Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 72 ~ Tidak Peduli!


__ADS_3

"Akhirnya kamu bangun juga, Sayang." sambut Luke lega saat melihat Lolin sudah membuka kedua matanya.


"Aku di mana?" tanya Lolin dengan suaranya yang serak.


"Di rumah sakit, di ruangan Dokter Tina," jawab Luke terdengar begitu lembut ketika menembus telinga.


"Kau memperkosaku sampai masuk rumah sakit?" Lolin ingin membentak murka. Tapi, suaranya yang habis membuatnya tak bisa melakukan itu.


"Bukan begitu, kamu baik-baik saja. Tapi, aku memang sengaja membawamu ke sini untuk memastikan," terang Luke kepada Lolin agar tak menyalahkannya. Luke terlalu egois untuk meminta maaf.


"Awas! Aku mau pulang!" Lolin menyingkirkan tangan Luke dengan kasar.


"Aku antarkan kamu pulang, ya," Luke mengulurkan tangan untuk membantu Lolin turun dari brankar..


"Aku bisa sendiri!" ketus Lolin seraya menepis tangan kekar Luke. Luke mengalah untuk menjaga kestabilan emosinya.


Sedangkan Lolin turun sendiri dari brankar, ketika berdiri di lantai dengan kedua kakinya, Lolin berhenti sejenak untuk membiasakan tubuhnya yang terasa sakit-sakit akibat ulah Luke. Setelah merasa lebih baik, barulah Lolin melangkah secara perlahan. Luke kembali mengulurkan tangan sebagai bantuan. Namun, lagi dan lagi Lolin menolaknya.

__ADS_1


Melihat Lolin yang akan keluar dari ruangan dengan kemeja seksi menjiplak itu, Luke langsung melepaskan jasnya dengan cepat, lalu melingkarkan jas tersebut di tubuh seksi Lolin. Agar tidak ada satu orang pun yang dapat melihat bagian-bagian favoritnya. Luke bersyukur karena Lolin tak menolak jas pemberiannya


Lolin berjalan perlahan sambil meregangkan otot-otot tubuhnya yang kaku, sementara Luke mengekor di belakangnya. Seakan siap menolong jika saja terjadi sesuatu kepada wanita candunya.


Tapi, Lolin tampak baik-baik saja meski berjalan dengan kesulitan hingga keluar dari rumah sakit dan tiba di pinggir jalan raya. Luke hanya dapat melihat ketika Lolin pulang dengan menghentikan sebuah taksi.


"Mansion Baldev!" titah Lolin kepada supir.


"Baik, Nona," jawab supir taksi itu ramah.


"Sialan, pria brengsek itu membuatku sampai seremuk ini. Masa bodoh hamil atau tidak, yang pasti aku tidak akan menemuinya lagi!" Lolin mengumpat Luke dalam hatinya.


"Astaga, Sayang. Apa yang terjadi? Kenapa seberantakan ini?" tanya Mommy Nata khawatir.


"Tumben ekspresi Mommy begini, biasanya juga tidak peduli padaku," tutur Lolin langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya.


Tiba di kamar, Lolin langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur dengan kasar. Hari itu, Lolin hanya akan menghabiskan waktunya untuk beristirahat guna mengembalikan tenaganya yang semula hilang.

__ADS_1


***


Selama beberapa minggu itu, sejak Nora menyatakan kalau dia tidak sudi mengandung darah daging Tien. Sejak saat itu pula Tien tak lagi pernah memperlakukan Nora sedikit lembut seperti perlakuan seperti biasanya selama sakit.


Sekarang pun Tien masih mengalami gejala-gejala seperti sebelumnya. Terutama mual dan muntah-muntah hingga pingsan, setiap akan dibawa ke rumah sakit, maka Tien akan menolak keras.


Sikap dan tingkah laku Tien semakin hari semakin kejam dan temperamen. Ketika menginginkan Nora, maka Tien tidak akan peduli bagaimana buruknya keadaan Nora saat itu. Perlakuan kasar seperti dahulu kini kembali dia lakukan.


Tien kembali menjadi pria hypersex yang akan melahap Nora kapan pun dan di mana pun.


Seperti halnya saat ini. Pagi itu, Nora membangunkan Tien dengan pelan dan lembut. "Tien, bangunlah. Sudah waktunya bangun."


"Aaakh!"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2