
Di tengah keasyikan mereka berempat, ada sepasang mata yang sedang mengawasi Jihan dan teman-temannya dari sebrang sana. Ya, Devyan memerhatikan Jihan dengan seksama.
"Kalian lihat cewek cantik disebelah sana?" Ucap Devyan ke teman-temannya hingga mengalihkan pandang mereka semua ke gadis yang Dev tunjuk.
"Gadis yang pake dress warna ungu" tunjuk Dev.
"Kenapa emangnya bro? Cantik banget bro" ucap Dian teman Dev sambil geleng-geleng kepala.
"Gue penasaran ama tuh cewek, tadi sore gue ketemu dia pas di toko buku, eh ini ketemu lagi," ujar Dev
"Tuh cewek cantik Dev, bener-bener cantik" decak novan teman Dev sambil geleng-geleng kepala mengagumi kecantikan gadis yang ditunjuk oleh Dev
"Dia sekolah di SMA *******, berarti satu sekolahan sama Kevin dong" ujar Devyan.
"Lo coba chat Kevin gih, buat minta kontak tuh cewek" ujar Dian .
"Lo bener yan, kenapa nggak kepikiran ya gue". Ujar Dev.
*Sepulang dari mall*
Devyan mendapatkan kontak Jihan dari Kevin. Kevin satu sekolah dengan Jihan, bahkan satu kelas dengan Jihan. Sehingga Dev merasa usahanya untuk mendekati Jihan bisa berjalan lancar.
"Thanks ya Vin lo udah ngasih kontak Jihan ama gue." Ujar Dev duduk di teras rumah kevin
"Iya sama-sama, kebetulan juga gue satu kelas ama Jihan, dia gadis yang baik." Ujar Kevin.
"Btw, doi udah punya cowok belum sih?" Tanya Dev.
"Si Jihan itu udah beberapa bulan lalu putus dari pacar nya. Mungkin sekitar 3 bulanan lah. Pacar nya dia selingkuh ama temen sekelas gue ama jihan. Parah nggak tuh. Sampe sekarang Jihan kaya males gitu kenal ama cowok." Ucap Kevin.
"Oh, dia abis di selingkuhin"ujar Devyan manggut-manggut .
"Nah, satu lagi, Jihan tipe cewek yang susah ditaklukin. Yaa, dia cuma pengen fokus ama sekolahnya. Dia murid paling pinter di kelas, bahkan." Ucap Kevin. "Lo naksir ama jihan? " Tanya Kevin.
"Gue penasaran, sepertinya gue tertarik ama tuh cewek" ujar Dev.
"Semoga lo berhasil ya" ujar Kevin.
"Yaudah gue pulang dulu ya vin. Udah malem" ujar Devyan.
"Oke. Hati-hati" ucap Kevin.
"Hallah, kayak rumah gue dimana aja. Orang cuma jalan kaki udah nyampe" ucap Devyan pergi meninggalkan Kevin.
Sepulang dari rumah Kevin, Devyan mencoba chat dengan Jihan.
Dev : hai... Lagi ngapain?
Jihan meraih ponsel yang berada diatas nakas dan membaca pesan masuk. Dia melihat foto profil dari kontak yang men-chat nya.
*Jihan : hai juga.. lagi nggak ngapa-ngapain. Lo dapet kontak gue dari siapa?
Dev : dari Kevin. Dia sepupu gue. Temen Lo kan?
Jihan : ohh.. si Kevin. Iya.
Dev : besok pulang sekolah jalan yuk.
Jihan : kemana ?
Dev : Lo maunya kemana?
Jihan : hahaha, Lo aneh banget, Lo yang ngajakin malah nanya ama gue.
Dev : hehehe, kita jalan-jalan aja*.
Lama Jihan tidak membalas. Karena dia bertanya ama sahabat-sahabat nya.
*Jihan : guys... Gue di chat ama cowok yang tadi ketemu di bioskop
__ADS_1
Ciwi : lha terus respon Lo gimana?
Amel : seriusan ?
Jihan : iya serius, dia ngajakin jalan, gimana nih? Terima nggak ya ajakan dia.
Fira : coba aja dulu, siapa tau kalian saling jatuh cinta
Jihan : wkwkwkw apaan sih Lo Fir*
Dev pun mengirim pesan yang lama tidak dibalas oleh Jihan
*Dev : gimana? Mau nggak?
Jihan : oke, besok sepulang sekolah gue tunggu di halte depan sekolah. Udah dulu ya, gue ngantuk. Bye (emoticon smile)
Dev : oke, salamat tidur ya. Mimpi yang indah (emoticon smile*)
Dev pun merasa senang karena besok dia berhasil ngajakin cewek yang dia taksir jalan.
*Kring... Kring.. kring.."
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Jihan yang keluar bersama ke tiga sahabatnya terus dijahili sahabat nya.
"Cie cie... Yang mau jalan ama gebetan baru" ucap Ciwi.
Jihan tidak menanggapi ucapan Ciwi.
Setelah melewati gerbang sekolah yang besar, Jihan pun menengok ke arah halte depan sekolah untuk memeriksa keberadaan orang yang ia tunggu. Sebelumnya Jihan sudah memberitahu ke pak Jono agar tidak menjemputnya. Senyum Jihan pun mengembang tatkala melihat sosok yang ia tunggu.
