Terjerat Masa Lalu

Terjerat Masa Lalu
6. Cemburu


__ADS_3

*kring.. kring.. kring*


Jam les pun telah usai.. Jihan berjalan keluar gerbang sekolah menuju mobil jemputannya. Dan berpisah dengan ketiga sahabatnya.


"Pak, antar ke SMA ********" ucap Jihan sambil masuk kedalam mobil.


"Mau ngapain non kesana?" Tanya pak Jono melajukan mobil meninggalkan sekolah Jihan.


"Mau lihat temen latihan basket pak, tapi sebelumnya mampir ke SPBU dulu ya, saya mau ganti baju dulu" ujar Jihan.


"Non sudah bilang sama ibuk?" Ucap pak Jono


"Sudah pak, bapak bisa telfon mama sendiri kok" ujar Jihan.


~sampai di SPBU Jihan masuk kedalam toilet dan segera berganti baju. Tak lupa ia juga mengganti sepatunya. Jihan keluar dari toilet dan segera pergi ke sekolah Dev.


*Disekolah Dev.


"Pak, bapak boleh pulang. Nanti saya diantar teman. Oh iya pak, nanti barang-barang saya taruh di kamar ya" ucap Jihan sambil menunjuk seragam nya di kursi belakang.


"Iya non." Ucap Jono dan pergi meninggalkan majikannya.


"Kok jadi deg-deg an gini yah" gumam Jihan.


Jihan mencari letak lapangan sekolah. Tapi tiba-tiba ada yang datang menghampirinya.


"Hai.. kayaknya bukan siswa sini ya?" Ujar pria tersebut.


"Hai.. ah iya gue dari SMA ******" ucap Jihan.


"Oh, pantesan gue nggak pernah lihat Lo. Kenalin, gue Yovan." Ucap pria tersebut sambil mengulurkan tangannya.


"Gue Jihan, gue pamit dulu ya, mau nemuin seseorang" ucap Jihan berlalu meninggalkan Yovan.


"Cantik sekaliii" ucap Yovan memandang Jihan yang berlalu meninggalkannya.


Jihan mengambil handphone nya dari dalam tas. Dan menekan tombol call .


"Dev, gue udah sampe nih, gue didepan ruang kepsek" ucap Jihan.


"Oke gue kesana sekarang,Lo tunggu ya" ujar Dev. Lalu mematikan sambungannya.


Dev berlari menghampiri Jihan.


Dev melihat Jihan duduk di kursi depan ruang kepsek. Lalu Jihan berdiri saat melihat sosok yang ia tunggu.


"Dev" ujar Jihan.


"Hai.. udah lama nunggu?" Tanya Dev.


"Baru nyampe kok" ucap Jihan


"Ya udah yuk" ucap Dev tanpa ragu menggenggam tangan Jihan.

__ADS_1


Jihan merasa senang mendapat perlakuan dari Dev.


Sesampainya di lapangan basket


"Lo duduk sini aja ya, bentar lagi latian dimulai nih. Lo udah makan?" Tanya Dev penuh semangat dan meminta Jihan duduk di bangku dekat lapangan.


"Udah tadi siang kok. Ntar habis latihan cari makan ya" rayu Jihan sambil memegang perutnya.


"Iya nanti kita cari makan." Ujar dev dengan senyum manisnya.


~dibelakang mereka, ternyata ada wanita yang mengawasi Dev. Dia adalah Tasya, mantan dari Devyan yang masih menaruh hati dengan Dev.


"Siapa gadis itu? Gue baru pertama kali lihat cewek itu. Kayaknya bukan murid sini." Gumam Tasya.


Dev yang sedang latihan merasa semangatnya berkali-kali lipat karena kehadiran Jihan.


Sementara jihan, tersenyum tipis, seakan ia mulai mengakui perasaannya pada Dev.


"Dev, meskipun kita baru kenal, tapi rasa nyaman ini akan berubah jadi rasa sayang" gumam Jihan dalam hati.



Dev yang sedang latihan tak hentinya melempar senyuman kearah Jihan. Sementara itu Tasya mulai merasa cemburu.


Waktu istirahat latihan, Jihan memberikan air minum pada Dev.


"Jadi Lo juga ikut turnamen nanti?" Tanya jiahn


"Iya, kita sama-sama berjuang biar bisa menang ya" ucap Dev.


"Ah, kau mulai ngeselin ya sekarang" ucap Dev sambil mengacak-acak rambut Jihan.


"Dev.. jangan diberantakin." Ucap Jihan sambil memanyunkan bibirnya sedikit.


