
*kring.. kring.. kring..*
Bunyi bel tanda pulang sekolah.
Jihan melangkah keluar kelas bersama teman-temannya, Fira, Ciwi, dan Amel. Mereka adalah teman baiknya.
"nanti malam kita keluar yuukk" kata Ciwi.
"emangnya mau kemana Ci?" timpal Amel.
"ke mall nonton film lah.. Karena nanti ada film baru" sahut Ciwi.
"oke, nanti kumpul di rumahku dulu, karena mama ada oleh-oleh untuk kalian" pinta Jihan.
"waahh asyikkk, dapet oleh-oleh dari Perancis nih" sahut Fira sambil menggandeng tangan Jihan.
Keluar dari lingkungan sekolah mereka segera memasuki mobil jemputan masing-masing yang sudah menunggu sedari tadi.
Pak Jono membukakan pintu untuk Jihan. Kemudian Jihan masuk ke dalam, dan meminta Pak Jono untuk mengantarnya ke sebuah toko buku.
Ya, Jihan memang salah satu murid yang pintar di Sekolah, karena dia sering mendapatkan peringkat kelas.
Sesampainya di toko buku.
"Pak, tunggu sebentar ya" kata Jihan meminta Pak Jono yang langsung mengangguk.
Di toko buku itu, Jihan mencari buku yang dia cari. Buku sastra Indonesia. Jihan sangat menyukai karya sastra, sehingga sudah banyak koleksi karya sastra yang dia miliki.
Tanpa sengaja, Jihan menyenggol seseorang.
"maaf , saya tidak sengaja" ucap Jihan. sambil menundukkan kepalanya sebentar.
"tidak apa-apa, aku yang tidak hati-hati berjalan" sahut pria itu.
Laki-laki itu melihat Jihan yang begitu cantik dan ramah dan mulai memperkenalkan diri.
"Kenalin, namaku Dev, Devyan Richard Atmaja " ucapnya dan mengulurkan tangannya.
"aku Jihan ufaira Sakhi, panggil saja Jihan" membalas uluran tangan Dev.
"aku harus pergi sekarang, karena aku sudah di tunggu" ucap Jihan yang tersenyum begitu manis dan pergi ke kasir untuk membayar buku yang telah ia pilih.
Jihan pun keluar dari toko buku dengan menenteng buku yang baru saja ia beli dan memasuki mobilnya.
Sementara Dev masih mengingat perkenalan yang tidak ia sangka tadi. Dan bergumam dalam hati "gadis yang manis, sepertinya dia murid di SMA ******* "
Kesan pertama Dev ketika berkenalan dengan Jihan adalah "cantik" dan itu cukup membuat Dev penasaran dengan pemilik wajah yang berparas cantik berkulit putih dan berpostur tinggi dengan bodi yang cukup berisi.
****
Jihan yang sudah sampai rumah pun langsung membuka pintu dan memberi salam ke orang rumah. Jihan tinggal bersama kedua orang tuanya di rumah yang begitu besar dan mewah.
"Assalamualaikum" ucap Jihan sambil menutup pintu dan melangkah masuk.
"Waalaikumsalam" sahut Bi Ijah salah satu pembantu di rumah Jihan.
"Mama di rumah Bi?" Tanya Jihan.
__ADS_1
"Nyonya baru saja pulang Non" sahut Bi Ijah yang sibuk menghidangkan makan siang.
Jihan pun menaiki tangga dan mencari mama nya untuk meminta izin karena ia ingin pergi nonton film bersama teman-temannnya.
*Tok.. tok.. tok..*
"Mah..." Ucap Jihan memasuki kamar mama nya yang sedikit terbuka.
"Ya sayang, sudah pulang?" Ucap mama Nana kepada Jihan sambil membalas pelukan dari anaknya.
"Emm,, Mah, nanti Jihan izin mau pergi nonton sama temen-temen ya" ucap Jihan sambil bergelayut manja di tangan sang mama.
"Sama siapa aja?" sahut mama Nana.
"Sama Fira, Ciwi, dan Amel Mah" ucap Jihan.
"Boleh, tapi ingat ! Pulangnya jangan larut malam. Mamah nggak suka kamu pulang terlalu malam" ucap mama Nana dengan nada tegasnya.
"Siap Mah " sahut Jihan sambil menghormat kepada sang mamah seolah mengerti sifat sang mama yang tegas.
***
*Ting.. tong..*
"Eh, non Amel, non Fira , no Ciwi , mari masuk" ucap Bi Irah
"Jihan ada kan bi?" Sahut Ciwi dan melangkah masuk kerumah Jihan .
"Ada non. Nahh, tuh non Jihan turun" ucap Bi Irah yang sudah melihat putri majikannya menuruni anak tangga.
"Kalian udah sampe? Nih, oleh-oleh dari mamah" ucap Jihan menyodorkan bingkisan yang berisi oleh-oleh.
"Mamah lagi di kamar, ya udah yuk kita berangkat" ucap Jihan.
"Ehh, nggak pamitan dulu Ama nyokap Lo? " Ucap Ciwi .
"Nyokap lagi di ruang kerjanya, banyak kerjaan katanya. Tadi gue udah pamit kok" balas jihan sambil merapikan rambut nya.
Jihan dan teman-temannya memasuki mobil yang Jihan kemudikan sendiri. Ya, karena usia Jihan yang sudah hampir 18 tahun, jadi dia sudah memiliki SIM dan di izinkan mengendarai mobil sendiri.
