Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 57 ~ Minyak Aneh!


__ADS_3

"Ahh, jangan di sana!" Lolin berontak sambil berusaha menurunkan gaunnya karena tersingkap saat Luke naikkan. Hal itu jelas memperlihatkan cd yang saat itu Lolin kenakan.


"Kau diamlah, jangan banyak bergerak," balas Luke.


"Gali tahu," kesal Lolin menahan geli.


Mendengar itu Luke pun sengaja semakin menggoda Lolin, membuat Lolin terus bergerak tak beraturan. Beberapa saat kemudian, Lolin tak sengaja menyenggol minyak pijat hingga jatuh dan berceceran di lantai. Lolin meminta Luke untuk membersihkannya lebih dulu.


"Wangi minyak ini sangat aneh. Sial! Apa lagi yang Jansen lakukan," kesal Luke kala merasa curiga dengan kandungan aneh di minyak yang malah membuat hasratnya kian memuncak. Luke terdiam beberapa saat, perasaannya mulai aneh.


Tak hanya Luke, Lolin pun juga merasakan hal yang sama. Bahkan, Lolin tak lagi protes seperti sebelumnya, ketika Luke memijat tidak pada tempatnya.


"Lolin aku—"


"Aku menginginkanmu!" potong Lolin yang langsung bangkit dan menyerang Luke dengan brutal

__ADS_1


Di perusahaan.


"Hatciuhhh!"


"Tuan pasti sedang bersenang-senang saat ini, aku memang Sekretaris yang paling mengerti apa yang Tuan inginkan," gumam Sekretaris Jansen yang kini berada di hadapan komputernya.


Dengan sekali serangan, Lolin sudah berada di atas tubuh kekar Luke, menguasai permainan hingga melu mat bibir tipis Luke dengan ganasnya. Luke juga tak tinggal diam, dirinya yang lebih dulu terpengaruh oleh minyak pijat mengandung feromon itu, juga menyerang Lolin dengan tak sabaran.


Hanya dalam hitungan menit, Lolin maupun Luke sudah sama-sama tak lagi berpakaian. Entah siapa yang melepaskan pakaian masing-masing. Keduanya sama-sama mendominasi. Terutama Lolin, karena zat kimia yang ada di dalam minyak itu memang ditunjukkan untuknya. Sedangkan Luke juga terpengaruh karena minyak itu membuat penyakit hypernya kambuh.


Luke maupun Lolin sama-sama mendominasi, keduanya tak sadar dengan apa yang kini mereka lakukan. Untuk pertama kalinya, Lolin berada di atas, sedangkan Luke terbaring di bawahnya.


"Aaahhh!" rintih Lolin ketika berhasil melakukan penyatuan. Melihat Lolin yang kebingungan harus melakukan apa, Luke berinisiatif mengangkat kemudian menurunkan lagi tubuh Lolin dengan perlahan. Lolin yang mengerti mulai melakukannya dengan perlahan.


Beberapa menit berlalu, Lolin pun berhenti karena tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat. Bukannya membiarkan Lolin bergetar, Luke justru mempercepat ritmenya, hingga de sa han Lolin berubah menjadi teriakan.

__ADS_1


"Aarg!" erang Luke ketika mencapai pelepasan pertamanya, tepat saat itu pula Luke tersadar dengan apa yang kini dia lakukan terhadap Lolin.


Luke langsung bangkit, kemudian memindahkan tubuh Lolin dengan perlahan. Sementara Lolin telah hilang kesadarannya.


"Astaga, apa yang aku lakukan? Bagaimana ini?" seketika Luke panik. Pria itu refleks melihat bagian inti Lolin di bawah sana. Syukurlah tidak terlalu parah seperti tadi pagi, beruntung dia langsung sadar sebelum benar-benar menyiksa Lolin.


Setelah memeriksa bagian bawah dan memastikan aman. Luke mulai menepuk-nepuk pelan kedua pipi Lolin, berusaha membangunkan wanita yang siang itu kembali dia gagahi. Namun, kegiatan yang Luke lakukan terpaksa terhenti kala mendengar suara dengkuran lembut Lolin.


Saking kecilnya suara dengkuran itu, Luke harus mendekatkan telinganya di sumber suara. Luke bernapas lega mendengarnya. "Aku menyiksanya sampai kelelahan begini," Luke merasa bersalah.


Siang itu, Luke membersihkan tubuh Lolin, memakaikannya pakaian yang baru, lalu kembali menyelimuti Lolin. Luke langsung pergi setelah membersihkan sisa minyak di kamar Lolin dan memastikan tidak ada aroma aneh yang tersisa.


"Jansen!"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2