
Seperti yang sudah direncanakan Enrico akan menemui Luwina . Dia mencoba untuk menghubungi wanita itu dengan berbagai rencana .Dia sudah menyusun rencana untuk mengelabuhi Luwina .Apa lagi dia bisa mendapatkan tanda tangan dari wanita yang dia yakini sebagai nona muda yang pernah dia bunuh .
" Aku tidak yakin jika dia anak kecil itu ... tapi untuk menjaga kemungkinan terburuk maka kau harus menyingkirkan nya terlebih dulu ." Gumam Enrico sambil menyesap kopi nya .
" Bagaimana bisa black shadow menolak menjalankan misi .Apa karena dia anggota keluarga Hadwin .?"Enrico bertanya tanya dengan raut wajah muram .
" Sialan ... kenapa aku baru menyadari jika itu .Sial sial .... ini tidak bisa dibiarkan jangan sampai mereka benar berhubungan ." Ucap Enrico semakin geram . Setelah melihat jam tangan nya sampai sekarang belum ad yang datang . Di sudah menunggu 10 menit tapi Luwina mau pun Zero beluk ada yang muncul .Sampai pintu terbuka yang memperlihatkan seorang wanita masuk dengan pakaian formal yang cukup longgar .
" Maaf saya terlambat .... tuan tadi karena ada meeting diruang sebelah ." Ucap Luwina dengan senyum ramah .Dia terpaksa tetap tersenyum dengan meski itu sebenarnya sedang menahan amarahnya .
" Tidak masalah ... saya kesini untuk mencari investor baru untuk Scotly crop . Karena saat ini saham sedang menurun ,meski tidak seberapa ." Ucap Enrico dengan angkuh .
" Itu tidak masalah ... Dan untuk saham yang menurun anda seharusnya tahu jika itu disebabkan oleh apa . Anda harus membereskan masalah itu baru mencari investor . " Sahut Luwina dengan mengangkat dagu nya ." Lagi pula saat ini perusahaan sudah berada di bawah perintah kami . Jadi anda tidak perlu terlalu memikirkan itu . Jangan lupa kami punya SS gruop dan juga HW company yang menjalin kerja sama . " Lanjutannya menujukkan kekuatan yang dimiliki oleh mereka saat ini .
" Maaf nona .... saya hanya berfikir logis saat ini . Dan tidak berfikir sejauh itu , bagaimana pun saya tidak tahu dengan siapa Oliver saat ini berhubungan .Ss gruop memang cabang perusahaan yang memliki nama besar disini .Dan HW company merupakan perusahaan nomer satu dikota sebelah ." Jawab Enrico dengan nada yang sedikit tegang .
__ADS_1
Dia tidak menyangka jika luwina akan mengarah kepada kedua perusahaan itu . Dia tahu betul siapa SS gruop perusahaan nomer satu Asia itu . Memiliki reputasi yang cukup membuat mata silau dengan nama Xavier .
" Anda tidak lupa kan jika Tuan Subastian merupakan adik ipar tuan Oliver kan .?" Tanya Luwina mengejek Enrico . Mendengar itu membuat Enrico semakin geram . Dia melakukan fakta ini fakta yang pernah menggemparkan pengusaha London beberapa tahun lalu .
"Saya rasa ... penurunan saham saat ini bisa diatasi dengan mudah asal anda bisa mencegah skandal dari nona Margaretha Scotly saat ini ." Seru Zero saat memasuki ruangan itu dengan langkah tegap .
" Tentu ... saya akan melakukan itu tuan . Ini semua saya lakukan hanya untuk menjaga perusahaan agar tetap stabil .," Jawab Enrico sambil menyambut uluran tangan Zero kedua pria itu berjabatan tangan dengan akrab .
Namun orang lain kan tahu jika ada semacam cahaya dari mata mereka .Cahaya yang memancarkan kelicikan dari dan juga rencana tersembunyi .
" Saya minta maaf .. tidak bisa menyambut Anda karena ada meeting yang harus saya hadiri ." Ucap Zero setelah duduk dikursi dengan menyilangkan kakinya .
" Tidak masalah ... karena saya datang juga mendadak ." Jawab Enrico dengan berusaha tetap tenang .
" Jadi ... perusahaan mana yang ingin kau tarik bergabung dengan Scotly crop saat ini .?" Zero bertanya dengan memandang Enrico .
__ADS_1
" Saya berencana untuk ... menemui perusahaan Brooks . Karena saya mengenal tuan Brooks dengan baik dimasa lalu sampai sekarang .Mereka memiliki proyek pengembangan real estate . "Jawab Enrico sambil menyodorkan sebuah map berwarna hijau .Zero membuka nya dan melihat isi dari berkas itu sejenak sebelum menganggukkan kepalanya.
" Ini cukup bagus ... tapi apa ini kan berhasil apa lagi ini mengeluarkan miliyaran dolar .Jika ini gagal maka Scotly crop akan hancur ." Ucap Zero sambil naikkan alisnya .
Melihat jika Zero tidak menolak atau menerima proposal yang dibawanya . Wajah tenang Enrico sedikit berkedut . Dia tidak menyangka jika Zero begitu waspada memberi pertanyaan seperti saat ini. Dia berencana untuk mendapatkan tanda tangan Zero sehingga dia bisa mengambil alih saham nya .
" Sialan ini .. kenapa memilik tingkat waspada begitu tinggi . Seharusnya dengan proyek ini bisa membuatnya senang ." Batin Enrico dengan geram . Zero bukan lah orang yang bisa dia tipu dengan mudah .
" Tentu saja ... Itu akan menjadi hal besar kita. Lagi pula perusahaan Brooks merupakan perusahaan yang berpengaruh besar untuk London saat ini ".Jawab Enrico mantap tanpa dan keraguan .
" Wow .. anda luar biasa yakin dengan hasil akhir tuan. Apa anda tidak pernah gagal dalam memprediksi suatu hal ."Seru Zus yang mulai muak dengan omong kosong Enrico .
" Tentu saja ... itu lah yang harus kita miliki . Jadi apa menurut tuan Oliver itu bisa kita ambil dan bergabung dengan proyek .?" Enrico bertanya dengan mata berbinar.
" Tentu saja .... dengan syarat mereka tidak bisa membuat saya rugi ." Jawab Zero dengan senyum miring .
__ADS_1