Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 88 ~ Kehebohan!


__ADS_3

"Tuan, para pemegang saham lainnya sudah menunggu di ruang meeting. Saya dan Tuan Muda Tien juga sudah berada di ruang meeting," lapor Sekretaris Jansen di seberang sana.


"Aku segera ke sana," jawab Luke pelan lalu memutuskan panggilan sepihak.


"Pusing ini, biasanya akan hilang sendiri bila sudah minum pil, kenapa ini tidak juga hilang-hilang. Sialan," oceh Luke pada akhirnya bangkit dari duduknya, menuju ruang meeting yang berada di lantai dasar.


Masuk ke dalam lift pribadinya, Luke menyandarkan tubuhnya ke dinding sambil memijit pelan tengkuknya. Saat lift sudah terbuka, Luke pun kembali melanjutkan perjalanan.


"Akhirnya Tuan datang juga, apa Tuan baik-baik saja?" tanya Sekretaris Jansen yang khawatir melihat raut wajah pucat Tuannya.


"Baik. Kau lanjut saja presentasinya," titah Luke segera duduk di tempatnya biasa. Para pemegang saham tampak mengerutkan kening mereka masing-masing, heran dengan kondisi Luke saat itu yang terlihat sangat tak baik.


"Kak, kakak baik-baik saja?" tanya Tien yang duduk tepat di sebelah Luke.

__ADS_1


"Tidak apa," balas Luke menengok.


"Wajahmu pucat?" tanya Luke saat melihat wajah pucat Adiknya.


"Apa kakak lupa kalau aku pucat begini karena aku mengalami kehamilan simpatik. Tapi, Kakak juga pucat, kenapa?" sahut Tien bertanya balik.


"Hanya kurang tidur, kau kalau tidak enak badan pulanglah," titah Luke.


"Aku baik-baik sa ... Huwek!" Tien langsung menutup mulut dengan kedua telapak tangannya.


Sepersekian detik kemudian, Luke dan Tien kompak berdiri dengan menutup mulut, lalu sama-sama berlari keluar dari ruangan meeting. Para pemegang saham lain yang kaget juga turut berlarian mengikuti Luke dan Tien. Semuanya berlarian karena reflek tanpa memikirkan kenapa mereka semua juga ikut berlari.


Luke dan Tien berlari hingga tiba di toilet terdekat. Semua pemegang saham yang ikut berlari seketika terhenti kala melihat Luke dan Tien masuk ke dalam toilet. Semuanya saling pandang, saling tercengang, dan saling menunjukkan ekspresi kaget serta heran.

__ADS_1


"Hahaha ...." Sekretaris Jansen justru tertawa puas di tempat semula. Hanya dia yang tak berlari panik karena tahu apa yang terjadi kepada dua Tuannya. Apa yang barusan terjadi membuatnya tak sanggup menahan tawa akan kelucuan itu.


***


"Kalau saya hamil, tapi kenapa saya tidak mual dan muntah-muntah seperti ibu-ibu hamil pada umumnya. Bukankah sudah saya katakan kalau saya baru saja menyelesaikan haid dua hari lalu. Bukankah tidak mungkin bila saya hamil," terang Lolin menyatakan segala kebingungannya.


"Tidak semua ibu hamil mengalami gejala kehamilan seperti mual dan muntah-muntah. Kalau untuk menstruasi seperti yang Nona sebutkan, kemungkinan itu adalah Flek tanda kehamilan, atau biasa disebut juga dengan pendarahan implantasi. Pendarahan implantasi ini terjadi ketika sel telur yang dibuahi (embrio) menempel pada lapisan dinding rahim. Hal ini adalah hal wajar dan bisa terjadi pada banyak ibu hamil di trimester pertama," jelas Dokter Tina detail.


Lolin diam dengan kening yang berkerut heran, karena masih belum sepenuhnya memahami apa yang barusan Dokter Tina jelaskan kepadanya.


"Mari ikut saya Nona. Kita akan lakukan USG agar mendapatkan kepastian," ajak Dokter Tina dan Lolin pun langsung bangkit dan ikut ke mana Dokter Tina membawanya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2