Terjerat Masa Lalu

Terjerat Masa Lalu
3. Lara Hati


__ADS_3

"aku hampir tidak percaya dengan yang namanya cinta. Rasanya hati ini sakit saat harus berpisah. Aku bukan takut jatuh cinta, tapi aku takut akan perpisahan." Ucap Jihan lirih dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Aku tidak tahu persis nya apa yang bikin Lo sampe menutup hati lo kaya sekarang ini. Tapi izinin gue mengetuk hati lo, hingga Lo benar-benar siap untuk membuka nya." Ucap Dev dengan tatapan serius memerhatikan jihan.


"Gue ngga mau ngasih harapan ama lo Dev, gue takut ngga bisa bales perasaan lo" lirih Jihan yang memalingkan wajahnya.


"Nggak papa, mungkin saat ini belum. Tapi, suatu hari nanti gue bakal masuk dihati elo, bersemayam disana. Karna jujur, gue udah jatuh cinta ama lo sejak kita pertama kali ketemu." Uajr Dev.


"Deeeevvvv .." ucap jihan.


Dev mengulurkan jari telunjuknya di bibir Jihan "gue tunggu sampe lo siap. Karna gue yakin ama perasaan gue. Izinin gue jadi pengobat luka hati lo".


Pandangan mereka bertemu. Mencoba mencari kejujuran pada kata-kata yang telah mereka ucapkan. Mencoba mencari setitik harapan akan datangnya cinta.


"Udah sore, gue antar pulang ya" ajak Devyan.


"Emm.." ucap Jihan mengangguk kan kepala.


Mereka berjalan bergandengan keluar restoran. Dev memakaikan helm Jihan. Dan mengantar nya pulang.


Sesampainya dirumah~


"Nggak mau mampir dulu Dev?" Tanya Jihan.


"Lain kali aja ya, gue langsung pulang. Ntar sampe rumah gue kabarin, oke" ucap Dev dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Oke, hati-hati dijalan ya " ucap Jihan sambil melambaikan tangannya menyaksikan kepergian Dev.


"Kayaknya gue bener-bener jatuh cinta ama lo Jihan. Ya, sejak awal kita ketemu gue udah jatuh hati sama elo. Dan sekarang gue jadi tambah yakin kalo gue harus bisa bikin Lo ngebalas cinta gue. Gue janji akan berusaha bahagiain elo, gue ngga bakal nyakiti elo. Jika nanti elo bener-bener jadi milik gue. Gue nggak akan sia-sia in elo seperti mantan Lo." Gumam Dev sambil mengendarai motornya


Keesokan harinya~


Disekolah, Jihan mulai mendapatkan sederet pertanyaan dari para sahabatnya.


"Cieee,, gimana ngedate nya kemaren?" Ucap Fira.


"Lancar" ucap Jihan singkat karna dia belum ingin bercerita kalo Devyan mengutarakan isi hatinya secepat itu.


"Kayanya bakalan ada yang punya pacar baru nih" goda Ciwi.


Jihan hanya membalas ucapan Ciwi dengan senyuman.


"Dev emang ganteng banget sih, gantengan Dev dari pada si Dino itu." Ucap Amel


"Iyalah, ngga ada apa-apanya malah. Tapi kemaren gue liat nih, si Dino merhatiin elo pas lo di jemput sama Devyan" ucap Amel

__ADS_1


"Masa sih Mel ?" Ucap Jihan.


"Iya beneran tauuu. Masa gue boong sih" ucap Amel.


"Apa jangan-jangan si Dino masih ada hati ama lo?" Ujar Fira


"Gue udah nggak peduli. Pintu hati gue udah tertutup buat dia. Nggak bakal gue ngulangin kesalahan yang sama. Masuk kedalam cinta yang menyakitkan." Ucap Jihan.


"Lo bener , play boy kaya si Dino ngga pantes dapetin cewek sebaik elo. Dia emang pantes tuh jadian ama cewek cabe-cabean kaya si..." Tunjuk Amel ke arah seseorang.


"hust.. udah ah, ntar dia denger jadi Geer lagi" ucap Jihan


"Biarin. Dasar muka tembok. Pengen gue bejek-bejek tuh muka sok polos." Sahut Ciwi dengan emosi.


"Udah ah, nggak usah di bahas lagi." Ucap Jihan.


*Bel istirahatpun berbunyi. Murid-murid berhamburan keluar kelas berjalan ke kantin sekolah. Tiba-tiba Dino datang memegang tangan Jihan dan menariknya ke lorong sekolah yang sepi .


"Kemaren Lo dijemput ama siapa?" Ucap Dino


"Bukan urusan lo. Lagian lo siapanya gue harus tau apa yang gue lakuin?" Ucap Jihan dengan santai.


