Terjerat Masa Lalu

Terjerat Masa Lalu
19. Ciuman Pertama


__ADS_3

Devyan yang merasa kesal karena tidak mendapat jawaban dari Jihan, ia langsung menepikan mobilnya dijalanan yang cukup sepi.


Devyan mematikan mesin mobilnya. Kemudian dia mendekat ke Jihan.


"Panggil aku sayang!" Perintah Devyan lagi tepat ditelinga Jihan.


Jihan yang mendapat perlakuan seperti itu merasakan darahnya mendesir. Dia menutup matanya merasakan hembusan nafas Dev yang berada tepat ditelungkuknya.


Kini pandangan mereka bertemu. Dan...


"Cupp"


Devyan mendaratkan ciumannya di pipi mulus Jihan. Jihan membulatkan matanya tak percaya dengan perlakuan Devyan. Kemudian Devyan menatap lekat wajah cantik Jihan yang sudah mulai merah karena ulahnya. Dilihatnya wajah pemilik alis tebal natural, mata bulat yang jernih, hidung mancung dan berbibir tipis seksi. Sungguh birahi Dev mulai muncul. Adik Dev yang berada dibawah mulai menunjukkan aksinya.


"Cupp"


Diciumnya bibir merah ranum itu dengan lembut dan singkat. Jihan menutup matanya merasakan sentuhan yang Devyan berikan. Jihan merasakan detak jantungnya mulai berdetak dengan cepat. Jihan menatap lekat mata indah milik Dev yang selalu mampu membuat nya tersipu malu saat ditatap oleh mata indah itu.


Kini Dev mulai beraksi. Dilum*tnya bibir Jihan. Jihan menerima luma*an yang Dev berikan. Nafas mereka kini mulai beradu. Merasai setiap nafsu yang kini hadir diantara mereka. Kini permainan Dev mulai dengan lidah. Dihisapnya bibir Jihan agar lidahnya mudah masuk kedalam mulut Jihan.


"Ehmmm.." Jihan mulai mendesah dan itu membuat Devyan tambah bernafsu.

__ADS_1


Tangan nakal Dev kini juga turun di kedua gundukan sintal milik Jihan yang sangat menggoda. Tapi tangan Jihan menepisnya. Dia tidak ingin Dev melakukan hal lebih. Tapi tangan Dev terus berusaha menyentuh payuda** milik Jihan itu, hingga Jihan hanya pasrah.


Kini permainan Devyan mulai turun ke leher. Dikecupnya leher Jihan dengan lembut tanpa harus meninggalkan kiss Mark karna itu pasti akan membuat Jihan merasa malu.


Jihan mendesah merasakan nikmat yang tiada tara itu. Dev menghisap pelan setiap tengkuk leher Jihan tanpa terlewat. Dilihatnya wanita yang ia sayangi. Jihan merasakan birahinya. Mereka seperti melayang.


Jihan mendorong tubuh Dev pelan. Disentuhnya wajah pria tampan dihadapannya itu. Jihan menangkap wajah Dev dengan kedua tangannya. Kemudian Jihan mendekatkan wajah nya.


"Cup"


Jihan mencium bibir Devyan singkat. Lalu dahi dan hidung mereka saling menempel. Masih dengan nafas yang belum teratur..


Dev memejamkan mata. Dicium nya lagi bibir ranum Jihan.


"Maafkan aku sayang" lirih Dev dengan penuh penyesalan karena telah berbohong.


Jihan menjauh dan menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil.


"Kita cari makan dulu. Setelah itu kamu harus cerita yang sebenarnya." Ucap Jihan lurus memandang kedepan.


Dan itu sukses membuat Devyan kesal pada dirinya sendiri. Ada rasa takut kalau Jihan marah karena tahu dia pergi ke club malam semalam.

__ADS_1


Devyan melajukan mobilnya kembali kejalanan. Dan tak butuh waktu lama, mobil mewah milik Dev memasuki parkiran sebuah restoran mewah.


Devyan berlari kecil keluar mobil untuk membukakan pintu untuk Jihan. Jihan menerima uluran tangan dari Devyan dan Dev menggenggam tangan Jihan sambil memasuki restoran tersebut.


Dev dan Jihan duduk dan segera memesan makanan. Hanya hening lah yang terjadi. Karena Jihan tahu ini bukan saat yang tepat untuk membahas masalah apa yang ditutupi oleh Devyan. Jihan mengedarkan pandangannya seolah ada rasa canggung diantara mereka.


Devyan tampak kikuk karena ketahuan berbohong. Entah darimana Jihan bisa merasakan kalau dia sedang dibohongi. Biasanya Devyan selalu marah-marah saat dia sedang dipojokkan oleh wanita yang sedang dekat dengannya. Tapi kali ini tidak. Dia justru diliputi rasa bersalah pada gadis cantik dihadapannya.


"Sayang, aku mau jujur" ucap Devyan mencoba untuk memecahkan suasana.


"Nanti ya, kamu makan dulu." Jawab Jihan dengan senyum manis. Padahal didalam hatinya ada rasa kecewa yang dia pendam pada Devyan.


Pesanan pun akhirnya datang. Mereka menyantap makanan yang tersaji dengan lahapnya.


Setelah selesai dengan makanan di hadapan mereka. Kini giliran Devyan harus mengatakan yang sebenarnya.


"Okey. Sekarang kamu jujur, semalam kamu dimana sama siapa?" Tanya Jihan dengan wajah cantiknya yang selalu tersenyum.


Devyan menelan salivanya. Takut kalau Jihan marah. Dia juga takut kehilangan Jihan.


"Akhh shit. Baru juga jadian, masa harus putus sih" gumam Devyan mengacak rambutnya.

__ADS_1


__ADS_2