Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 32 ~ Kehamilan Simpatik!


__ADS_3

Pagi itu.


Sebelum menuju kamar Tien untuk membangunkannya, Nora lebih dulu menuju kamar mandi untuk mengeluarkan seluruh isi perutnya. Setelah selesai, barulah Nora keluar menuju kamar Tien. Sebelum ke sana, tak lupa Nora mengaplikasikan cukup banyak liptint agar bibirnya tak terlalu pucat.


Setelah semua siap, Nora langsung ke kamar Tien dengan langkah yang terburu-buru. Seperti biasa, kamar Tien tak pernah terkunci, hingga Nora segera masuk begitu saja.


Sebelum membangunkan Tien, Nora akan mengisi buthub dengan air hangat lebih dahulu. Setelah itu, Nora kembali ke ranjang untuk membangunkan Tien.


Tien memang sulit dibangunkan di pagi hari. Tapi, tidak bila ada Nora. Hanya dengan satu kecupan singkat di bibir, maka Tien akan langsung terbangun dengan kedua mata membulat sempurna. Seperti itulah cara Nora membangunkan Tien, tapi memang benar trik itu tak pernah gagal.


"Sudah waktunya berangkat kerja," ujar Nora dengan senyuman manisnya.


"Ada apa denganmu?" tanya Tien langsung bangkit dan duduk di pinggi ranjang, sementara Nora berdiri di hadapannya, dengan pakaian khas pelayan.


"Aku baik-baik saja," jawab Nora jujur.

__ADS_1


"Bibirmu, aku tidak suka ada banyak pewarna di sana. Merubah rasa aslinya," protes Tien yang tak suka bila Nora menggunakan terlalu banyak lipstik di bibir sensualnya.


Menyadari hal itu, Nora dibuat kebingungan. Tak ingin membuat mood prianya buruk, Nora pun memilih patuh. "Maaf, tadi aku mengaplikasikannya tanpa bercermin. Lain kali, aku tidak akan mengulanginya lagi," balas Nora dengan suara pelan, hampir tak terdengar. Namum, Tien tentu bisa mendengarnya.


"Lain kali jangan letakkan sesuatu apa pun di sana maupun tempat lainnya," ucap Tien mengingatkan Nora. Nora langsung mengangguk cepat sebagai jawaban. "Aku berjanji tidak akan memakai apa pun lagi," tegas Nora berjanji.


"Bagus," sahut Tien langsung bangkit, kemudian berjalan menuju kamar mandi. Sementara Nora mengekor di belakangnya. Seperti biasanya pula, Nora sigap melepaskan satu persatu piyama tidur yang melekat di tubuh kekar Tien.


"Bau apa ini?" tanya Tien sambil menutup mulut dengan salah satu telapak tangannya.


"Aku bertanya kepadamu, kenapa malah kembali bertanya?" ketus Tien yang begitu mudah emosi.


"Sebentar," Menggunakan indra penciumannya yang sedang tak normal, Nora berusaha mencari sumber bau tidak enak yang Tien katakan. Namun, zonk. Nora tak menemukan bau apa pun. Selain aroma wangi mawar yang berasal dari sabun cair, yang sebelumnya dia tuangkan ke dalam buthub.


"Aku tidak mencium bau tidak sedap apa pun. Hanya ada aroma bunga mawar dari sabun cair yang biasa kamu gunakan untuk mandi," terang Nora membuat Tien mengerutkan alisnya.

__ADS_1


"Ganti saja air di buthub itu, ganti juga sabun cairnya dengan varian aroma bunga eucalyptus. Cepat lakukan, aku akan menunggu di luar," desak Tien masih menutup mulut dengan telapak tangannya.


"Baiklah," jawab Nora patuh dan langsung melakukan tugasnya setelah Tien keluar dari kamar mandi dengan tubuh setengah telan jang.


"Aneh, sebelumnya tidak suka dengan pewarna di bibirku. Sekarang tidak suka dengan sabun cair aroma mawar. Ada apa dengannya? Bukankah sabun dengan aroma bunga mawar adalah kesukaannya. Aku sangat ingat dia mengatakan menyukai aroma itu, karena itu adalah aroma yang juga disukai oleh Mommy Anya," pikir Nora heran.


"Keluhan-keluhan yang saat ini dia alami, apakah bisa disebut kehamilan simpatik? Sepertinya tidak mungkin, jelas aku masih mengalami mual dan muntah." lagi Nora membatin.


"Apa sudah selesai?"


"Belum, sebentar lagi."


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2