Terjerat Masa Lalu

Terjerat Masa Lalu
7. penyemangat


__ADS_3

Jihan hanya diam. Sementara Dev masih menunggu jawaban apa yang akan keluar dari mulut Jihan.


Tanpa terasa, Jihan mulai meneteskan air matanya. Devyan yang melihat Jihan menangis langsung memeluk Jihan .


Dev merasa jika Jihan benar-benar cemburu.


"Jangan nangis, nggak ada hal yang harus kamu khawatirkan. Aku sama Tasya memang memiliki hubungan..." Ucap Dev seketika berhenti, karena tiba-tiba Jihan melepas pelukan Dev.


"Berarti bener? Kalian pacaran?" Tanya Jihan.


"Iya, tapi itu dulu. Jauh sebelum aku deketin kamu dan jatuh cinta sama kamu. Aku sama dia udah lama putus, dia memang kayak gitu orangnya. Kamu jangan percaya sama omongan dia lagi ya." Ucap Dev sambil menyapu air mata Jihan dengan ibu jarinya.


"Kok ngomongnya aku kamu sih?" Jihan tersipu malu.


"Hahaha, kamu lucu kalo lagi malu." Ucap Dev sambil tertawa


Kemudian mereka berpelukan kembali.


Jihan lega mendengar penjelasan dari Dev. Sekarang dia sadar, bahwa dia sudah benar-benar siap sayang. Tapi ia masih ragu untuk mengatakannya.


"Sekarang kita pulang?" Tanya Dev.


Jihan menjawab ajakan Dev dengan anggukan.


Dev merangkul pundak Jihan sambil berjalan ke motornya.


Kali ini, Jihan membonceng dengan memeluk Dev. Devyan merasa senang dan tersenyum seolah tidak percaya bahwa ia benar-benar sudah mendapatkan hati wanita yang ia sayangi.


Dev merasa sangat kesal pada Tasya, karena telah menyakiti hati orang yang ia sayangi.


Disekolah, Devyan langsung mencari tasya.


"Tas, kemaren Lo ngapain Jihan? " Tanya Devyan


"Jihan? Jihan siapa? Gue nggak kenal sama yang namanya jihan?." Ucap Tasya.

__ADS_1


"Alaaahhh nggak usah ngeles deh Lo. Gue peringatin ya ama elo, jangan pernah ganggu gue sama Jihan . Karna gue nggak segan-segan nyakitin elo." Ucap Dev sambil melotot.


"Siapa Lo sih dia? Haaa?" Ucap Tasya.


"Dia pacar gue" ucap Dev dengan nada tinggi hingga membuat orang-orang yang berada di sekitar mereka menoleh kearah Devyan dan Tasya.


"Pacar Lo itu cuman gue Dev" ucap Tasya.


"Sadar tas, kita udah lama putus. Jadi lo jangan ikut campur lagi sama urusan gue." Ucap Dev.


"Itu kan menurut elo, menurut gue kita nggak pernah putus, sampai kapanpun." Ucap Tasya dengan senyum sinisnya.


Dev merasa geram dengan ucapan tasya yang semaunya sendiri. Tasya tersenyum merasa menang. Dev yang sudah kehabisan kata-kata hanya memukul dinding lalu pergi meninggalkan Tasya. Dia berfikir bagaimana membuat wanita itu jera.


~turnamen basket


Hari ini jadwal Jihan dan tim sekolahnya bertanding. Sejak pagi Jihan sudah bersemangat untuk melakukan yang terbaik untuk pertandingan ini, babak penyisihan untuk menentukan masuk tidaknya tim basketnya masuk ke babak final.


*Ting...


Devyan : semangat cantik, kamu pasti bisa.


Jihan tersenyum dan segera mengetik .


**Jihan : siap ☺️☺️ kamu nonton?


Devyan : emmmm kayaknya enggak deh


Dev berbohong, karna ddevyan ingin tau ekspresi Jihan


Jihan yang membaca pesan Dev langsung mengerutkan dahi


Jihan : kenapa????


Dev tersenyum membaca pesan Jihan, dia ingin memberi kejutan pada Jihan .

__ADS_1


Devyan : ada urusan


Jihan merasa kesal pada Dev. Tapi dia tidak ingin menunjukkan jika dia kecewa.


Jihan : ohhh ya udah kalo gitu. Aku mau berangkat. Bye.


Dev membaca pesan Jihan langsung terkekeh


"Pasti dia ngambek" gumam Dev


~di gedung olahraga


Jihan merasa semangatnya menurun. Tiba-tiba teman-teman Jihan datang menghampirinya


"Lo kenapa Jihan? Kok kusut gitu sih?" Tanya Ciwi pada Jihan yang duduk.


"Penyemangat gue nggak dateng" ujar jihan dengan wajah cemberut.


Ciwi, Amel dan Fira saling memandang. Ciwi mengangkat bahunya tanda dia juga tidak tau siapa orang yang dimaksud Jihan.


"Penyemangat Lo siapa?" Ucap Amel yang tak kalah penasaran


"Dev" ucap Jihan singkat.


"Ohhhh, ternyata" ucap Fira


"Lo harus semangat dong, ini kan babak penentuan sekolah kita masuk ke final ato enggak. Masa Lo lesu gini sih" ucap Amel .


"Iya, Lo harus semangat . Mungkin si Dev punya alasan tersendiri kenapa dia nggak bisa nonton Lo tanding" ucap Fira


Jihan merasa apa yang dikatakan sahabat nya itu benar.


"Iya, mungkin Dev lagi ada urusan penting. Lagian gue harus tetep semangat biar bisa menang" ucap Jihan sambil mengepalkan tangannya kedepan


"Nah, itu baru Jihan yang gue kenal" ucap Ciwi

__ADS_1


"Semangat dong beb, lo pasti bisa menang. Masih ada kita-kita yang semangatin elo." Ucap Fira.


__ADS_2