Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 99 ~ Empat Cucu!


__ADS_3

Keesokan harinya.


Saat Luke sedang berada di kamar mandi untuk meredakan mualnya, Lolin justru tengah sibuk menikmati makanan yang barusan pelayan antarkan. Wanita yang sebentar lagi akan berusia genap tiga puluh tahun itu benar-benar tak memedulikan keadaan suaminya di dalam sana. Yang penting baginya hanyalah meredakan perutnya yang semakin diisi tak kunjung merasa kenyang. Entah lautan seluas apa yang ada di dalam perutnya.


Ceklek!


Pintu kamar mandi terbuka, Lolin kaget melihat wajah pucat Luke yang sudah seperti mayat yang sangat pucat, seakan tak ada darah yang mengalir di wajah dengan rahang tegas dan hidung lancip itu. Sedikit rasa kasihan timbul, tapi itu hanya sesaat karena Lolin kembali fokus pada makanannya.


Sementara Luke berjalan sambil berpegangan dengan dinding agar jalannya seimbang dan tak terjatuh. Meski kehamilan simpatik yang dirinya alami benar-benar menyiksa. Tapi, Luke justru merasa bangga pada dirinya sendiri.


Tak terbayangkan olehnya, kalau sampai Lolin yang mengalami apa yang kini dirinya alami. Sebenarnya Lolin juga mengalami mual dan muntah-muntah di sore hari. Namun, gejala yang Lolin alami tak separah yang Luke alami. Meski tubuhnya lemas, tapi Luke tetap tersenyum kala melihat Lolin yang makan begitu lahap. Luke seakan melihat calon bayinya yang makan dengan lahap.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Lolin tanpa melihat, dara cantik itu tetap fokus melahap makanannya, sebelum habis tak bersisa, maka dia tidak akan berhenti menyuap ke mulutnya yang imut karena penuh oleh makanan.


"Tentu saja, Sayang." jawab Luke menjatuhkan tubuhnya tepat di samping Lolin.


"Setelah makan kamu mandi karena pagi ini kita akan pergi ke rumah sakit," ujar Luke seraya menyeka sisa makanan yang tertinggal di pinggir bibir sensual Lolin.


"Kau sakit?" tanya Lolin melirik sekilas, lalu kembali melahap makanan.


"Tidak."

__ADS_1


"Lalu?" tanya Lolin tak melirik sama sekali.


"Tentu saja aku ingin menjenguk dan melihat bagaimana rupanya calon bayi kita yang aku titipkan di rahimmu, Sayang," geram Luke langsung menempelkan bibirnya di pipi mulus Lolin. Saat makan, Lolin benar-benar tak peduli dengan apa pun. Bahkan Lolin tak murka saat Luke menciumnya.


"Memangnya kalau making love di rumah sakit, Dokter Adit izinkan?" tanya Lolin dengan pikiran yang sudah traveling ke mana-mana.


"Bukan itu maksudku, Sayang." Luke semakin gemas melihat istrinya yang entah kenapa akhir-akhir ini begitu imut di matanya.


"Lalu?" tanya Lolin polos.


"Maksudku adalah melakuakan USG."


"Gambar USG yang aku tunjukkan masih kurang?" balas Lolin yang akhirnya selesai menghabiskan beberapa makanan di hadapannya.


"Apa yang mau dilihat? Bukankah bentuknya masih bulat seperti telur," protes Lolin.


"Tetap saja kita harus melihatnya, Sayang. Selain melihatnya, kita juga harus berkonsultasi."


"Kau kenapa begitu paham?"


"Dan kau kenapa begitu banyak bertanya?"

__ADS_1


"Aakh! Lepaskan aku!" teriak Lolin ketika Luke langsung menggendongnya ala bridal.


"Aku akan memandikanmu," imbuh Luke.


"Aku bisa sendiri!"


"Aku tetap akan membantumu."


***


Kini, Luke sudah ada di dalam mobil, tepatnya di samping Sekretaris Jansen yang mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang. Sementara Lolin sang istri duduk di kursi belakang bersama dengan Mommy Anya.


"Nora hamil dua anak kembar dan Mommy berharap kamu juga hamil kembar. Biar Mommy dapat empat cucu sekaligus," tutur Mommy Anya dengan antusiasnya, wanita cantik yang sudah tak lagi muda itu terlihat sangat bahagia saat membayangkan ada banyak cucu yang akan dirinya manjakan.


"Aku akan berikan Mommy empat cucu sekaligus," celetuk Luke asal.


"Kau gila! Bagaimana caraku melahirkan empat bayi sekaligus!" bentak Lolin protes. Sedangkan Mommy Anya terdiam, sepertinya Mommy Anya tengah membayangkan betapa bahagianya punya banyak cucu.


"Aku bercanda, Sayang," Luke tersenyum manis.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2