Terjerat Masa Lalu

Terjerat Masa Lalu
15. Di Tembak


__ADS_3

Jihan merasa perjuangannya masih belum usai. Jihan melirik kearah Devyan, Robby dan ketiga sahabatnya duduk.


Devyan mencoba tersenyum sambil mengepalkan tangannya seolah memberi semangat pada Jihan. Jihan langsung tersenyum dengan penuh semangat. Dia sangat ingin memenangkan pertandingan ini, karena ini adalah pertandingan terakhirnya sebagai murid SMA.


Babak keempat dimulai. Tim Tiara mulai kalangkabut melawan tim Jihan. Tiara sangat kewalahan melawan Jihan yang meskipun kadang menunjukkan ekspresi sakit karena luka dikakinya.


"Gigih banget nih cewek" fikir Tiara.


Setelah sepuluh menit permainan, menang. Dengan langkah yang belum mampu berjalan sempurna, Jihan berpelukan dengan teman satu timnya. Jihan tidak menyangka jika pertandingan kali ini sangat menguras tenaga nya. Penonton yang hadir ikut bertepuk tangan atas kemenangan tim Jihan. Sementara tim sekolah Tiara kecewa dengan hasil yang mereka peroleh.


Juripun memberikan piala dan medali pada tim Jihan. Dengan senyum bahagianya jihan dan teman-temannya berfoto ria dengan medali yang sudah terkalungkan dileher mereka masing-masing.


Tiba-tiba dia mendengar sebuah suara dari pengeras suara digedung itu. Jihan pun mengedarkan pandangannya untuk mencari sumber suara tersebut. Dan dilihatnya sosok laki-laki yang sangat dia kenal.


"Dev" ucap Jihan melongo melihat Devyan yang sudah memegang mic dan seikat bunga mawar besar di tangan kanannya


"Selamat malam. Sebelumnya saya ucapkan selamat pada tim pemenang. Saya berdiri di tengah lapangan ini ingin mengungkapkan perasaan saya pada wanita yang akhir-akhir ini mengisi hari-hari ku." Ucap Devyan terhenti dan menatap ke arah Jihan "Jihan ufaira Sakhi." Ucap Devyan sambil menunjuk ke arah Jihan.


Jihan kaget sekaligus menahan malu dan rasa bingungnya. Dia tidak tahu apa yang sebenernya Devyan rencanakan. Devyan kemudian datang menghampiri Jihan dengan membawa satu buket bunga mawar merah besar dengan tanda love ditengah yang diisi dengan bunga mawar putih.


Devyan berjalan kearah Jihan lalu berlutut.

__ADS_1


"Jihan, dihari yang bahagia ini, aku Devyan Richard Atmaja, menginginkan kamu Jihan ufaira Sakhi untuk menjadi kekasihku. Bersediakah kamu menjadi wanita istimewaku?" Ucap Devyan dengan wajah coolnya menunggu jawaban dari Jihan.


Cukup lama Jihan terdiam mematung. Dia masih tidak menyangka dengan apa yang Devyan lakukan saat ini.


"Jihan. Maukah kamu menjadi wanita istimewa dihidupku?" Devyan mengulang pertanyaannya dengan cemas. Karena pertanyaannya yang pertama tidak dijawab oleh jihan. Ada rasa takut jika Jihan menolak cintanya, karena dulu Devyan sempat ditolak oleh Jihan. Kemudian Jihan mengangguk. Tanda dia bersedia menerima Devyan menjadi kekasihnya.


"Iya, aku mau" ucap Jihan.


Sontak, Devyan langsung berdiri dan memeluk Jihan. Seluruh penonton bertepuk tangan. Karena seperti menonton pertunjukan drama romantis.


Rasanya, seperti dunia milik berdua. Akhhh sungguh indah hari ini. Dua hati yang selama ini menyimpan debar akhirnya bisa saling mengungkapkan perasaan mereka masing-masing.


Robby dan ketiga sahabat Jihan turut bahagia melihat kebahagiaan Jihan. Robby yang tahu kakaknya tipikal wanita yang pemilih, meyakinkan dirinya jika pilihan kakaknya adalah yang terbaik.


Sementara Jihan hanya mengangguk. Dia menangis bahagia. Dia telah menyerahkan kebahagiaan nya pada laki-laki yang saat ini sudah menjadi kekasihnya itu.


"Aku berharap kamu memegang teguh janji kamu. Dan aku juga berjanji akan menjaga hubungan kita sebaik dan semampu yang aku bisa." Ucap Jihan.


"I love you sayang" ucap Devyan yang melepas pelukannya dan memegang wajah Jihan.


"I love you too Dev" ucap Jihan lalu memeluk Devyan kembali.

__ADS_1


Ada yang sangat bahagia dengan kebahagiaan Jihan dan Dev. Ada juga yang Patah hati karna sosok yang dikagumi kini telah menjadi milik orang. Tapi percayalah pada kekuatan cinta yang tulus dari dua sejoli yang dimabuk cinta itu.


Dua insan manusia yang saling tulus dalam menyayangi. Dengan harapan saling memberi kebahagiaan di hidup masing-masing. Saling menguatkan dan mendukung atas apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.


Devyan yang sebenarnya masih banyak keburukan yang belum sepenuhnya ia tinggalkan. Serta Jihan yang berharap tidak akan terluka kembali karena cinta. Devyan si perfect sudah merencanakan untuk menyatakan cintanya kembali di acara final ini. Dengan bantuan Vicky asistennya, Devyan sukses memberikan kejutan pada Jihan.


Tapi ini bukanlah akhir kisah cinta mereka. Tapi ini adalah awal untuk dua sejoli itu mengenal satu sama dengan lainnya. Ini adalah awal hubungan mereka yang akan menerjang badai kedepannya.


"Kamu senang?" Tanya Devyan


"Tentu aku senang. Siapa yang nggak seneng dapat surprise kaya gini. Tapi aku malu..." Ucap Jihan menghentikan kata-kata nya.


"Why?" Tanya Devyan sambil memegang wajah Jihan yang menunduk.


"Ini terlalu ramai Dev.." ucap Jihan


"Mulai sekarang kamu harus terbiasa mendapatkan kejutan ditempat umum kayak gini sayang" goda Devyan.


"Ikhh, apaan sih, bikin malu tauk." Ucap jihanembuang muka.


"Tapi seneng kan?" Ucap Devyan dengan senyumnya yang menggoda.

__ADS_1


Sementara itu, Tasya yang menyaksikan ini semua merasa kesal. Dia meninggalkan tempat itu dengan luapan emosi yang menggebu-gebu.


__ADS_2