Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Apa bedanya dengan kita


__ADS_3

David hanya tersenyum.memdengar jawab dari Luwina . Mereka berdua keluar dari lift dengan tenang meski ada mata yang terus memperhatikan mereka berdua sejak masuk lift .


" Kak ... apa kau sudah makan malam Aku akan memesan kan makam jika kakak belum makan .?" Tanya Luwina dengan penuh perhatian sambil mengandeng tangan Sang Kakak .


"Sudah sebelum kesini aku sudah makan ..." Jawab David dengan mengusap lembut kepala Luwina .


" Aku sudah ...besar kak ." Ucap Luwina dengan cemberut .Membuat David terkekeh pelan saat melihat Luwina yang cemberut .


Sedangkan orang yang mengikuti mereka diam diam segera melaporkan apa yang dia lihat .


" Tuan.... saat ini nona sedang bersama dengan seorang pria yang mengaku sebagai Kakak dari nona .Mereka terlihat sangat akrab .Nona juga baru saja diantar oleh orang itu pulang setelah makan malam ." Lapor orang itu dengan cepat .


" Eemm...terus awasi dia aku tidak ingin kejadian bertahun tahun lalu terulang lagi ." sahut orang dari balik telfon .


" Baik tuan.." Jawab orang itu .


Sudah hampir satu Minggu orang itu terus mengikuti Luwina kemana pun dia pergi .Hanya saat bersama dengan zero lah dia menjauh .sesuai dengan apa yang sudah diperintahkan sang tuan saat ini .


Sedangkan disebuah kamar tuan Scotly menghela nafas saat mendengar laporan dari anak buahnya .


" Dad akan menjaga mu .... Amaura bahkan jika kau menginginkan nyawa maka ambil lah dad akan terima selama dad bisa melihat mu lagi seperti sekarang ." Ucap tuan Scotly dengan sedih .Putri dan istri tercintanya harus menjadi korban dari keserakahan orang orang itu .


" Honey .....tunggu aku .Aku akan menyusul mu saat putri kita sudah menemukan orang yang bisa menjaganya .Aku merindukan mu honey .Sungguh aku tidak pernah menghianati mu .Dia bukan putri ku honey mereka semau menipu kita berdua .Maafkan aku honey tunggu aku segera menyusul mu ." Ucap Tuan Scotly dengan mata yang merah .


Tok...


Tok..


Tok...

__ADS_1


" Tuan ...Ini sudah malam apa kita akan kembali ?" Tanya Asisten tuan Scotly dengan penuh keraguan .


"Iya ... aku akan kesana tidak baik jika aku terlalu sering tidak pulang .Sudah cukup mereka menikmati malam nya dengan tenang ." Jawab Tuan Scotly dari dalam ruangan .Pria itu menghapus air matanya , dan beranjak untuk kekamar mandi untuk mencuci muka .


Cklek....


" Ayo .... " Ucap tuan Scotly dengan wajah datar .Pria paru baya itu berjalan terlebih dulu baru asisten nya mengikuti dari belakang .


Zero saat ini sedang berada dimarkas , disana juga ada Zus yang sudah menunggu nya .Pria terlihat masam saat baru saja turun dari mobil membuat Zus mengerut kan kening .


" Kau kenapa bos ...?" Tanya Zus dengan memiringkan kepala sambil menikmati segelas wine yang dituang salah satu wanita yang ada disana .


" Cari informasi lagi tentang Luwina .... Dia memiliki Kakak angkat dari Hw company ." Ucap Zero membuat pria itu tersedak minumannya .


" Kau serius ..bos tidak bercanda kan HW company .Kita besok kan ada meting dengan mereka .?" Zus bertanya sambil membuktikan matanya .Pantas saja informasi tentang Luwina terbatas .


" Sudah lah apa bedanya dengan kita saat ini ... hanya saja kita spesialis yang berbeda ." Jawab Zero dengan menyesap Anggur di gelasnya ." Bagaimana apa mereka semua sudah ada disini .Kalian bisa menggunakan mereka jika sudah puas itu terserah kalian ." Lanjut Zero dengan menyilangkan kaki nya .


" Semua sudah ada disini bos .... dan untu kedua wanita itu satu nya sudah kami lakukan sesuai dengan perintah ." Jawab Pria yang berdiri dengan sebelah mata tertutup rambutnya .


" Bagus ... buat satu menjadi gila setelah itu krim pergi ." Ucap Zero dengan tenang .Pria itu melirik Zus yang masih memikirkan ucapan Zero tentang David .


" Aku tidak perduli bos meski aku pernah menggunakannya .Bagi ku sama saja dengan mereka yang ada di club malam ." Sahut Zus saat melihat Zero melirik nya .


" Kalian suntik pelupa mereka semau dan kirim ke kasino milik orang itu .Katakan aku tidak butuh lagi ." Ucap Zero membuat mereka tersenyum .


" Akan aku lakukan bos ." Jawab Orang itu segera pergi setelah mendapatkan perintah dari Zero .


Tak lama terdengar dering ponsel yang membuat Zero menyeringit . Melihat nama Erik yang muncul dari balik layar .

__ADS_1


" Katakan ...Rik ..?" Ucap Zero saat panggilan mulai terhubung .


" Ada orang yang mengawasi rumah Subastian ." Ucap Erik dengan tenang .


" Eemm... aku akan mengirim orang untuk menyelidiki mereka .Apa kau masih aman untuk saat ini .?" tanya Zero dengan tenang meski pria itu juga khawatir jika ada musuhnya yang akan menganggu keluarga adik nya .


" Aku masih aman untuk saat ini .... " Jawab Erik datar .


" Berjaga jaga saja mereka semua mulai bergerak untuk mencari mu .Hanya kalung yang kau pakai lah yang akan menjadi kan ketua mereka sekarang memiliki kekuatan mutlak ." Ucap Zero dengan pelan dan rendah .Membuat Erik yang mendengar dari seberang terdiam .


" Baik ...aku sudah tidak memakainya " Jawab Erik semakin dingin .


" Baiklah ...jaga dirimu jika kau butuh bantuan hubungi Bondan dia akan mengurus nya ." Ucap Zero sebelum mematikan panggilannya .Zus hanya memandang Zero dengan mata menyipit .


"Ada yang salah bos tidak biasanya bocah itu menghubungi mu jika tidak penting. ?" Tanya Zus menenggakkan punggungnya dikursi sofa .


" Eemm ...ada yang mengawasi rumah Ay saat ini ." Jawab Zero dengan muram .


" Lalu apa kita perlu turun tangan sendiri untuk masalah ini .?" Zus bertanya lagi dengan serius .


" Tidak sudah ada Erik dan juga Bondan yang akan mengurus ini .Lagi pula Xavier juga bukan orang yang mudah ditindas .dengan kekuasan nya mereka kan berpikir dua kali untuk berurusan dengan nya . Kecuali mereka cari mati sendiri seperti wanita yang pernah mencoba menjebak nya ." Ucap Zero sambil menggelengkan saat mengingat bagaimana Xavier menyiksa wanita yang berani membuat Ay menangis .


🌺🌺🌺🌺🌺


Guys .... like comen nya jangan lupa ya ...


Aku selalu menanti mu ....


Thanks you guys ....

__ADS_1


__ADS_2