Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Awal pembalasan


__ADS_3

Margaretha yang mendengar hinaan David hanya bisa terdiam . Dia tidak menyangka jika David akan berkata seperti itu. Dijual apa maksud dari pria yang ada didepannya saat ini. Apa dia ingin menjual nya , Bagiamana mungkin dia adalah artis papan atas kenapa . Kenapa dia harus dijual itu lah yang menjadi pertanyaan Margaretha saat ini.


" Kau.... menyingkir dari putri ku apa maksud mu jika putri tidak ada harganya jika dijual ?." Debora berteriak dengan marah saat mendengar ucapan David .


" Ide .. yang bagus aku rasa mereka masih mau menerima nya ." Jawab Suara yang datang dari luar . Membuat mereka semua menoleh melihat siapa yang berbicara .


"Lagi pula ... putri mu yang berharga itu sudah rusak . Jadi aku rasa menjualnya kesana cukup berharga ." Lanjut Zero dengan acuh tak acuh .


" Bajingan lepaskan kami... kalau tidak Eddelwis akan menyerang kalian ." Seru enrico dengan sarkas . Dari nada bicaranya dipenuhi dengan penghinaan .


" Eddelwis kau yakin mereka bisa ... menyelamatkan mu saat ini. Menyelamatkan diri nya sendiri saja belum tentu bisa ." Sahut Zero tak kalah sarkas.


" Cih ... Bedeb4h cepat lepaskan kami . Kau mau saham itu bukan kami akan memberikan nya asal kalian melepaskan kami ." Ucap Enrico dengan penuh keyakinan .


" Wow ... penawaran yang bagus. Tapi itu tidak cukup untuk melepaskan kalian dengan mudah ." Sahut Luwina dengan suara yang lembut .


" Sweety kenap kau disini .... ini tidak baik untuk mu .Jadi lebih baik kau kembali saja ya sweety ." Ucap David dengan sedikit kaget melihat Luwina yang berada dibelakang Zero .


" Tidak kak ... aku ingin membalas nya dengan tangan ku sendiri ." Lirih Luwina sambil melirik enrico dengan kejam .


Masih bisa merasakan tubuh Luwina yang bergetar dipenuhi marah . Saat melihat enrico yang saat ini berada didepan nya dengan tangan kaki terikat rantai .Luwina melangkah kearah pria itu dengan mata menatap tajam .


" Paman .... bagaimana keadaan mu, Paman kenapa tidak tertawa seperti biasanya . Bukankah paman bisa tertawa dengan keras saat menembak mom . Dan juga sopir yang mengantar kami malam itu.?" Luwina bertanya dengan lembut tapi juga terlihat dipenuhi amarah .


" Jal4ng sialan .... kenapa kau masih hidup hah .?" Enrico berteriak dengan frustasi . Dia berusaha untuk meraih Luwina tapi sayang rantai yang membelunggu nya menghalangi .

__ADS_1


" Kau ..... seharusnya kau sudah mati dan putri ku lah yang satu satu nya pewaris Scotly saat ini .Kau hanya anak dari wanita Jal4ng itu .Kau tidak pantas memliki semau yang seharusnya menjadi milik putri ku ." Debora berteriak dengan marah .Dia sangat membenci wajah Luwina sangat mirip dengan Laura mommy Luwina .


" CK CK .... tidak tahu diri ." Sahut Luwina dengan lirih .


Plak plak .....


Dua tamparan menggema diruangan itu ,Semau orang terkejut saat Luwina melayang tangannya .


" Siapa kau berani menghina mommy ku. Cih ... siapa yang jal4ng sesungguhnya hah ." Luwina bertanya dengan nada lirih .


Srakk


Plak plak plak plak


Tamparan demi tamparan Luwina lontarkan kepada Debora yang saat ini tidak berdaya .


" Agrrrhhh ...." Teriak Enrico saat pisau yang lemparkan Zero mengenai tangan nya .


" Jangan coba coba menyentuhnya, karena giliran mu belum datang. Jadi tenang saja kau pasti akan mendapatkan jatah yang sama . Jadi sekarang nikmati saja apa yang kau lihat ." Ucap Zero sambil memainkan belati ditangan nya .


" Lepaskan mereka jika kalian ingin menjual ku lakukan tapi lepaskan mereka.," Suara lirih Margaretha terdengar dengan penuh kesakitan .


" Tolong lepaskan mereka aku akan membayar semuanya . tapi lepaskan mereka melakukan semuanya demi diri ku jadi biarkan aku yang membayar semuanya ."Lanjutnya dengan putus asa .


" Cih ... jika kau bisa mengembalikan nyawa mommy ku . Aku akan melepaskan mereka bagaimana apa kau bisa ?." Luwina bertanya dengan mencibir .

__ADS_1


" Tolong .... aku akan melakukan apa pun asal kalian mau melepaskan mereka..,." Margaretha memohon dengan menatap Zero dengan penuh rasa .


" Retha apa yang kau lakukan hah ... " Debora berteriak dengan berderai air mata .


" Mom ... aku akan melakukan apa pun asal mereka mau melepaskan mu mom .," Jawab Margaretha dengan lirih ." Jika kalian mau kau akan melayani kalian semau apa pun itu lepaskan mereka ." Sambung Margaretha dengan semkin putus asa saat Zero dan yang lainya hanya memandang rendah dirinya .


" Aku sudah katakan kembalikan mommy ku dan kalian akan bebas ." Sahut Luwina semakin geram dengan apa yang diminta Margaretha .


" Tidak akan sebelum nyawa kalian pergi dari tubuh . " Sahut Zero dengan perasan yang muak dengan drama yang ada didepannya .


" Mereka hanya orang bodoh yang tidak tahu malu . Jadi sweety lekas lakukan yang ingin kau lakukan . setelah itu serahkan mereka kepada kami. Agar tangan mu tidak perlu kotor ." Sahut David sambil beranjak dari kursi yang disediakan oleh Zus .Melihat musuh yang masih berani bertingkah membuat pria itu geram .


Luwina melirik Zero pandangan mata mereka bertemu .Zero hanya tersenyum lembut saat melihat itu . Seakan dia tahu apa yang diminta Luwina zero menyerahkan sebuah pistol .


" Lakukan jika tidak sanggup aku yang akan melakukan nya ." Ucap Zero lembut sambil meriah tangan Luwina .


" Jangan apa yang ingin kau lakukan. ..." Enrico berteriak dengan keras saat Luwina menerima pistol itu .


" Maka lihat lah ini juga yang aku lakukan kepada mom malam itu .." Ucap Luwina dengan tangan gemetar.


DOr.........


🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Guys ... kembang kopinya mana ....

__ADS_1


Selamat tahun baru untuk kita semua semoga di tahun yang baru ini kita bisa lebih baik ....


__ADS_2