"Gue pergi dulu ya" ujar Jihan pada Amel, Ciwi ,dan Fira.
"Cie.. cie.." sahut amel, Ciwi, dan Fira bersamaan.
Jihan melangkah menghampiri sosok yang menunggunya menggunakan motor sport warna merah dengan senyum yang penuh harap.
Dev yang melihat sosok yang sudah ia tunggu merasa senang. dan melambaikan tangan kearah Jihan .
"Hai... Udah lama nunggu?" Ucap Jihan .
"Ahh,, belum lama, gue juga baru nyampe kok" ujar Dev. "Yuk naik" ajak Dev penuh semangat sambil memakaikan helm ke kepala Jihan.
Jihan pun tersenyum mendapatkan perlakuan sederhana namun penuh makna itu "makasih, gue bisa pake sendiri kalee" ujar Jihan.
"Udah, ayok naik" ajak Dev.
Jihan pun naik di belakang Dev.
Rupanya, ada sosok yang sedari tadi memerhatikan Jihan dan Dev . Ya, dia adalah Dino, mantan Jihan.
"Dia jalan ama siapa ya?" Gumam Dino.
Disepanjang jalan, Dev tidak henti-gentinya memerhatikan sosok Jihan yang berada dibelakangnya melalui kaca spion motornya.
Dev pun menghentikan motornya di parkiran sebuah restoran.
Jihan turun dan hendak membuka helm. Namun tangan Jihan dihentikan oleh Dev yang dengan sigap membukakan helm yang Jihan pakai.
"udah Dev, gue bisa sendiri kok" ujar Jihan.
"Nggak papa, gue suka ngelakuinnya buat elo" ucap Devyan.
"Buat gue? Hehehe pasti ama cewek-cewek Lo yang lain juga kan?" Goda Jihan .
"Apaan? Cewek? Enggak kok. Elo doang kali" ucap Dev .
"Alah, pasti boong" ujar Jihan melangakah pergi memasuki restoran itu.
Dev melangkah mengikuti Jihan.
__ADS_1
"Duduk dimana kita?" Ucap Jihan.
"Sebelah sana disamping kolam" tunjuk Dev.
Restoran itu memiliki kolam buatan yang berisi ikan koi yang cukup banyak. Dengan nuansa air mancur menambah ketenangan pada sudut restoran tersebut.
" Lo mau pesen apa?" Tanya Dev.
" Gue laper, mau pesen nasi aja deh sama ayam bakar sambel tomat" ujar Jihan yang membuka buku menu.
"Minumnya?" Tanya Dev.
"Jus alpukat tanpa es" ujar Jihan.
"Oke" ucap Dev.
Setelah memesan makanan~
"Panas gini kok nggak mau minum pake es?" Tanya Dev.
"Gue nggak terlalu suka minuman dingin." Ucap Jihan.
"Kenapa?" Ucap Dev
"Ya nggak suka aja, nggak tau alasannya. Tapi kadang pake es, tapi dikit. Kalo pake es banyak suka nggak kuat kalo pas lagi olahraga." Ucap Jihan.
"Lo suka olahraga?" Tanya Dev
"Suka. Gue ikut banyak cabang olah raga. Basket gue paling suka. Tapi hampir semua olahraga gue suka." Ucap Jihan
"Pantesan badan kamu bagus," ucap Dev.
"Ah masa? Ucap Jihan.
"Emmm" sahut dev. Memerhatikan tubuh Jihan yang benar-benar bagus.
"Ternyata suka olahraga juga, pantesan punya bodi yang aduhai." Gumam Dev.
Setelah pesanan datang~
"Uhh, pasti mantap nih. cacing-cacing diperut gue udah pada demo" ujar Jihan.
"Pasti lah, ini restoran andalan gue. Menu-menunya enak semua" ujar Dev dengan senyuman.
"Yuk makan" ajak Jihan.
Setelah makan, mereka nggak langsung pulang, mereka duduk di samping kolam sambil memberi makan ikan .
"Kenapa Lo minta kontak gue?" Tanya Jihan.
"Emangnya nggak boleh apa?" Ujar Dev.
"Ya nggak gitu juga. Kita kan ketemu baru 2 kali" ujar jiahn.
"Lah, ini udah yang ketiga kali kan? Hehehe" ucap Dev menggaruk leehernya yang tidak gatal.
"Kenapa? Lo ada yang marahin? Atau nyariin gitu?" Tanya Dev.
"Eh nggak kayak gitu. Paling yang nyariin nyokap gue" ujar Jihan.
"Cowok elo?" Tanya Dev penasaran. Padahal dia sudah tau dari Kevin, sepupunya
"Cowok? Hahaha, nggak ada. Gue ngga ada cowok.. elo mungkin yang ntar di marahin cewek elo karna jalan ama gue." Ucap Jihan.
"Nggak ada. Gue nggak punya cewek. Mungkin cewek disamping gue mau jadi cewek gue" goda Dev memerhatikan ekspresi Jihan.
"Ihhh apaan? Kenal juga barusan. Udah bilang kek gitu" ucap Jihan malu dan memalingkan wajahnya dengan senyum tipis.
"Kenapa ngga dicoba dulu?" Goda Dev.
__ADS_1
"Apaan sih, enggak deh Dev. Gue belum siap pacaran dulu" ucap Jihan.
"Kenapa?" Ucap Devyan. Menelisik raut wajah Jihan yang mulai sedih.