
"nggak papa, lo hebat mainnya" ujar Dev
"Sekarang gue bener-bener punya temen yang ngerti hobi gue" ujar Jihan
DEG
Dev menatap Jihan "apa?cuma temen? Sabar Dev, Lo harus bisa buktiin cinta lo sama dia"gumam Dev dalam hati
"Gue ganti baju bentar ya, udah gerah banget, tunggu disini ya" ucap Jihan mengambil tas nya dan pergi meninggalkan Devyan.
Devyan duduk memerhatikan Jihan yang pergi .
"Sekalinya bener-bener jatuh cinta, malah susah ngedapetinnya" ujar Dev sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.
A view moments later
Dev melihat Jihan yang sudah mengganti baju olahraganya dengan celana jeans, kaos putih pendek yang memperlihatkan perutnya yang rata dan jaket jeans, berjalan menghampiriny
"Yuk pulang" ucap Jihan sambil membalas chat dari sahabatnya.
Dev terpukau melihat Jihan.
"Nyari makan dulu deh, gue laper" ujar Devyan.
"Lo pengen makan apa?" Ucap Jihan.
"Lo pengennya apa?" Ucap Dev yang berdiri dan berjalan bersandingan dengan Jihan meninggalkan lapangan olahraga menuju parkiran motornya.
"Makan bakmi enak kali ya" ucap Jihan.
"Bakmi doang mana kenyang sih" ucap Dev.
"Lha terus apa? Lo coba aja dulu bakmi langganan gue, pasti lo ketagihan deh. Gue jamin" ucap Jihan dengan penuh keyakinan.
"Oke deh. Gue turutin apa yang lo mau." Ujar Dev yang memakaikan helm ke kepala jihan.
"Deevv, gue kan udah bilang, gue bisa pake helm sendiri" ucap Jihan.
"Nggak, selama lo sama gue, lo harus gue yang pakein, biar safety" ucap Dev sambil menghidupkan mesin motor nya.
"Iya iya bawell" ucap Ihan mencubit perut Dev. Dev pun tersenyum melihat Jihan yang patuh pada dirinya.
"Stop Dev, kita udah sampe" ucap Jihan.
"Lo yakin kita makan disini?" Tanya Dev yang melihat tempat dia akan makan itu hanya dipinggir jalan.
"Kenapa? Lo nggak suka ya makan dipinggir jalan kaya gini?" Ucap Jihan turun dari motor.
"Enggak, gue heran aja, kok cewek secantik lo mau makan di pinggir jalan? Biasanya mah cewek cantik gue ajakin makan di pinggir jalan pada nggak mau" ucap Dev sambil melepas helm Jihan dan turun dari motor.
Jihan tidak menjawab Dev.
"Pak bakmi nya 2 ya, yang pedes" ucap Jihan pada pedagang bakmi.
"Iya mbak, silahkan duduk"ucap pedagang bakmi yang langsung menyalakan kompor dan memanaskan minyak diatas penggorengan.
"Berarti lo sering jalan ama cewek dong?" Tanya Jihan penasaran
"Yaaa, sebenernya bukan gue yang ngajakin jalan, tapi cewek-cewek itu, lhah giliran gue ajakin makan dipinggir jalan mukanya langsung manyun" ujar Dev terkekeh mengingat beberapa wanita yang dia ajak jalan.
"Gue cewek yang keberapa?" Tanya Jihan mengangkat kedua tangannya untuk menopang dagu.
"Lo yang pertama ngajakin gue makan disini" ujar Dev sambil menatap Jihan.
Jihan pun terpaku lalu mengalihkan pandangannya agar tidak bertemu dengan pandangan Dev.
Pesanan mereka pun datang.
Dev yang merasa Jihan mendiamkannya pun membuka pembicaraan lagi
__ADS_1
"Besok temenin gue ya, latihan basket" ucap Dev.
"Jam berapa? Besok gue ada les, Lo tau kan bentar lagi ujian" ucap Jihan yang langsung memasukkan makanan kedalam mulutnya.
"Jam 4 kok, masa belum pulang sih?" Ucap Dev.
" Gue usahain" ucap Jihan singkat.
"Gue jemput?" Tanya Dev.
"Nggak usah, dari sekolah gue langsung ke sekolah lo biar dianter sama supir, ntar pulangnya anterin" ucap Jihan sambil menaikkan salah satu alis nya.
"Oke. Gue tunggu, awas aja kalo sampe nggak dateng, gue jemput paksa lo" ucap Dev terkekeh.
"Iya iya gue bakal usahain. Lagian maksa banget sih pengen gue lihatin" ledek Jihan.
"Biar tambah semangat aja" ucap Dev mengembangkan senyumnya.
"Dassar gombal" ucap Jihan.
Setelah selesai makan, Dev mengantar Jihan pulang.
"Dev, masuk dulu yuk" ucap Jihan .
Dev merasa senang karena Jihan mengajaknya untuk mampir kerumahnya.
Dev melangkah membuntuti Jihan yang emmbuka pintu.
"Assalamualaikum" Jihan mengucapkan salam pada yang berada didalam rumah.
"Waalaikumsalam" ucap mama Nana dan papa Irfan .
Jihan mencium tangan kedua orang tuanya yang sedang santai menonton TV di ruang tengah.
Dev pun ikut mencium tangan kedua orang tua Jihan.
"Malam om, Tante" ucap Dev
"Mah, pah, ini temen Jihan, namanya Devyan" ucap Jihan .
