Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Berkunjung ke taman danau


__ADS_3

" Cih .. menjijikan aku juga bermain wanita tapi paling tidak aku tidak mau sisa dari pria yang aku pria yang aku panggil ayah ." Zus berdecih dengan jijik . membayangkan keduanya bercinta dengan wanita yang sama .


" Hah... sudah lah besok saja aku lapor bos . Aku mengantuk lebih baik aku tidur ." Gumam Zus sambil menguap .


Sedangkan dikamar Zero pria itu saat ini tengah menandangi wanita yang sudah terlelap . Senyum mengembang dari bibir pria itu . Akhirnya ikut bergabung dibawah selimut yang sama dengan luwina .


Keesokan harinya keduanya tidak pergi kekantor Zero berencana membawa Luwina ke suatu tempat .Dia berencana akan mengatakan siapa dirinya yang sebenarnya kepada Luwina . Meski saat ini Luwina sudah bisa menerimanya sebagai pria yang mencintai nya sekarang .


" Zero.....kita akan kemana ini bukan jalan kekantor kan?." Luwina bertanya dengan melihat sekeliling nya .


" Eemm ... aku akan membawa mu ke suatu tempat . " Jawab Zero dengan senyum lembut .


Entah sadar atau pun tidak Zero sering tersenyum saat bersama dengan Luwina . Biasanya pria itu jarang tersenyum kecuali jika bersama Ayesha dan keponakan nya .


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama mobil yang dikendarai Zero sampai disebuah tempat . Luwina mengerutkan kening saat mereka baru turun dari mobil . Taman yang ada indah banyak bunga yang ditanaman . Juga ada sebuah danau buatan yang terawat indah .


" Kenapa...apa ada yang salah.?" Zero bertanya dengan bingung melihat Luwina yang hanya diam terpaku.


" Tidak ... apa kita pernah disini sebelum nya?." Luwina kembali bertanya dengan mengerutkan kening .


" Aura... apa yang kau ingat?." Kali ini Zero bertanya dengan panik . dia tidak ingin jika Luwina akan kesakitan jika mengingat masa lalu nya .

__ADS_1


" Uugghh ... aku melihat ada seorang anak perempuan dan juga ada remaja pria sedang bermain disini tapi aku tidak melihat wajah mereka ." Jawab Luwina sambil memegangi kepalanya .


Zero langsung menarik Luwina kedalam pelukan nya . Pria itu merasa bersalah tidak seharusnya dia membawa Luwina ketempat ini .


"Maafkan aku ... ayo pulang . Aku tidak ingin kau kesakitan seperti saat ini ." Ajak Zero sambil berbisik dengan lembut .


" Uuhh ...tidak tempat ini indah aku ingin melihat danau itu ." Tolak Luwina dengan suara sedikit bergetar .


" Tenang lah ada aku disini ... sekarang coba untuk rileks tarik nafas pelan lalu keluarkan ." Ucap Zero dengan membimbing Luwina agar sedikit mengurangi rasa sakit nya .Wanita itu mengikuti apa yang diintruksi oleh Zero .


Setelah hampir setengah jam Luwina terlihat lebih tenang .Zero membawa Luwina kearah danau pria itu membimbing nya dengan pelan .


" Bagaimana apa sudah lebih baik ...?" Zero bertanya dengan membelai rambut Luwina dengan lembut .


" Jika aku bilang itu adalah kita apa kau kan percaya?." Zero bertanya balik dengan memandang wajah luwina yang memerah .


" Aku serius bukan bercanda ....?" gerutu Luwina dengan salah tingkah .


" Aku tidak bercanda Aura ....sini aku akan menceritakan kisah yang indah ."Zero mengajak Luwina untuk duduk ditepi danau .


keduanya duduk sambil menikmati sinar matahari pagi yang menyinari keduanya .Luwina merasa aneh saat melihat sekeliling tidak ada orang lain selain mereka .

__ADS_1


" Ada apa Hem ....?" Zero bertanya dengan suara yang sedikit serak .


" Kenapa taman ini sangat sepi ,kenapa hanya kita yang ada disini?." Luwina berkata dengan mata yang melihat sekeliling .


" Aku sengaja mengosongkan taman ini . Aku ingin menikmati waktu ini hanya bersama mu ." Jawab Zero sambil memeluk Luwina dengan erat .


" Cih apa yang nikmat ... jika tidak ada pengunjung lain ." Gerutu Luwina dengan kesal .Zero yang mendengar itu hanya terkekeh kecil .


" Cih malah tertawa ....Lalu kau bilang ingin bercerita kenapa sekarang hanya bisa memeluk ku saja ." Luwina mengomel karena gemas sendiri dengan apa yang dilakukan Zero .


" Baiklah baiklah .... jangan mengomel terus nanti cantik nya hilang ." Jawab Zero semakin terkekeh .


" Diam jangan tertawa lagi ..." Seru Luwina dengan dengan kesal .


" Ha ha ha ha ....Aura kamu jika kesal semakin cantik . Jadi jangan salahkan aku jika membuat mu kesal ." Sahut Zero dengan tawa yang menggema di taman yang terlihat sunyi .


" Jangan tertawa ...." Luwina berkata sambil berkecak pinggang .


" Ha ha ha ... sudah aku tidak akan tertawa lagi .Ha ha ha ..." Lagi lagi Zero tertawa dengan lepas . Saat kedua nya menikmati kebersamaan nya disudut taman terlihat beberapa orang yang sedang memantau keduanya .


" Cih .. aku tidak menyangka jika Zero bisa tertawa dengan begitu lepas ." Ucap Jackson dengan nada mengejek .

__ADS_1


" Hus ...dia sudah lebih manusiawi saat menemukan Ay .Dan sekarang dia lebih bahagia lagi ." Sahut Zus dengan menyenggol lengan jackson .


Mereka kembali terdiam untuk melihat apa yang dilakukan oleh pasnagan itu .Mereka juga harus waspada dengan sekeliling jika ada musuh yang mendekat .Meski taman ini sudah dikosongkan tapi mereka terus waspada .Karena musuh masih berkeliaran dengan bebas hingga mereka harus tetap waspada . Jangan sampai ada acara yang akan dilakukan hari gagal .


__ADS_2