Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Pagi pertama di Indonesia .


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan selama hampir 1 jam mereka sampai di mansion Subastian. Dimansion itu terlihat sepi hanya ada kepala pelayan yang menyambut mereka .Zero juga sudah tidak heran dengan ini sudah pasti adiknya itu saat ini sedang tidur .


" Selamat datang di kediaman Subastian semoga kalian bisa betah disini ." Kepala pelayan menyambut dengan senyum menawan .Meski terlihat lelah diwajah tua nya masih tetap terjaga menunggu kedatang mereka .


" Ini sudah malam paman tidak seharusnya menunggu kami .Sebaiknya paman istirahat saja kami tahu dimana kamar kami berada ." Ucap Zero dengan senyum sopan .


" Tuan muda Oliver bisa saja ... Tuan Zus bisa kemar biasanya . Dan tuan kecil bisa tidur dikamar sebelah anda yang biasanya digunakan Erik dan Alden saat berada disini ." Ucap Kepala pelayan dengan ramah .


" Tentu kami akan kesana ...jadi pergi lah istirahat .Jangan bekerja terlalu malam kau sudah semakin tua untuk itu ." Jawab Zus dengan sopan dan juga ada nada bercanda .


Pria paruh baya itu terkekeh pelan mendengar nya .


" Ha ha ha ...tentu aku akan pergi untuk istirahat ." Jawab kepala pelayan dengan tertawa senang .


Malam semakin larut sehingga mereka langsung masuk kedalam kamar .Noela sedikit mengerutkan kening saat mengikuti Zus berjalan . Dibelakang Zero yang menggandeng Luwina dengan mesra .


" Zus... aku merasa seperti ada yang mengawasi kita. " Ucap Noela dengan lirih .


" Eemm ...mereka penjaga bayangan yang dimiliki oleh Subastian. mereka tidak ada menyerang kita jadi tidak perlu waspada ." Jawab Zus dengan tersenyum .


" Oohh..... " Ucap Noela sambil mengangguk kepala .Kembali berjalan menuju kamar yang ada dilantai 2 . Dimana kamar tamu yang biasa dia gunakan jika berada disana .


Suasana mansion kembali hening hingga fajar menyapa para penghuni mansion . Pagi itu dikamar princess Subastian terlihat masih sepi disaat sang penghuni masih terlelap . Saat seorang pria berjalan menuju ranjang empuk . Yang terdapat seorang gadis kecil yang masih terlelap didalam mimpinya .

__ADS_1


" Princess.... my baby girl ...Week up sweety ." Panggil Zero dengan lembut .


" Uugghh..... Daddy Xera masih ngantuk ,sekarang akhir pekan dad." Jawab Xaviera sambil menutupi wajahnya wajahnya dengan selimut .


" Hay.... baby girl ...Papi tinggal lagi kalau tidak bangun .Ayo bangun princess nya papi yang malas ." Ucap Zero dengan gemas .


" Papi .... " Seru Xaviera membuka selimut yang menutupinya ." Papi .... kamu datang ...tunggu ini benar papi Xera ngak mimpi kan .?." Tanya Xaviera dengan linglung .


" Ayo princess bangun...atau mau papi tinggal bersama dengan mami Hem.." Ucap Zero dengan terkekeh pelan .


" Tidak aku bangun...tunggu aku papi ."Sahut Xaviera dengan semangat sambil memeluk Zero .


" Ayo cepat mandi ....jangan lelet ." Ujur Zero sambil menggendong Xaviera membawanya kekamar mandi .


" Xera mandi sendiri papi .... kata mom tidak boleh mandi dengan pria ." Seru Xaviera dengan cemberut .


Cklek .....


" Sudah selesai mandi ..?" Zero bertanya saat baru membuka pintu .


" Eemm .... " Jawab Xaviero dengan wajah poker .


" Haish ...kenapa yang begini amat . Ay bagaimana sih kamu buatnya kenapa yang ini tidak ada ekspresi nya sama sekali ." Gerutu Zero kepada Ay yang sibuk membantu putra nya itu .

__ADS_1


"Buatnya yang seperti biasanya kak, " Jawab Ay dengan terkekeh . Mendengar pertanyaan yang tidak berfaidah dari sang kakak .


" CK ... sungguh menjengkelkan.Sudah sana kamu lihat Xera biar aku yang mengurus Eros ." Zero memberi perintah kepada Ay untuk pergi kekamar Xaviera .


" Baik lah ...Boy sama papi oke mom tinggal kekamar kakak ." Ucap Ay kepada Xaviero .


" Eemm ... mom " Jawab Xaviero dengan menganggukkan kepalanya.


" Boy ... butuh bantuan apa katakan kepada papi .?"Zero bertanya kepada balita itu dengan gemas .


" Eemm ....bisa ambilkan baju yang ada diatas ." Jawab Xaviero sambil menatap Zero dengan mata bulatnya .


" Tentu ... papi bisa mengambilnya ." Jawab Zero sambil berdiri mengambil baju yang diinginkan keponakan nya itu .


" Terima kasih papi .." Ucap Xaviero dengan lugas .Tidak ada ucapan yang salah dari bibir mungil balita itu .Meski baru berusia 3 tahun Xaviero sudah bisa mengucapkan kata R dengan tetap .Bahkan sudah bisa berhitung dengan tetap dan juga sudah bisa mengenali huruf dengan lancar .


Pagi ini di kediaman Subastian terlihat ramai seperti biasanya . Hanya saja kali ini bertambah personil sehingga keributan semakin terasa .Jam sesudah menunjukan pukul 7 para semau orang telah bersiap dimeja makan .


" Apa kalian bisa makan seperti kami .Atau jika kalian ingin western kami juga bisa menyiapkan ." Ay bertanya kepada kedua wanita yang saat ini sedang melihat menu sarapan mereka .


" Aku rasa ini cukup baik .... dan mereka semua mengunggah selera makan kami ." Jawab Noela dengan senyum menawan . Semua menu makan saat ini cukup membuatnya meneteskan air liur .


" Baik lah sepertinya semua sudah berkumpul jadi mari kita sarapan .Xaviero pimpin doa ." Ucap Xavier minta sang putra untuk memimpin doa .Tapi bocah berusia 3 tahun malah menatap Zero seakan meminta pendapat .

__ADS_1


" Tak apa boy ... lakukan doa seperti biasa biar mereka berdoa juga seperti doa mereka ." Sahut Zero seakan tahu apa yang dimaksud oleh keponakan kecilnya itu .


" Eemm ...." Jawab Xaviero sebelum memulai berdoa .


__ADS_2