"Gue nggak suka Lo deket-deket ama cowok lain" ucap Dino


"Hei.. lo sekarang bukan siapa-siapa lagi buat gue. Jadi terserah gue mau jalan ama siapa aja." Ucap Jihan dengan nada tinggi lalu pergi meninggalkan Dino. Namun langkahnya terhenti dan kembali menatap Dino "yang kemaren itu, pacar gue. Jadi gue harap lo nggak usah ganggu urusan gue." Ucap Jihan dengan penuh penekanan.


"Arghhh sial. Gue bakalan dapetin hati Lo lagi Jihan." Teriak Dino . Dan tidak sengaja terdengar oleh pacar dino. Mia.


"Apa yang barusan gue denger? Lo masih ngejar-ngejar Jihan haaa? " Ucap Mia


"Iya. Gue masih cinta ama Jihan. Dan gue nyesel udah ninggalin Jihan demi cewek kayak elo." Ucap Dino sambil menunjuk kearah Mia.


"Dinooo" teriak Mia yang sudah mengangkat tangannya hampir menampar Dino


"Apa? Lo mau nampar gue? Tampar ajaa.. lagian gue udah muak ama kelakuan Lo Mi. Mulai sekarang kita putus" ucap Dino dan meninggalkan Mia.


"Nggak. Gue nggak mau putus dari lo Dino. Gue masih sayang banget ama Lo Dino." Ucap Mia yang sudah meneteskan air matanya sambil memegang tangan Dino dengan eratnya.


"Nggak. Gue nggak bisa lagi jalan sama cewek kayak Lo. Mulai Sekarang jangan ganggu gue lagi." Ucap Dino dan benar-benar pergi meninggalkan Mia yang sudah berderai air mata.


" Nggak Dino. Sampai kapanpun lo tetep jadi milik gue. Gue nggak rela lo dimiliki ama siapapun." Ucap Mia dengan kepalan tangannya yang menguat.


Jihan menuju kantin menghampiri teman-temannya yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Ni orang dari mana aja sih?" Tanya Ciwi.

__ADS_1


"Emmm,dari toilet" ucap Jihan berbohong.


"Lo nggak pesen makan? Keburu bel masuk tau nggak" ucap Amel.


"Gue minum aja deh, lagi males makan" ucap Jihan.


Tiba-tiba smartphone Jihan berbunyi. Dan itu pesan dari Devyan.


***Dev : pulang jam berapa? Gue jemput ya


Jihan : jam 14.00. Nggak usah, gue di jemput ama supir.


Dev : ayolah (emoticon senyum)


Jihan : sorry Dev, gue nggak bisa. Soalnya gue ada latihan volly. Karna bentar lagi mau ada turnamen


Dev : ya udah, gue yang anter ya, please (emoticon senyum) gue pengen sekalian nonton kamu main basket*.


Jihan : ihhh,, apaan sih, gue ntar malu hehehe


Dev : ahahaha, ngapain musti malu? Main juga ntar gue usahain nonton


*Jihan : oke. Jemput gue di rumah jam 5 sore


Dev : siap. Everything for you*


Amel yang melihat Jihan senyam-senyum membaca chat dari handphone nya pun penasaran dengan isi chat dan siapa yang di chat Jihan .


"Chat dari siapa sih? Kok lo senyum-senyum gitu. Jangan-jangan dari Dev ya?" Goda Amel.


"Hehehe, iya. emang dari Dev" jawab Jihan dengan senyum mengembang.


"Uluh uluh, kayanya mulai tumbuh benih-benih cinta nih" goda ciwi.


"Belum. Gue baru kenal dia, masih banyak hal yang musti gue tau sebelum bilang cinta. Gue nggak mau asal pilih." Ucap Jihan sambil meminum orange jus yang dia pesan.


"Semoga si Dev beneran serius ama elo ya, biar temen gue yang satu ini nggak kelamaan jomblo. Biarrr, kalo kita-kita hangout ama pacar-pacar kita elo nggak sewot" ucap Fira yang merangkul Jihan dan diselingi gelak tawa dari teman-temannya.


"Hehehe. Nggak lucu." Jawab Jihan cemberut. Karena diantara mereka berempat, dialah yang masih betah sendiri.


Bel masuk kelas pun berbunyi. Jihan, Fira, Amel dan Ciwi masuk kedalam ruang kelas.


Mia menatap Jihan dengan tatapan sinisnya. Dia tidak percaya, pacarnya Dino masih mengharapkan Jihan kembali kedalam pelukannya.


Jihan yang menyadari tatapan Mia pun bersikap biasa saja, karena dia tahu Mia tidak menyukainya.

__ADS_1


~bel pulang sekolah pun berbunyi, ke empat sahabat itu keluar dari gerbang sekolah dan menuju mobil jemputan mereka masing-masing.


__ADS_2