Terjerat Hyper Husband

Terjerat Hyper Husband
Bab 102 ~ Bumil Nakal!


__ADS_3

Pulang dari rumah sakit, kini Lolin berbaring di atas ranjang sambil memainkan ponselnya. Sementara Luke dia perintahkan untuk membuatkannya makan siang.


Merasa bosan, Lolin pun menghidupkan tv untuk menonton. Namun, tak disangka yang muncul di layar kaca adalah video panas yang seharusnya tidak ada di sana. Lolin menelan saliva bersusah payah, melihat adegan itu membuatnya tiba-tiba merasa rindu akan sentuhan hangat Luke.


Sudah lama Lolin tak melakukannya karena terhalang kandungannya yang lemah. Namun, melihat adegan itu benar-benar membuatnya menginginkan.


"Gila, apa aku gila? Kenapa tiba-tiba aku begini?" gumam Lolin tak habis pikir dengan jalan pikirannya sendiri. Cukup lama Lolin menonton adegan panas itu, hingga akhirnya Lolin memutuskan untuk bertanya kepada Dokter Tina. Dan jawaban Dokter Tina yang membolehkan membuatnya merasa sangat senang.


Ceklek!


Pintu kamar tiba-tiba terbuka, karena kaget Lolin langsung menyembunyikan diri di balik selimut.


Luke juga dibuat kaget saat mendengar suara erotis yang saling bersahut-sahutan, melihat apa yang layar televisinya tampilkan. Luke langsung menutup pintu kamar rapat. Takut ada yang tiba-tiba datang dan ikut mendengarkan.


Luke berjalan perlahan sambil mendorong meja yang di atasnya terdapat berbagai macam makanan. Senyuman nyalang terbit di bibirnya kala melihat Lolin yang langsung bersembunyi karena malu.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan bumil nakal?" Luke meletakkan meja dorong di samping ranjang. Kemudian mendekat dan naik ke atas ranjang. Luke menarik selimut, tapi Lolin menahannya dengan erat.


"Kalau pemalu begini, aku ragu kalau kamu adalah Lolin istriku yang terkenal agresif," goda Luke membuat Lolin langsung membuka selimut.


Lolin menatap Luke sebentar, kemudian kembali meraih selimut akan bersembunyi. Tapi, dengan cepat Luke merebut selimut dan membuangnya ke sembarang arah.


"Lain kali kalau menginginkannya, katakan saja kepadaku. Aku akan melakukannya dengan senang hati kapan pun kamu menginginkannya," Luke mengangkat tubuh Lolin, memposisikan Lolin di atas pangkuannya, lalu me lu mat bibir Lolin dengan lembut namun menuntut.


Lolin yang sebelumnya malu-malu, kini tak lagi malu. Melainkan membalas sentuhan hangat serta kenyal itu. Lolin membuka mulutnya, memberi celah agar Luke masuk semakin dalam. Semakin lama, pertautan itu semakin memanas.


"Tentu, Sayang. Aku suka yang pelan-pelan."


Luke membaringkan Lolin perlahan, kemudian mengukung sambil melepaskan seluruh kain yang melekat di tubuhnya. Setelahnya, barulah Luke melepaskan seluruh kain yang melekat di tubuh istrinya.


Luke pandangi sekujur tubuh indah Lolin, sementara Lolin menutupi bagian sensitifnya seadanya dengan kedua telapak tangan. Hal itu, tentu membuat hasrat Luke kian memuncak.

__ADS_1


Luke kembali me lu mat bibir sensual Lolin dengan lembut. Ciuman hangat itu mulai turun ke bawah dan berhenti di ceruk leher Lolin. Luke meninggal banyak tanda kepemilikan di sana. Sementara kedua tangannya tak berhenti mere mas dua gundukan sintal dan padat itu.


"Emm ... Ahh ...." Lenguhan Lolin ketika Luke memainkan chocohipnya, menyentuh lembut, memu tar, meme lintir, lalu menghisapnya dalam. Hal itu membuat Lolin semakin mengerang erotis, erangan yang mampu membuat Luke semakin bersemangat bermain.


"Cukup, aku tidak tahan," mohon Lolin membuat Luke tersenyum smirk.


"Apa pun untukmu, Sayang!" seru Luke beranjak ke bagian bawah. Sesuai permintaan sang istri, Luke langsung mengarah senjata yang sudah menegang sempurna, lalu mendorong dengan lembut. Tiga kali dorongan lembut, miliknya sudah terbenam sempurna. Luke mulai memainkan permainan dengan ritme yang diaturnya dengan perlahan. Semakin dalam dorongan yang Luke lakukan, semakin bergetar tubuh sang istri.


"Aaakkhh!" teriak keduanya bersamaan, sebagai penanda puncak kenikmatan yang keduanya dapatkan siang itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2