
Sesampainya di parkiran
"Mau aku anter?" Ujar Devyan
"Aku bawa mobil sendiri kok Dev, lagian mau sekalian mampir ke toko buku" ucap Jihan.
"Yaudah, hati-hati dijalan ya" ucap Devyan sambil mengusap rambut Jihan.
Jihan mengangguk. Lalu ketiga sahabat Jihan datang.
"Jihan.." ucap Fira. Lalu menghampiri Jihan bersama dengan Amel dan Ciwi.
"Hai... Dev, kenalin ini sahabat-sahabat aku. Ini Fira, ini Ciwi, dan ini Amel." Ucap Jihan sambil menunjuk sahabatnya satu persatu.
"Hai Dev.." ucap ke tiga sahabat Jihan.
"Jadi sekarang manggilnya udah aku kamu nih" ucap Amel sambil berdehem.
Dev dan Jihan hanya tersenyum malu mendapat godaan dari ke tiga sahabat Jihan.
"Jangan kelamaan Dev, ntar diambil orang lhoh" ucap Ciwi. Sambil tersenyum kearah Jihan.
"Ciwi, apaan sih Wi" ucap Jihan sambil sedikit berbisik.
"Bukan gue yang kelamaan, gue mah tinggal nunggu dijawab aja, tapi sampe sekarang nggak dijawab-jawab. Gimana dong?" Ucap Devyan sambil mengedipkan salah satu matanya kearah Jihan.
Jihan hanya mengerutkan dahinya sambil tersenyum malu.
__ADS_1
"Oh, jadi udah ada yang di dooorrr tapi nggak cerita nih ama kita-kita?" Ucap Fira.
Jihan memilih bungkam seribu bahasa mendengar ucapan sahabatnya.
Ketiga sahabat Jihan sangat paham dengan sifat Jihan, karena Jihan tidak ingin mudah mengambil keputusan jika itu bersangkutan dengan hal asmaranya.
Devyan mengedarkan pandangannya, lalu tanpa sengaja dia melihat Tasya sedang mengawasi mereka semua. Devyan yang sudah hafal dengan sifat Tasya mulai curiga. Karena yang Devyan tahu, Tasya adalah wanita yang nekat dan ambisius.
Ciwi, Amel, dan Fira pulang terlebih dahulu meninggalkan Jihan dan Devyan. Sementara Devyan yang merasa gelisah dengan apa yang ia lihat tadi, tidak mengizinkan Jihan pulang sendiri.
"Aku anterin kamu aja" ucap Devyan.
"Nggak usah Dev, aku bisa sendiri kok, lagian gimana motor kamu nanti?" Ucap Dev sambil menatap motor Devyan.
"Gampang, nanti biar dibawa sama temen aku" ucap Devyan sambil mengambil kunci mobil Jihan dan menggandeng tangan Jihan, lalu membukakan pintu untuk Jihan. Kemudian Devyan berjalan ke pintu kemudi.
"Nggak papa, perasan kamu aja mungkin." Ucap Devyan lalu mengemudi mobil Jihan kejalanan.
Jihan hanya menatap Devyan penuh tanya. Lelaki yang biasanya bersikap tenang kini sedang gusar memikirkan sesuatu sambil sesekali memerhatikan spion. Jihan mencoba menengok kebelakang. Namun Devyan mencegahnya dengan mengalihkan perhatian Jihan.
"Ee, kita cari makan yuk, laper nih." Ucap Devyan sambil mengelus-elus perutnya sambil terus fokus dibalik kemudinya.
Jihan hanya menganggukkan kepalanya sambil terus memerhatikan Devyan.
"Dev, ada apa sih sama kamu?apa yang bikin kamu segelisah ini?" Gumam Jihan sambil terus memerhatikan Devyan yang membelokkan mobilnya kesebuah parkiran mall .
Devyan memarkir kan mobil. Setelah mematikan mesin, Devyan keluar mobil dan berlari kecil membukakan pintu untuk Jihan.
__ADS_1
Jihan keluar dari mobil, dan Devyan langsung menggandeng tangan Jihan agar berjalan bersandingan.
Di mall, Devyan dan Jihan langsung menuju store makanan, dan langsung memesan makanan. Setelah memesan makanan, Devyan izin ke toilet pada Jihan.
"Aku mau ke toilet bentar ya" ucap Devyan sambil meraih handphone nya yang tadi terletak diatas meja.
"Iya, jangan lama-lama, nanti makanan nya keburu dateng" ujar Jihan.
"Iya" ucap Devyan sambil mengelus kepala jihan lalu pergi meninggalkan Jihan.
Jihan yang mulai ditinggal oleh Devyan memilih untuk membuka smartphone nya.
Devyan berpamitan pada Jihan ke toilet sebenarnya dia ingin menangkap basah Tasya yang sedang membuntutinya. Dan ternyata benar. Tanpa pikir panjang, Devyan langsung menarik Tasya tanpa berkata apa-apa. Devyan benar-benar marah pada Tasya, Devyan tidak habis pikir dengan apa yang Tasya lakukan, sepertinya Tasya tidak membiarkan Devyan bahagia bersama orang lain.
*Bruk*
Tasya tersungkur kelantai karena Devyan mendorongnya dengan keras.
"Awww.. sakit Dev" ujar Tasya sambil mendongak ke arah devyan.
"Lama-lama lo jadi psikopat tas, apa maksud lo buntutin gue sama Jihan haaa?" Ujar Devyan sambil sedikit berjongkok ke Tasya.
"Udah gue bilang Dev, lo itu cuma milik gue, jadi nggak ada satu cewek manapun yang bisa deketin Lo" ucap Tasya.
"Masalah nya disini bukan dia yang deketin, tapi gue ! Gue sayang ama dia. Gue cinta ama dia ! Awas aja kalo sampe lo nyakitin Jihan! Gue bersumpah bakal bikin hidup lo dan perusahaan bokap lo hancur!" Ucap Devyan dengan penuh emosi.
Tiba-tiba Jihan muncul. Jihan yang melihat gelagat Dev yang mencurigakan, langsung memutuskan mengikuti Devyan. Dan ternyata benar, Jihan melihat Devyan tiba-tiba menarik tasya, dan Jihan melihat apa yang dibicarakan oleh Dev dan Tasya. Jihan yang terkejut langsung memutuskan untuk mendatangi Devyan dan Tasya yang sedang berada pandang.
__ADS_1