Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 58 ~ Potong 20%!


__ADS_3

"Sialan! Dasar gigolo brengsek! Dia langsung pergi begitu saja setelah memper-kosaku. Kurang ajar, kali ini aku tidak akan tinggal diam, akan aku katakan kepada Mommy dan Daddy," Lolin menyibak selimutnya dengan kasar, membuangnya ke sembarang arah dan segera keluar dari kamar, masuk ke dalam lift turun ke lantai bawah.


Lolin tak berhasil menemukan Daddy dan Mommy-nya di kamar, ruang tamu, maupun ruang keluarga. Setelah mengingat bahwa saat ini adalah jamnya makan siang, Lolin pun akhirnya melangkah cepat menuju ruang makan. Dan benar saja, kedua orangtuanya baru saja akan memulai makan siang.


"Mommy! Daddy!" teriak Lolin yang datang dengan rambut dan pakaian yang acak-acakan, penampilannya saat itu sangatlah berantakan.


"Ada apa, Sayang? Bangun tidur kok marah-marah. Kemarilah, saatnya makan siang bersama," Mommy Nata tetap fokus menyiapkan makan siang untuk Suaminya, Daddy Jackson.


"Mommy dan Daddy tega," ketus Lolin duduk di salah satu kursi ruang makan.


"Apa yang terjadi?" bukan Mommy Nata, tapi yang memberikan pertanyaan tersebut adalah Daddy Jackson.


"Aku diper-kosa!" bentak Lolin. Bak ekspektasi tak sesuai harapan, Lolin kira kedua orangtuanya akan kaget dengan apa yang dia katakan. Namun, apa yang kini tampak di depan matanya sangatlah berbeda. Kedua orangtuanya terlihat biasa saja.

__ADS_1


"Kamu diper-kosa?" tanya Daddy Jackson sambil melahap makanannya, mendengar pertanyaan Sang Daddy, Lolin mengerjabkan kedua matanya berkali-kali.


"Kamu kali yang memper-kosa," sahut Mommy Nata, seketika Lolin bangkit dari duduknya. Membalikan badan, berjalan cepat dan masuk ke dalam lift untuk kembali ke kamarnya di lantai atas.


***


"Maaf, Tuan. Sekali lagi tolong maafkan saya. Saya mengira kondisi Nona Lolin tidak seburuk itu, saya juga tidak mengira kalau Tuan sekuat dan setahan lama itu hingga membuat Nona Lolin tak berdaya. Tuan sangat luar biasa hebat," Sekretaris Jansen membungkukkan badannya. Permintaan maaf yang dibumbui pujian adalah senjata bagi Sekretaris Jansen untuk meluluhkan hati Tuannya.


Biasanya selalu berhasil, dia berharap kali ini pun sama. Meski kejam, tapi bagi Sekretaris Jansen, Luke tidak seburuk itu. Ada sisi di mana dia akan memberikan kebaikan maupun perhatian, tetapi tetap dengan wajah dinginnya.


"Yes! Berhasil," teriak Sekretaris Jansen dalam hati. Itulah kenapa Sekretaris Jansen mampu bertahan bekerja untuk Luke, karena dia adalah satu orang yang dapat melihat ketulusan dari seorang Luke yang terkenal dengan julukan Sang Buaya Kejam.


"Jansen." panggil Luke menghentikan langkah Sekretaris Jansen.

__ADS_1


"Ada apa, Tuan?"


"Panggilkan Tien, suruh dia datang ke ruanganku sekarang juga," titah Luke meminta Sang Adik untuk menemuinya, karena ada beberapa dokumen yang perlu dia tanyakan.


"Tuan Tien tidak masuk kerja, Tuan," jawab Sekretaris Jansen membuat Luke mengerutkan alisnya.


"Kenapa? Ke mana dia?" Ingin Sekretaris Jansen tertawa terbahak-bahak. Menertawakan Tuannya yang bahkan tidak mengetahui kabar Adik kandungnya sendiri. Saudara macam itu. Sebagai Kakak, jelas seharusnya Luke lebih tahu darinya, karena jelas-jelas Tien adalah Adik kandungnya sendiri.


"Dari berita yang saya dapatkan, Tuan Tien ....


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2