Dev memberikan senyum terbaiknya dihadapan kedua orang tua Jihan. Dia merasa senang karena bisa di perkenalkan dengan orang tua Jihan.
"duduk Dev, gue ambilin minum." ucap Jihan.
"Nak Dev temen sekolahnya Jihan?" Tanya papa Irfan.
"Ah bukan om, saya beda sekolah dengan Jihan" ujar Dev
"Dia atlet basket pah" ujar Jihan lalu menuju dapur mengambil minuman untuknya dan Dev.
"Temen deket apa pacar?" Tanya papa Irfan sedikit berbisik.
"Baru teman dekat om" ucap Dev malu.
"Ohh, om kira pacarnya" ucap papa Irfan.
Mama Nana yang mendengar pertanyaan suaminya pun menyenggol tangan suaminya itu karena dirasa pertanyaan seperti itu tidak perlu ditanyakan.
Jihan muncul dari dapur dengan membawa 2 minuman untuk nya dan Dev.
Dev merasa sedikit canggung, karna ini kali pertama dia berkenalan dengan orang tua dari gebetannya.
"Diminum dev." Ujar Jihan.
"Makasih" ujar Dev sambil tersenyum ke arah Jihan dan meminum jus jeruk yang diberikan Jihan.
"Jihan, ajakin temen kamu makan malam dulu nak, kalian pasti capek habis latihan. Mama sama papa keatas dulu. Dev, kalian ngobrol dulu ya, Tante tinggal dulu" ucap mama Nana berdiri mengikuti suaminya naik kelantai atas.
Dev hanya mengangguk.
"Orang tua lo ramah banget" ucap Dev.
__ADS_1
"Iya lah, anaknya aja ramah" ucap Jihan dengan penuh percaya diri.
"Langsung deh, besar kepala" ujar Dev menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Eh, lo mau makan nggak? " Ucap Jihan.
"Nggak usah, gue masih kenyang kok. " Ucap Dev memutarkan matanya melihat rumah Jihan yang cukup luas. Lalu pandangannya berhenti pada foto keluarga Jihan.
"Itu, adik lo?" Tanya Dev sambil menunjuk foto didinding ruang tengah tersebut.
"Oh.. iya, nama nya robby. Dia masih kelas 2 SMP." Ucap Jihan
"Dia hobi basket juga?" Tanya Dev
"Ah bukan, dia justru suka nya main volly" ucap Jihan.
"Ohh" ucap Dev.
Mereka asyik bercanda hingga tak terasa rasa nyaman itupun muncul secara perlahan. Jihan yang memang tipikal gadis yang mudah bergaul merasa nyaman berada didekat Dev.
Dev yang merasa dirinya mulai bisa menarik perhatian Jihan pun tersenyum senang, karena bisa dekat dengan orang yang ia sayangi.
"Gue pamit pulang dulu ya, udah malem" ucap Dev
Jihan hanya mengangguk dan berdiri mengantar Dev sampai di depan rumah.
"Hati hati dijalan ya Dev. Jangan ngebut. Kalo udah sampe kabarin" ucap Jihan.
"Iya siap nona cantik" ucap Dev.
Dev pun meninggalkan rumah Jihan dengan hati yang berbunga-bunga.
~keesokan harinya
Jihan sibuk bersiap berangkat sekolah. Begitupun dengan Dev. Ia merasa sangat bahagia sekarang. Dev yang dulu pernah beberapa kali menjalin hubungan dengan wanita, merasa kan perasaan yang berbeda saat bersama Jihan.
Dev mengambil handphone nya lalu menekan tanda video call .
Tak lama, panggilan nya pun tersambung.
"Hai.. selamat pagi cantik, udah siap berangkat sekolah?" Ujar Dev.
"Pagi Dev, ini lagi siap-siap" ujar Jihan sambil mengikat rambutnya.
"Oh iya, jangan lupa bawa baju ganti ya, nggak enak ntar kalo Lo datang ke sekolah pake seragam lo" ucap Dev.
"Iya, gue udah siapin kok. Sante aja" ujar Jihan sambil menunjukkan paperbag nya yang berisi baju gantinya.
"Udah ya Dev, gue mau turun buat sarapan. Lo jangan lupa sarapan dan hati-hati dijalan" ucap Jihan.
"Iya. Sampai ketemu nanti sore" ucap Dev sambil melambaikan tangan dan mematikan Videocall nya.
Jihan merasa senang mendapat perhatian dari Dev.
~sesampainya di sekolah~
"Hai guys" ucap jihan pada ketiga sahabatnya.
"Ah ciyeeee, yang kemaren ditemenin latihan ama gebetannya" goda Fira.
"Lo tau dari mana? Kan gue belum cerita sama kalian" ujar Jihan .
"Ya tau lah, Mak lambe disekolah kita kan buanyakk" ucap Ciwi.
"Aishhh, pasti ntar gosipin yang enggak-enggak deh" ujar Jihan.
"Lha terus, perasaan lo sendiri gimana ama Dev? Kayaknya udah mulai tumbuh benih-benih cinta nih" goda Amel.
"Kayaknya sih gitu" ucap Jihan dengan malu-malu.
"Tapi ntar ah, gue masih mau mengenal seorang Dev lebih jauh lagi. GUE NGGAK MAU DIHIANATI LAGI" ucap jihan deng nada sedikit keras supaya didengar oleh Mia.
__ADS_1