Suasana di dalam mobil pun ramai dengan gelak tawa Jihan dan kawan-kawannya sambil menirukan lagu yang di putar.
*Sesampainya di mall*
"Gue beli tiketnya dulu, kalian tunggu di sini aja pesen cemilan buat di dalem ya" ucap Jihan yang sudah melangkah ke loket pembelian tiket bioskop.
Antrian cukup panjang, karena malam itu adalah malam Minggu. Jihan mengedarkan pandangannya menyaksikan muda mudi yang sibuk bergelayut manja dengan pasangan masing-masing. Jihan pun menyunggingkan bibirnya sebelah, mengingat dirinya yang kini menikmati masa kesendiriannya.
"Aduhh.. " lirih Jihan. Karena di senggol seseorang.
"Maaf, gue nggak sengaja" ucap laki-laki itu yang terkejut melihat wanita yang tadi sore ditemuinya di toko buku.
"Jihan kan? " Tanya Dev meyakinkan.
"Lo yang di toko buku tadi kan? Siapa ya gue lupa nama kamu" ucap Jihan sambil mengingat nama pria tersebut.
"Gue Dev, masa baru tadi sore udah lupa sih" sahut Dev .
__ADS_1
"Ohh, iya Dev , maaf gue lupa " ucap Jihan yang tersenyum sambil menggaruk alisnya yang sebenarnya tidak terasa gatal.
"Lo kesini sama siapa?" Tanya Dev
"Gue ama temen-temen" sahut Jihan .
"Dev..." Terdengar dari jauh teman Dev memanggilnya .
"Iya bentar" sahut Dev kepada temen-temen nya.
"Gue tinggal dulu ya" ucap Dev .
"Emm.. " ucap Jihan singkat sambil mengangguk.
Dev melangkah pergi meninggalkan Jihan yang masih antri untuk mendapatkan tiket. Setelah jauh Dev bergumam sendiri "aishhh.. kenapa tadi nggak minta nomor hp nya sihh " ucapnya lirih .
Jihan yang sudah mendapatkan tiket pun langsung masuk ke dalam bioskop karena film yang ingin ia lihat akan segera dimulai..
"Tadi yang ngobrol Ama Lo siapa Han ?" Tanya Ciwi .
"Nama nya Dev , kebetulan tadi sore ketemu di toko buku, ehh ini ketemu di sini juga" jawab Jihan .
"Ganteng lhoh, Lo nggak naksir?" Sahut Amel .
"Apaan sih? Gue belum mau mikirin ke arah situ, bikin pusing tau nggak " ucap Jihan .
"Ya elah Ji, sampe kapan elo sendiri terus? Sejak putus dari si Dino sampe sekarang Lo masih aja betah sendiri" ucap Fira .
"Rasa sakit nya sih udah ilang, kenangan indah nya yang nggak mau ilang. Udah ahh, nggak usah di bahas lagi, nikmati aja filmnya." Ucap Jihan.
3 bulan yang lalu Jihan sempat memiliki hubungan dengan teman satu sekolahnya bernama Dino, namun hubungan mereka putus karena perselingkuhan yang dilakukan oleh Dino dengan teman sekelas Jihan . Dan itu cukup membuat Jihan enggan emmbuka hatinya lagi untuk laki-lain.
*Usai nonton*
"Cari makan yuk, gue laper nih" ucap Amel
"Yuk.." sahut Jihan, Ciwi, dan Fira hampir bersamaan.
Mereka pun mencari tempat duduk yang kosong, karena malam itu adalah malam Minggu , hampir semua meja sudaha da yang menduduki. Tersisa satu meja di samping kaca gedung yang tinggi itu lah yang tersisa.
Mereka memesan makanan dan minuman. Setelah makanan datang, mereka menyantap menu makanan yang mereka pesan sambil bercanda dan tertawa.
"Gue masih penasaran sama cowok yang tadi ngobrol sama elo deh Ji, kayaknya dia naksir Ama elo" ucap Ciwi sambil menyantap makanannya.
"Mana mungkin? Ketemu aja baru tadi sore, masa udah bisa dibilang naksir sih Wi, ada-ada aja sih Lo" sahut Jihan.
"Tapi dari sorot matanya kelihatan Ji" ucap Ciwi.
"Emang elo bisa tau isi hati orang Wi?" Sambung Fira.
"Ya enggak, tapi dari gerak gerik nya keliatan banget tau nggak sih" ucap Ciwi.
"Yaa, kalo misal naksir sih nggak papa, lagian kasian gue ama sahabat gue yang satu ini, jombloooo mulu, padahal si mantan udah move on ke lain hati" sahut Amel .
"Apaan sih Mel ? Mau doi udah punya kek mau enggak kek, gue udah nggak peduli. Lagian cowok macem gitu harus gue tangisin mulu, enakan dia" ucap Jihan yang sebenarnya masih sakit hati karena dihianati.
"Iya deh iya, abis elo kelamaan jomblo sih, kan orang-orang ngiranya elo ngga bisa move on, lagian nih ya, kok bisa ya si Dino ninggalin elo demi cewek yang terkenal play girl sih" ucap Ciwi.
__ADS_1
"Udah ah, nggak usah di bahas lagi, males gue bahas masa lalu" sahut Jihan.
"Oke oke" sahut Fira.