Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 54 ~ Cinta dengan Otak!


__ADS_3

"Mansion Baldev," jawab Luke memberi perintah.


"Aku tidak mau pulang!" potong Lolin dengan suaranya yang mulai pulih.


"Kau harus pulang." tegas Luke.


"Aku tidak mau." balas Lolin tak kalah tegasnya.


"Apartemen Oesterian," titah Luke mengubah arah.


"Baik, Tuan." jawab Sekretaris Jansen bersiap akan tancap gas. Namun, terpaksa dia urungkan karena perdebatan pasangan di belakangnya masih berlanjut.


"Tidak. Aku tidak mau ke Apartemenmu! Supir, Mansion Baldev." ucap Lolin tak setuju ke Apartemen Luke dan pada akhirnya memilih ke pulang ke Mansionnya.


"Baik, Nona." jawab Sekretaris Jansen akhirnya tancap gas menuju Mansion Baldev.


"Kau sudah minum pil kb?" tanya Luke pada Lolin yang duduk santai di sampingnya.


"Kau kira aku wanita bodoh? Tentu saja sudah." bohong Lolin.


"Baguslah," Luke kembali fokus pada laporan email di ponselnya.

__ADS_1


"Pria bodoh ini benar-benar sangat bodoh. Apa dia juga sebodoh ini dengan wanita lain? Kalau iya, pasti sudah banyak wanita-wanita yang dihamilinya," ucap Lolin dalam hati.


Beberapa menit perjalanan, mobil pun berhenti cukup jauh dari kediaman keluarga Baldev. Lolin meminta Sekretaris Jansen agar tak mengantarnya sampai ke Mansion, karena tak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkannya.


"Kita ke perusahaan sekarang, Tuan?" tanya Sekretaris Jansen yang sudah memastikan Lolin masuk ke kawasan rumahnya.


"Tidak." jawab Luke singkat.


"Lalu ke mana, Tuan?" tanya Sekretaris Jansen dengan suara bergemeretak.


"Ke rumah Dr. TONO," sahut Luke menekan nama Dokter Tono.


"Tuan, maaf. Saya hanya salah eja karena hurufnya begitu kecil dan juga buram."


"Baiklah, sebelumnya maaf, Tuan. Saya memang sengaja melakukan itu, saya hanya ingin membantu Tuan untuk memastikan apakah Tuan benar-benar memiliki perasaan untuk Nona Lolin. Dan jawabannya adalah iya, cemburu yang Tuan alami adalah pertanda bahwa cinta yang Tuan miliki untuk Nona Lolin sangatlah besar. Jadi, lebih baik Tuan serius dalam perjo—" terang Sekretaris Jansen terpotong


"Kau tahu apa?" potong Luke.


"Kejadian di rumah sakit tadi sangat meyakinkan, Tuan. Tuan bahkan sampai kehilangan akal hingga percaya begitu saja atas apa yang saya ucapkan, Tuan sangat mengkhawatirkan Nona Lolin. Saya sangat yakin Tuan memiliki perasaan untuk Nona Lolin. Hanya saja, Tuan belum menyadarinya. Tuan memang pintar dan cerdas, tapi tidak semua hal dapat diselesaikan dengan otak. Hati, cinta hanya akan dapat dirasakan dengan hati, bukan otak dan pikiran," kembali Sekretaris Jansen menjelaskan panjang kali lebar tentang analisisnya.


"Kau tahu apa tentang hati dan perasaan, kau bahkan tak pernah menyentuh tangan wanita," sekak Luke memberi talak yang benar-benar membuat Sekretaris Jansen tak lagi dapat berkata-kata.

__ADS_1


"Jika Tuan belum memiliki pasangan, maka tidak akan ada satu wanita pun yang percaya, kalau saya adalah laki-laki sejati," rutuk Sekretaris Jansen dalam hatinya.


***


"Akhirnya Putri Mommy satu-satunya sudah pulang. Sekarang kamu istirahat ke kamar, tapi jangan tidur dulu. Mommy sudah panggilkan tukang pijat, sebentar lagi dia akan datang," sambut Mommy Nata dengan hangatnya, dan tentu saja sambutan itu membuat Lolin heran.


Jika biasanya terlambat pulang saja dia sudah diomeli, maka beda lagi dengan saat ini. Di mana Lolin disambut hangat setelah tak pulang sehari semalam.


"Ayo, sekarang naiklah ke atas. Kalau sudah mandi kamu langsung istirahat saja," Mommy Nata bahkan menuntun Lolin hingga masuk ke dalam lift.


"Ada apa dengan tingkah aneh Mommy?" tanya Lolin yang kini sudah berada di dalam lift. Tiba di kamarnya, Lolin langsung merebahkan tubuhnya yang lelah.


Tok, tok, tok ....


"Apa tukang pijatnya? Cepat sekali," gumam Lolin bangkit untuk membukakan pintu.


Ceklek!


"Kau!"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2