kedua telapak tangan, kala baru menyadari makna tersirat dari pertanyaan. Otaknya benar-benar sudah tercemar.


"Tentu saja aku akan memijat tubuhmu. Memangnya kamu mengharapkan aku memijat bagian apa?" tanya Luke dengan senyuman anehnya.


Sementara Lolin berteriak dalam hati, merutuki kebodohan hati dan pikirannya yang selalu dibuat berjalan entah ke mana oleh pria menawan seperti Luke.

__ADS_1


"Bukan begitu maksudku, aku hanya ... hanya ...."


"Hanya apa? Katakan saja kalau kamu masih menginginkan adegan seperti semalam," goda Luke sukses membuat Lolin memukulnya dengan kuat.


"Baiklah, terserah kepadamu. Tapi, kamu harus janji jangan menggangguku, pijat-pijat saja. Dan satu lagi, kamu cukup pijat, kedua lengan, kedua kaki, dan pundakku saja, tidak boleh menyentuh bagian lainnya. Kalau sampai terjadi, aku akan membuatmu menyesal. Jangan lupakan kalau aku punya video telan jangmu di ponselku. Aku bisa menyebarnya kapan pun aku mau," ancam Lolin sama sekali tak mengubah raut wajah Luke, yang tampak masih santai seperti sebelumnya.


"Tentu saja," jawab Luke hanya menyetujui, tapi tidak berjanji.


Lolin pun berjalan lebih dulu, naik ke atas ranjang. Lalu berbaring di atasnya. Luke juga naik ke atas ranjang. Duduk di depan kedua kalau mulus Lolin dan bersiap memijatnya.


"Aaakhh!"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2