Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Mendepak para parasit .


__ADS_3

" Dokumen ini ... menang asli tapi ......???? Dimana ada tanda tangan tuan muda Oliver atau pun . Tanda tangan dari nona Luwina hadwin saat ini . Dokumen ini tidak ada bisa menyatakan jika saham itu sudah berpindah tangan saat ini." Papar Maxim dengan menggelengkan kepala nya miris .


Semua orang saling pandang . Wajah Enrico dan Debora berubah merah menahan amarahnya saat ini . Mereka telah tertipu bagaimana mungkin bahkan sebelum keduanya mengeluarkan dokumen itu . Mereka masih bisa melihat tanda tangan Zero .


" Tidak mungkin ... kau pasti berbohong kan kau menghianati tuan Scotly dan bersekongkol dengan mereka . Siapa mereka bisa mendapatkan semua harta tuan .Sedangkan saat ini keadaan tuan saja tidak ada yang tahu ." Enrico berteriak dengan marah .


" Tidak mungkin ..... aku membawa dokumen yang benar ." Seru Debora dengan perasaan yang bercampur aduk saat ini .


" Aku masih memiliki mata yang sehat tuan dan nyonya . Jika tidak percaya kalian bisa melihat nya sendiri . Lihat lah apa disitu ada tanda tangan dari tuan oliver.?" Maxim bertanya dengan nada mengejek mereka dengan keadaan yang dialami oleh Enrico .


Prok prok prok...

__ADS_1


Dengan gerakan yang slow Zero bertepuk tangan dengan senyum yang indah .Tapi Enrico yang melintas nya sangat kesal dan bisa melihat jika senyum itu sedang menghinanya .


" Aahh ... aku lupa memberi tahu kalian . Jika ini bukan lah permanen jadi dia akan hilang dalam waktu satu Minggu ." Ucap Zero dengan senyum merendahkan Enrico .


" Dan aku juga akan memperkenalkan kepada kalian semua . "Lanjutnya sambil melirik Luwina dengan penuh cinta .


" Aura berdiri lah sudah waktunya untuk menunjukkan diri ." Bisik Zero dengan lembut .Akhirnya Luwina berdiri dan melepas kan kaca mata nya dan juga menghapus sedikit riasannya . Terlihat lah seorang wanita yang begitu cantik dengan mata biru safir yang menjadi ciri khas seorang Scotly.


"Selamat datang semaunya perkenalkan .... Delova Amaura Scotly putri sah dari Marvolo Scotly dan Zenith Scotly. Dan aku masih selamat dari malam itu atas pertolongan dari keluarga Hadwin yang saat ini menjadi keluarga ku ." Ucap Luwina dengan senyum cerah .


" Dan untuk tuan Enrico bersiap lah dengan baik . Juga untuk nyonya Debora bisakah kau mengatakan siapa ayah dari nona Margaretha Agar kami bisa segera menyelesaikan skandal nya ." Luwina melirik Debora yang sedang memandang kearahnya dengan tajam .

__ADS_1


" Apa maksud mu hah ... aku yakin kau hanya lah penipu . Pewaris Scotly hanya putri ku unyuk selama nya dan kau hanya penipu ." Debora berteriak dengan keras dia sudah tidak perduli dengan citra selama ini . Begitu juga dengan enrico yang sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi . Dia merasa sudah tertipu oleh anak muda yang ada didepannya .


" Harus kan kau memanggil mu paman saat ini . Masih ingat kah diri mu disaat mom memohon untuk melepaskan aku .Yah Margaretha memang memiliki darah Scotly bukan kah begitu paman . Kenapa kau harus memilih jalan yang sulit daripada menikmati yang sudah ada . Apa salah kami paman sehingga kau ingin melenyapkan kami ." Luwina bertanya dengan penuh marah .


" Diam apa yang kau katakan ... hah kau ...kau ." Enrico berteriak tapi sayang Zus telah lebih dulu melumpuhkannya.Entah kapan pria itu sudah berada didalam ruangan itu .


" Lepas ... Bedeb4h apa apa yang sedang kau lakukan ." Enrico berteriak dengan marah .


" Mom katakan apa yang sebenarnya terjadi . aku anak siapa mom katakan ?" Margaretha berteriak dengan histeris dengan kenyataan yang dikatakan Luwina.


" Paman selama ini orang tua itu tidak membiarkan mu hidup karena rasa bersalah nya . Yang tidak tahu jika kau adalah saudaranya. dan itu juga lah yang membuat nya memberikan 10 persen saham yang seharusnya milik mu . Pria itu juga sudah menyiapkan beberapa properti untuk mu . Tapi aku tidak bisa membiarkan mu hidup dengan baik paman setelah kau membunuh mommy ku ." Lanjut Luwina dengan mata yang menatap nanar pria itu .

__ADS_1


Zero berdiri sambil memeluk Luwina yang saat ini terlihat rapuh . Sambil memberi kode Zus segara membawa Enrico dan Debora pergi serta Margaretha pergi .


Margaretha menatap kosong saat Zus membawanya pergi . Dia masih terkejut mendengar apa yang dikatakan Luwina .Ini sungguh menjadi pukulan terberat dalam hidupnya . Selama ini dia selalu bangga sebagai putri tunggal Scotly. Dan hari ini semua kebanggannya musnah begitu saja .Dia masih jelas mengingat saat dia dibawa mommy datang kepada keluarga Scotly . Dan mengatakan jika dia putri dari marvolo Scotly .Tapi saat ini semua lenyap dia hanya putri dari seorang pria yang terlahir sebagai anak haram .


__ADS_2