"Aduh,lucunya kalo lagi cemberut" ucap Dev sambil mencubit pipi Jihan sebelah kanan.


"Aaawww, sakit tau Dev" ucap Jihan sambil mencubit perut Dev.


Dev hanya tertawa sambil memegang perutnya yang dicubit oleh Jihan.


Tasya yang menyaksikan kemesraan mereka menjadi sangat marah.


"Dev, toiletnya sebelah mana? Kebelet nih" ucap Jihan.


"Mau gue anter?" Ucap Dev sambil berdiri.


"Apaan sih. Nggak usah, tunjukkin aja arahnya kemana." Ucap Jihan.


"Hehehe, kirain mau dianterin sekalian" goda Dev


"Nggak. Nggak perlu." Ucap Jihan menaruh tangannya di dada .


"Ya udah kalo nggak mau. Tuh lorong itu, belok kanan, " tunjuk Dev.

__ADS_1


"Oke." Ucap Jihan meninggalkan Dev.


Saat di toilet


Tasya mengikuti Jihan.


Jihan yang baru keluar dari kamar mandi terkejut.


"Kayaknya Lo bukan murid sini?" Tanya Tasya.


"Iya, gue kesini buat nonton Dev latihan." Ucap Jihan.


"Lo siapanya Dev? Oh iya, kenalin nama gue Tasya, pacar nya Dev. " Ucap Tasya.


Jihan terkejut mendengar ucapan Tasya.


"Gue ama Dev cuma temen kok" ucap Jihan santai, padahal hatinya bagaikan tersambar petir disiang bolong


"Dev itu pacar gue, jadi Lo jangan coba-coba deketin Dev lagi. Lagian, bukan cuma Lo cewek yang deket sama Dev, jadi Lo jangan sok jadi yang istimewa." Ucap Tasya dengan mata yang sedikit melotot.


Jihan yang mendengar ucapan Tasya langsung pergi meninggalkan Tasya. Jihan berlari melewati lapangan. Dia merasa kecewa dan dipermainkan oleh Devyan. Devyan yang melihat Jihan langsung menyusulnya karena Devyan takut Jihan kenapa-kenapa.


Jihan berlari ke arah pangkalan ojek. Lalu pergi . Dev merasa ada yang terjadi pada Jihan. Dev berusaha menelepon Jihan, namun tidak diangkat. Fikiran Jihan benar-benar kacau. Dia merasa dibohongi oleh Dev.


Dev yang telah selesai latihan basket pun langsung melajukan motornya ke rumah Jihan.


Namun hasilnya nihil. Kata pembantu Jihan, Jihan belum pulang.


Dev merasa khawatir. Dev berusaha menelepon Jihan. Namun tak juga ada jawaban.


Jihan mencoba menenangkan fikirannya di lapangan basket dekat kompleks rumahnya.


"Gue bodoh karna udah percaya lagi sama cowok. Hampir aja gue nyeburin diri gue sendiri ke lubang yang sama. Gue nggak nyangka bisa se ***** ini. Devvvv kenapa Lo tega mempermainkan perasaan gue? Kenapa Dev?" gerutu Jihan sambil men-drible bola.


Jihan merasa lelah dibohongi. Jihan terduduk di tengah lapangan melipat kakinya dan memeluk kakinya . Jihan menenggelamkan kepalanya diatas kakinya dan menangis.


Dev yang akan pulang tidak sengaja bertemu Jihan. Dia segera menghampiri Jihan yang tengah terduduk disana.


"Jihan" ucap Dev.


Jihan menghentikan tangisannya karena mendengar suara yang ia kenal. Jihan mendongak keatas dan melihat sosok yang memanggil namanya.


Jihan terkejut saat melihat Dev berada dihadapannya. Jihan langsung berdiri dan mencoba pergi meninggalkan Devyan, namun di cegah oleh Dev.


"Lo kenapa? Kenapa pergi? Kenapa nangis? Gue khawatir sama Lo" ucap Dev memeluk Jihan.


Jihan segera menepis pelukan Devyan.


"Ngapain Lo kesini? Kenapa nyariin gue? Kenapa khawatir sama gue? Urusin tuh pacar Lo si Tasya Tasya itu. Gue bukan siapa-siapa Lo" ucap Jihan mencoba menahan tangisnya.


"Tasya?" Ucap Dev kaget.


"Iya, Tasya pacar Lo" ucap jihan.

__ADS_1


"Lo cemburu? Ucap Dev sambil meletakkan kedua tangannya pada pundak Jihan.


__ADS_2