Terjerat Masa Lalu

Terjerat Masa Lalu
11. Hasrat


__ADS_3

Ya, Devyan yang merupakan anak tunggal di keluarga Atmaja, ia telah bekerja sejak duduk di bangku SMA. Ditengah kesibukannya sebagai seorang pelajar, Devyan adalah seorang bos di perusahaan cabang milik ayahnya. Devyan diberi tanggung jawab besar oleh papanya sejak awal masuk di bangku sekolah atas. Bukan tanpa alasan, orang tua memberikan tanggung jawab pada Devyan karna Devyan lah yang akan meneruskan bisnis keluarga nya. Orang tua devyan ingin Dev menjadi pengusaha muda yang sukses. Dengan kekuasaan yang dimiliki oleh Devyan, kini ia memiliki ribuan karyawan yang menggantungkan hidup ditangannya. Meski begitu, Devyan tetap fokus pada sekolahnya. Dia bekerja dikantor saat libur sekolah dan bekerja dirumah dibantu dengan asisten pribadinya yang bernama Vicky. Dan teman-temannya juga sudah banyak yang tahu jika Devyan adalah bos di perusahaan cabang milik papa Dev sendiri.


Devyan menatap foto Jihan dilayar ponselnya.


"Aku sangat menyayangimu sayang. Sangat. Dan besok aku akan memberikan kejutan yang akan kamu kenang seumur hidupmu. Aku akan terus berusaha menjaga dan membahagiakanmu Jihan." Ucap Devyan sambil mengelus-elus layar ponselnya. Lalu Devyan mengetikkan voice note ke pada Jihan


"Selamat malam, selamat tidur, mimpi yang indah" send.


*Klinting


Jihan tersadar dari lamunannya.


"Devyan.."


Jihan membuka voice note yang dikirim kan oleh Devyan.


Jihan tersenyum bahagia.


Dan membalas voice note dari Devyan.


"Iya, good night, have a nice dream Devyan" send.


Dev mendengarkan voice note yang dikirim oleh Jihan.


Devyan tersenyum dan langsung mengetikkan emot cium


Devyan : " 😘 "


Jihan : "apa itu?"


Devyan tidak membalas pesan Jihan. Kini Devyan malah menelepon Jihan, seolah hari ini saja belum cukup melepas rindu pada gadis yang ia sayangi.


Devyan : "pengen cium kamu yang imut kalo lagi malu"

__ADS_1


Jihan : " nggak boleh "


Devyan : " why? Apa aku begitu jelek sampe kamu nggak mau aku cium?"


Jihan : " bukan, karena aku nggak mau di cium wekkk 😛"


Devyan : "dasar gadis nakal ya kamu hahaha"


Jihan : " biarin ajah "


Devyan : "Awas kamu, bakalan gelagapan kamu saat aku cium nanti"


Jihan : " dasar mesum. "


Devyan : " heiii aku ini pria puber yang akan tumbuh dewasa, jadi wajar jika fikiranku mesum hahaha"


Jihan : " jadi ngeri sama kamu"


Devyan : " kayak nggak pernah ciuman ajah sih kamu"


Jihan : " aku bukan kamu. Kamu pasti suka mesum sama pacar kamu yang dulu. Makanya cewek kayak Tasya nggak bisa lupain kamu."


Devyan : " sok tau ah"


Jihan : " pasti kenyataannya begitu."


Devyan terdiam pasrah karna dia terjebak pada pertanyaan nya sendiri.


Devyan :" udah tidur sana, udah malem, besok harus tanding kan"


Jihan :"eh pertanyaan ku belum kamu jawab"


Devyan :"besok aja di jawab. Sekarang kamu tidur, siapin fisik buat besok, karena pasti besok bakal melelahkan "

__ADS_1


Jihan :" huhhh dassar. Kamu yang nanya kamu juga yang malu kan? Ya udah, aku tidur. Bye"


Jihan langsung memutuskan teleponnya karena merasa kesal pada Devyan yang Jihan curigai sering berciuman dengan banyak gadis. Secara Devyan pria tampan berkulit putih dengan postur tubuh yang tinggi.


"Pasti dia sering ngelakuin nya sama cewek lain. Arghhh.." teriak Jihan menjambak rambutnya sendiri.


Mama Nana yang mendengar teriakan Jihan langsung datang menghampiri jihan.


"Kenapa sayang? Are you okay?" Ucap mama Nana yang langsung duduk di kasur Jihan sambil mengelus kepala Jihan.


"Emm mama, i'm okay mam" ucap Jihan lalu memeluk mamanya.


"Kenapa teriak tadi?" Tanya mama Nana.


"Nothing" ucap jihan.


"Kalo ada apa-apa cerita sama mama ya. Karena masalah apapun itu, kalo kamu cerita sama mama pasti mama bakalan berusaha bantuin kamu" ucap mama Nana lembut.


"Ya mam, pasti." Ucap Jihan lalu melepaskan pelukannya.


"Besok Mama Dateng ke pertandingan Jihan?" Lanjut Jihan.


"Maaf nak, besok Mama dan Papa ada perjalanan keluar kota untuk mengecek proyek Papa yang di Bali." Ujar Mama Nana.


"Yaaahh" ucap Jihan lemas dengan bahu yang turun.


"Jangan khawatir, mama pasti do'ain kamu kok. Semangat ya sayang. Anak Mama pasti bisa kok." Ujar Mama Nana menyemangati putri kesayangannya.


"Iya Mam." Ucap Jihan


"Mama tidur dulu ya. Kamu cepetan tidur biar besok fit" ucap mama Nana lalu mencium pucuk kepala Jihan.


Jihan hanya mengangguk mulai merebahkan tubuhnya memeluk gulingnya dan mencoba memejamkan matanya.

__ADS_1


Sementara Devyan masih melambungkan fikirannya pada masa lalunya yang begitu rakus saat sedang bercumbu dengan wanitanya.


"Hish.. aku ingin segera memiliki mu dan mencumbumu Jihan" ucap Devyan lalu memejamkan matanya membayangkan bagaimana caranya mencumbu wanita yang saat ini menguasai hati dan fikirannya.


__ADS_2