Terjerat Masa Lalu

Terjerat Masa Lalu
10. Surprise 1


__ADS_3

"Devyan" ucap Jihan.


Devyan langsung menoleh, betapa terkejutnya Devyan melihat Jihan. Devyan takut kalau Jihan salah faham dengan apa yang dilakukan dirinya pada Tasya. Dev pun langsung berdiri dan mencoba menjelaskan semua pada Jihan.


"Jihan, kamu,," kata-kata Devyan terputus karna Jihan menggelengkan kepalanya dan langsung menatap ke Tasya dan menghampirinya.


"Gue prihatin sama Lo. Sebagai seorang perempuan Lo nggak ada harga dirinya. Lo yang ninggalin, Lo juga yang nyesel. Kalian kaum penghianat hanya akan menyesal karena udah ninggalin kami yang benar-benar tulus dalam perasaan , terutama itu cinta." Ujar Jihan dengan tenangnya dan langsung berdiri.


"Dev, kita pergi. Nggak ada untungnya membuang waktu untuk orang yang hanya iri dengan kebahagiaan kita." Ucap Jihan sambil menggenggam tangan Devyan dan pergi meninggalkan Tasya.


Devyan benar-benar tersenyum bangga pada Jihan, karena Jihan mampu menahan emosinya dengan sangat cantik. Awalnya Devyan berfikir kalau Jihan akan marah padanya dan meninggalkan dev. Tapi ternyata Jihan justru mendukung apa yang Dev lakukan.


Meskipun hati Jihan sangat ingin meluapkan emosinya saat itu, tapi Jihan tidak ingin menarik perhatian orang banyak. Jihan memilih untuk tetap tenang meski hatinya sangat sakit.


Tasya bangkit dan merasa marah pada Devyan dan Jihan.


"Awas kamu Jihan!" Ucap Tasya yang sangat kesal pada Jihan. Tasya merasa sudah dipermalukan oleh jihan, lalu pergi dari mall tersebut.


Devyan dan Jihan menuju meja mereka.


Mereka duduk berseberangan dan tak lama, makanan yang mereka pesan pun datang.


"Lain kali kalau ada apa-apa bilang, jangan diem bikin orang khawatir. Aku bukan wanita yang bisa membaca fikiran orang, jadi jangan membuatku terus berfikir untuk hal-hal yang sebenarnya bisa diselesaikan bersama" ucap Jihan menatap Devyan.

__ADS_1


"Iya, mulai sekarang aku bakalan cerita sama kamu." Ucap Devyan sambil menjulurkan tangannya kepipi Jihan. Devyan bangga mengenal Jihan yang tidak suka cemburu buta dan sangat berfikiran dewasa.


Lalu mereka berdua menyantap makanan yang sudah dipesan dengan lahapnya.


"Sebenarnya tadi aku udah ngelihat Tasya merhatiin kamu sejak dari parkiran GOR, makanya aku mutusin buat nganterin kamu pulang. Aku takut dia ngelakuin hal nekad sama kamu." Ucap Devyan.


"Jangan khawatir, aku masih bisa ngadepin cewek kayak Tasya kok. Aku bisa jaga diri" ucap Jihan sambil mengunyah makanan nya.


"Aku tau kamu bisa jaga diri, tapi aku nggak bisa diem aja kalo ada yang berniat nyakitin kamu." Ucap devyan.


Jihan tersenyum bangga pada pria yang ada dihadapannya itu.


"Semoga kamu benar-benar tulus Devyan, apakah kamu takdir dari Tuhan untukku? Aku lelah jika harus mengenal laki-laki baru lagi. Aku hanya ingin bertahan dengan satu laki-laki yang benar-benar sayang dan cinta sama aku, aku berharap kamulah takdirku Dev" gumam Jihan dengan terus tersenyum kepada Devyan.


Jihan merasa bingung kenapa Devyan mengajaknya masuk kedalam toko perhiasan tersebut.


"Kita mau ngapain Dev?" Ucap Jihan.


Namun Devyan tidak menjawab pertanyaan Jihan. Devyan justru meminta pelayan toko untuk menunjukkan perhiasan yang ditunjuk oleh Devyan.


Devyan mengambil perhiasan tersebut, lalu memakaikannya pada Jihan. Devyan langsung tersenyum saat melihat pilihannya sangat cantik dipakai oleh Jihan.


"Mbak, saya mau perhiasan ini" ucap Devyan sambil menunjuk gelang yang terlilit di tangan Jihan dan mengambil unlimited card dari dompetnya.

__ADS_1


"Aku mau kamu pakai gelang ini" ucap Devyan sambil mengelus tangan Jihan.


"Tapi Dev, aku nggak terlalu suka pakai perhiasan, takut terjatuh" ucap Jihan.


"Kamu bisa menyimpannya, dan memakainya kapanpun kamu mau." Ujar devyan .


"Devyan, apa ini nggak terlalu berlebihan?" Ucap Jihan merasa tidak enak.


"Tidak ada kata berlebihan untuk kamu yang aku sayangi" ucap Devyan lalu menggenggam erat tangan Jihan.


Jihan tak henti-hentinya tersenyum mendapatkan perhatian dari Devyan.


Setelah pulang dari mall, Devyan mengantarkan Jihan pulang kerumahnya, dan Devyan langsung pergi dengan taksi online yang telah ia pesan sebelum mengantar Jihan pulang.


Devyan dan Jihan berpisah malam itu. Jihan yang merasa sangat bahagia tak henti-hentinya memandangi dan memegang pemberian Devyan.


"Kamu sangat baik Devyan, aku merasa sangat istimewa karena bisa dekat denganmu. Aku sangat berharap rasa ini akan terus berdetak. Aku akan sangat bahagia jika terus bersamamu Dev." Ucap Jihan sambil berbaring memandangi foto Devyan yang Jihan ambil dari media sosial Devyan.


~di rumah devyan.


Devyan yang sampai di kamarnya langsung masuk ke kamar amndi dan membersihkan dirinya. Devyan yang sangat bahagia bersenandung "Nana.. hemm.. hooo" setelah mandi, Devyan mengambil teleponnya dan menghubungi kontak di hape nya.


"Halo, besok siapkan satu ikat bunga mawar merah dengan simbol love pakai mawar putih." Ujar devyan memerintah pada asisten pribadinya.

__ADS_1


__ADS_2