Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 09 ~ Cucu!


__ADS_3

"Sejak kapan keluarga Talsen Baldev punya seorang Putri?" tanya Herry yang kaget ketika mendengar kalau wanita aneh sebelumnya adalah keturunan dari keluarga Talsen Baldev. Besiknya yang seorang playboy, membuat Herry tahu keluarga kaya mana saja yang punya seorang putri dengan wajah dan tubuh berkualitas.


"Apa kalian berdua pernah mendengar kalau Lolan Baldev mempunyai seorang Adik kembar?" tanya Daffin menatap bergantian Luke dan Herry.


"Kembaran?" sahut Luke masih belum mengerti.


"Kalau tidak salah, aku pernah mendengar cerita itu sekilas. Lolan Baldev punya seorang Adik kembar dan kemungkinan Lolin Baldev adalah kembarannya," jelas Daffin sambil mengingat-ingat.


"Apa yang Tuan Daffin jelaskan adalah kebenarannya. Nona Lolin adalah Adik dari Lolan Baldev, dan hubungan keduanya adalah saudara kembar. Nona Lolin tak pernah terlihat karena dia kuliah di luar negeri dan baru pulang kemarin," jelas Sekretaris Jensen sambil membaca biodata Lolin Baldev yang berhasil dia dapatkan hanya dalam hitungan menit.


"Bagaiamana pun caranya, kau harus buat LM Grup bekerja sama dengan TB Grup," tukas Luke memberi perintah membuat kedua sahabatnya saling bertukar pandang.


"Ada apa? Aku tetap tidak akan menikah, hanya menginginkannya," terang Luke menjelaskan kepada Herry dan juga Daffin yang mengangguk paksa.


***


"Ayolah, Sayang. Mommy sangat ingin punya Cucu perempuan," Mommy Anya memperlihatkan beberapa lembar foto wanita cantik alias menantu pilihannya. Mommy Anya tak pernah bosan dan terus berusaha membujuk Putra pertamanya untuk segera menikah, karena dirinya sudah tak sabar ingin menimang seorang Cucu perempuan.

__ADS_1


"Laki-laki dulu, Sayang. Kita butuh seorang pewaris," bantah Daddy Linton yang menginginkan seorang Cucu laki-laki.


"Sayang, perempuan dulu dong. Akunya bosan lihat kamu, Luke, Tien, kalian semua laki-laki. Aku kan juga pengen merasakan seperti apa merawat seorang Putri perempuan!" sergah Mommy Anya tak sependapat dengan Suaminya yaitu Tuan Linton Marit.


"Setelah laki-laki baru perempuan, Sayang," sahut Daddy Linton lagi.


"Sayang, pokoknya Cucu perempuan dulu. Luke, coba lihat mereka sangat cantik dan tubuhnya sangat seksi seperti yang kamu suka. Ayolah pilih sayang," kembali Mommy Anya fokus pada Putranya.


"Mommy dan Daddy ingin Cucu?" tanya Luke dan kedua orangtuanya pun mengangguk cepat.


"Bikin katanya, Yang."


"Siapa takut!" sahut Daddy Linton langsung mengangkat tubuh Istrinya yang sudah tak lagi muda.


"Aaakhh!"


***

__ADS_1


"Sial!" umpat Luke sambil melepaskan dasi, kemudian melemparnya ke sembarang arah. Luke berjalan cepat dan langsung menuju kamar mandi. Di bawah guyuran air shower, Luke terus mengumpat dalam hati.


Dia benar-benar tak ingin menikah, bukan karena ada trauma. Tapi, memang dia tidak ingin menikah. Luke tak pernah percaya bahwa menikah akan membuat bahagia.


Karena baginya, Bahagia itu adalah Ketika semuanya ada dalam genggamannya. Harta, tahta, dan juga wanita. Karena itu, Lorix tak butuh menikah untuk sekadar bahagia. Untuk apa hanya memiliki satu wanita, kalau dia bisa memiliki banyak wanita seperti apa pun yang dirinya mau.


Egois? Luke tak pernah memikirkan hal itu, karena yang terpenting baginya adalah kebahagiaannya, dan menikah hanya akan menyusahkan, bukan untuk membahagiakan.


Selesai membersihkan diri, Luke meraih jubah mandi, kemudian langsung keluar dari kamar mandi. Luke memasang piyama tidurnya, merebahkan tubuh kekarnya di ranjang empuk miliknya, sambil memutar videonya bersama Lolin.


"Kupastikan kevirginanmu adalah milikku."


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2