Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 70 ~ Sedikit Melunak!


__ADS_3

Sekitar pukul tiga malam, Luke terpaksa menyudahi permainannya lantaran tak tega melihat wajah Lolin yang sudah sangat memucat. Luke merasa bersalah karena hanya mementingkan hasratnya sendiri hingga menggagahi tubuh Lolin sampai wanita itu tak lagi sanggup menggerakkan tubuhnya. Luke juga tak bisa menahan diri, karena pada saat itu penyakit hypernya kambuh.


Lama penyakit itu tidak kambuh, namun setelah lama tak bertemu dengan Lolin. Tubuhnya seakan-akan murka. Luke yang kini terbaring di samping Lolin, terus memandang wajah sendu itu, menyeka sedikit air mata dan keringat. Kemudian mendaratkan bibirnya di kening Lolin.


Luke langsung bangkit setelah berhasil memastikan Lolin terlelap, sebelum pergi ke kamar mandi, Luke pastikan juga selimut menutupi seluruh tubuh polos Lolin, agar wanitanya tidak kedinginan.


Setelah itu Luke memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Karena merasa khawatir dengan keadaan Lolin, Luke tak bisa fokus mandi, dan langsung menyudahi ritual tersebut.


Keluar dari kamar mandi Luke langsung menuju ruangan pakaian dan memasangnya langsung di sana, sedangkan Lolin masih terlelap di atas ranjang, wanita itu terlihat begitu kelelahan.


Setelah rapi dengan setelan kerjanya, Luke duduk di pinggir ranjang, menatap tubuh Lolin yang dipenuhi oleh jejak kepemilikan yang dia tinggalkan. Luke mengambil sekotak tissue basah, kemudian membersihkan tubuh Lolin dengan telaten dan hati-hati.


Luke mengambil sebuah kemeja yang besar untuk dipakaikan ke tubuh seksi Lolin. Sayangnya, bamper depan maupun bamper belakang milik Lolin terlalu montok, hingga kemeja berukuran jombo tersebut begitu ketat di tubuh Lolin. Bahkan, tiga kancing bagian atas terlepas dan terlihatlah setengah dari isinya.


Karena tak mungkin membawa Lolin dalam keadaan seseksi itu, Luke membuka lemari, mengambil selimut ukuran sedang yang baru, lalu dia balutkan ke tubuh Lolin. Setelah itu barulah Luke mengangkat tubuh Lolin untuk di bawa ke rumah sakit, agar diperiksa langsung oleh Dokter Tina.

__ADS_1


Beruntung masih malam hingga suasana di Apartemen pun tidak ramai. Hanya ada beberapa karyawan yang bahkan tak akan berani melihat Luke.


Tiba di parkiran, sudah ada Sekretaris Jansen yang standby menunggu. Melihat Tuannya menggendong bridal seorang wanita, Sekretaris Jansen pun membukakan pintu mobil bagian belakang. Luke membaringkan Lolin perlahan, memperlakukan wanita itu bak porselen yang mudah pecah.


"Jalan," titah Luke kepada Sekretaris Jansen.


"Ke mana, Tuan?" tanya Sekretaris tampan itu yang tak tahu akan ke mana membawa Tuannya pergi.


"Rumah sakit Aelfreat," jawab Luke yang kini mengelus rambut Lolin, memastikan wanitanya tidur dengan nyenyak.


"Baik, Tuan." jawab Sekretaris Jansen mulai mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.


"Katakan aku tidak bisa pulang hari ini."


"Baik, Tuan."

__ADS_1


Beberapa menit di perjalanan, mobil mewah itu pun berhenti di pelataran parkir rumah sakit. Sekretaris Jansen membukakan pintu mobil, Luke segera keluar dari mobil dengan kembali menggendong Lolin yang masih terlelap karena kelelahan.


Luke yang masih mengingat ruangan Dokter Tina, langsung membawa Lolin ke ruangan itu. Beberapa Dokter yang mengenal Luke tak berani menyapa, mereka hanya menundukkan badan memberi hormat.


Tiba di depan ruangan Dokter Tina, Luke langsung duduk di sebuah kursi tunggu di sana, sedangkan Sekretaris Jansen mengetuk pintu sambil mengucapkan kata permisi.


Beberapa saat kemudian, tak juga terdengar sahutan dari dalam sana. Sekretaris Jansen memutar ganggang pintu ruangan, rupanya pintu tak terkunci. Pria tampan dengan rambut warna biru itu langsung masuk untuk memeriksa terlebih dahulu.


"Aakhh!"


.


.


.

__ADS_1


Novel gado-gado, Guys🙊🙈🤣


Yang mau ngintip Luke sama Tien mandi🧐🤫. Cus lihat postingan reel di Ig Author yak🤭 Ig : @Oniya_99


__ADS_2