Terjerat Masa Lalu

Terjerat Masa Lalu
8. debar-debar cinta


__ADS_3

Jihan merangkul ke tiga sahabatnya itu, Jihan merasa beruntung dikelilingi orang yang sangat menyayanginya.


Jihan sejak kecil hidup di keluarga yang serba ada, keluarga yang sempurna, dikelilingi oleh orang-orang yang sangat menyayanginya. Tak jarang pula, Jihan membantu bisnis orang tuanya.


Di tempat lain, Dev sudah berada di GOR tempat Jihan akan bertanding. Dia memang hanya berniat memberi kejutan untuk Jihan. Devyan mengedarkan pandangannya keseluruh GOR tersebut, tapi tak menemukan Jihan. Bahkan teman satu timnya sudah berkumpul bersiap. Jihan kemudian muncul bersama ketiga sahabatnya itu dengan senyuman penuh semangat. Jihan melambaikan tangannya pada ketiga sahabatnya dan bergabung dengan teman satu timnya.


Devyan tersenyum senang melihat Jihan. Dan segera menghampiri Jihan.


"Hai" ucap Dev sambil menepuk punggung Jihan.


Jihan terkejut dan menoleh kebelakang. Jihan tidak menyangka bahwa Devyan datang.


"Devvv, katanya nggak bisa dateng?" Ucap Jihan sambil memonyongkan bibirnya.


"Surprise" ucap Dev sambil mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jaket nya. Tanpa banyak bicara, Dev memakaikan sebuah gelang tali ditangan Jihan.


"Apa ini Dev?" Ucap Jihan yang terpaku melihat Devyan memakaikan sebuah gelang ditangannya.


"Pake ya, biar tambah semangat" ucap Dev sambil tersenyum ke Jihan.

__ADS_1


Jihan hanya mengangguk paham akan apa yang diminta oleh laki-laki yang saat ini sudah mencuri hatinya.


Jihan yang pernah terluka karna sebuah penghianatan,kini sudah benar-benar jatuh hati pada laki-laki yang sungguh berjuang menunjukkan rasa cintanya pada Jihan.


Devyan bukanlah laki-laki yang mudah jatuh cinta pada perempuan. Namun saat dia mencintai seseorang, Devyan akan melakukan apapun untuk orang yang dia sayangi. Itulah sebabnya, banyak dari wanita dimasa lalu Devyan yang masih belum bisa move on dari Dev.


Ingin rasanya Devyan memeluk gadis yang ada dihadapannya saat itu, namun banyak pasang mata yang sedang ada disana. Hingga akhirnya Devyan memegang tangan Jihan lalu mencium punggung tangan Jihan.


Jihan merasa kaget atas apa yang dilakukan oleh Devyan, namun ia tak bisa menolak debaran cinta yang ada pada hatinya.


"Semangat, kamu harus masuk final, lalu kita sama-sama berjuang untuk bisa dapat juara. " Ucap Dev sambil mengusap tangan Jihan.


Disisi lain, ada Tasya yang melihat Devyan dan juga Jihan berpelukan. Tasya sangat marah. Laki-laki yang sangat dia sayangi sekarang memilih wanita lain. Padahal dulu Devyan sangat mencintai Tasya. Namun Tasya menyia-nyiakan Devyan dan berpaling ke laki-laki yang ternyata baji**an.


Jihan segera bergabung dengan teman-teman nya. Mereka melakukan pemanasan sebelum memulai pertandingan. Jihan merasa semangatnya sangat menggebu-gebu.


Pertandingan pun dimulai.


Tim sekolah Jihan unggul di babak pertama. Dibabak kedua pun sama. Jihan yang begitu semangat dalam pertandingan kali ini tidak membiarkan tim lawannya memasukkan bola. Dia terus berusaha merebut bola dan memasukkan bola hingga akhirnya tim Jihan lah yang memenangkan pertandingan kali ini. Dan di babak final nanti, tim jihan akan melawan tim basket putri dari sekolah Devyan.

__ADS_1


Tasya yang menyaksikan permainan Jihan mulai mengatur siasat untuk membuat Jihan malu dihadapan banyak orang. Dan rencana licik Tasya akan dia lakukan saat pertandingan final nanti.


Dia mendatangi teman satu sekolahnya yang ikut dalam tim basket yang besok akan bertanding dibabak final. Dia membisikkan kata-kata kepada temannya itu dengan senyum liciknya. Teman Tasya mendengarkan setiap ucapan Tasya dan mengangguk pertanda mengerti.


Jihan dan tim tak bersenang diri atas kemenangan nya saat ini, karna besok adalah pertandingan penentuan yang pasti akan lebih menguras tenaga, karna tim yang akan mereka lawan adalah tim yang sangat lincah.


"Jihan, selamat ya, kalian emang the best " ucap Ciwi pada Jihan dan timnya.


" Jangan lupa, besok kalian harus menyiapkan fisik yang lebih fit lagi, karna besok babak final, dan lawan kita bukan tim yang mudah untuk dikalahkan" ucap pelatih pada Jihan dan tim. Lalu mereka tos bersama.


Devyan datang menghampiri Jihan yang sedang berjalan meninggalkan lapangan .


"Bagus. Semangat ya, besok kita masuk final." Ucap Dev sambil tersenyum kearah Jihan.


"Iya, pokoknya tim ku harus menang" ucap Jihan sambil mengepalkan tangannya kedepan.


"Tapi kamu jangan pilih kasih lhoh ya" ucap Jihan sambil menoleh kearah Devyan yang ada disampingnya.


"Pilih kasih gimana sih? Aku tetep support kamu sebagai orang yang aku sayang, dan aku tetep support tim sekolahku" ucap Dev.

__ADS_1


Jihan hanya mengangguk, sebenarnya dia ingin Dev mengatakan akan lebih support Jihan nantinya.


__ADS_2