
Dengan gerakkan yang lembut dan pasti Zero mulai ******* bibir mungil Luwina .Mata pria itu berkabut gairah setelah berciuman cukup lama .Zero melepaskan nya dengan nafas yang terenggah enggah . Mata hazel milik pria itu sudah meredup dengan kabut gairah .
" Aura .. hentikan aku .Aku tidak bisa berhenti lagi aku menginginkan mu .Aura aku mohon hentikan kau sekarang jika tidak itu akan bahaya untuk mu ." Bisik Zero dengan suara serak .
" Uuhh... Aku .. aku bagaimana cara nya menghentikan mu aku tidak tahu ." Jawab Luwina dengan terbata bata . Saat ini tangan Zero sudah berada didadanya . Nafasnya semakin menipis dia merasakan sensasi yang berbeda saat Zero mulai menyentuhnya .
" Aura ... tolong aku bantu aku untuk melepaskannya ." Lagi lagi Zero berbisik dengan suara serak menahan gejolak tubuhnya yang meminta dibebaskan segera .
" Bagiamana caranya ...?" Luwina bertanya dengan nafas berat dia juga merasakan apa yang dirasakan pria itu .
Dengan gerakan cepat Zero menarik Luwina kekamar wanita itu . Dan langsung menuju kamar mandi .
"Aku tidak ingin memasuki mu ...sekarang tapi kau bisa membantu ku dengan tangan mu ." Ucap Zero yang sudah tidak bisa menahan lebih lama lagi . Pria itu menurunkan celananya meraih tangan Luwina dan menuntunnya.Pria itu memeluk tubuh Luwina sambil mengarahkan tangan Luwina untuk bergerak .
" Aahh ... Aura aku mencintai mu ..." Seru Zero disaat gelombang itu menghantamnya .Hampir setangah jam kedua nya berada dikamar mandi . Dan kini keluar dengan wajah yang lebih segar .Zero terlihat paus sedangkan Luwina dengan wajah merah .
__ADS_1
" Eemm ... apa kita akan kekantor ini sudah sangat terlambat .?" Tanya Luwina dengan malu .
"Tentu saja ... menang nya kenapa jika terlambat . Jangan perdulikan orang lain ayo berangkat , Dan terima kasih kau luar biasa ."Ucap Zero dengan senyum puas dari wajah pria itu .
Dikantor Patricia yang datang dengan wajah muram . Sejak bertemu dengan Zero di lobby apartemen wanita itu merasa diabaikan .Membuat tekad nya untuk lebih keras lagi untuk mendapatkan pria itu . Dia sudah menuggu Luwina untuk datang tapi sampai sekarang yang ditunggu tidak muncul . Dia juga panasaran dengan siapa yang dicari Zero diapartemen itu .
" Patricia kerjakan tugas mu ... jangan membuat orang lain mengerjakan nya ." Seru sekertaris yang baru saja masuk .
" Kenapa kau ini berisik sekali Maely . Kau bisa mengerjakan nya jika kau mau ." Jawab Patricia dengan geram .
" Cih dasar tidak berguna kau bekerja disini hanya untuk menggoda bos disini ... Cih kenapa harus berkerja disini tidak di club malam saja ." Sahut Maely dengan sarkas yang membuat Patricia semakin kesal . Wanita itu keluar dari ruangan itu terdengar tawa Noela meledak .Dia tidak menyangka jika ada yang berani mengatakan itu kepada Patricia selain dirinya .
" Maaf Noel ... aku hanya tidak suka jika ada wanita yang sok seperti itu . Dia pikir ini perusahaan ini milik nya ." Jawab Maely,Noela bisa melihat adanya kebencian dari mata wanita itu .
" Ha ha ha ...aku tidak perduli dengan apa yang jadi masalah kalian yang penting kau kerja dengan baik ." Ucap Noela menpuk pundak Maely dengan masih tertawa .
__ADS_1
" Eemm ... aku tahu aku kan berkerja dengan baik . Karena aku butuh banyak uang saat ini." Jawab Maely .
Noela puas dengan apa yang saat ini dilakukan Maely . Dia juga tidak akan membela Patricia jika dia tahu apa yang sudah dilakukan wanita itu .
"Baiklah ..aku akan keruangan Zus terlebih dulu .Kau bisa bercerita apa pun itu kepada ku jika kau butuh teman curhat ." Seru Noela sambil berlalu pergi dari ruangan itu.
" Aku tahu ... " Jawab Maely ." Akan ku buktikan jika kau bisa dan tidak membutuhkan orang itu .Dan kau wanita ular akan ku buat kau menderita suatu saat nanti ." Lanjut Maely didalam hati .
ππΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Ceileh.... bang Zero mah tidak kuat menahan nya lagi .Puas lah bang dengan tangan .
Guys ...like comen dan vote nya jangan lupa
kasih kembang kopinya ...
__ADS_1
Next chapter .....
guys ....