
" Ayo lah cepat cerita jangan tertawa ...." Ucap Luwina dengan geram .
" Iya baiklah ....duduk sini." Jawab Zero sambil memeluk luwina.
Flash back Of .
Dipagi yang cerah terlihat seorang anak perempuan berusia 10 tahun .Sedang bermain dengan seorang remaja berwajah tampan . Kedua nya terlihat sangat menikmati waktu mereka .Setelah puas bermain pemuda itu membawa gadis kecil duduk dipinggiran danau .
" Aura ..... mulai hari ini aku tidak bisa menemani mu bermain lagi . Aku akan pergi cukup lama jadi jaga dirimu . Aku akan kembali untuk menikahi mu .Ingat hanya kau yang bisa menikahi mu ." Ucap Zero dengan penuh penekanan .
" Eemm ...aku akan menunggu mu kak . Jadi kakak harus kembali dan juga hanya aku yang akan menjadi istri kakak . Jika nanti ada gadis lain aku akan membenci kakak selamanya ." Jawab Gadis kecil itu dengan mata berbinar penuh dengan keyakinan .
" Tentu jadi .... ingat aku. Cincin ini milik mendiang mom dan aku memberikan nya kepada mu . Jadi mulai sekarang kamu adalah tunangan ku .Jangan pernah melirik pemuda lain ." Sahut Zero sambil membawa Luwina kecil kedalam pelukannya.
" Eemm.... jika ada yang berani menjadi istri kakak aku kan menghajarnya ." Luwina kecil begitu menggebu saat mengatakannya .
Membuat pemuda yang sedang memeluk nya hanya bisa terkekeh pelan .
__ADS_1
Flash Back on .
Zero dengan hati hati melirik Luwina yang ada didekapan nya saat ini . Melihat reaksi dari wanita dari wanitanya.Tapi Luwina hanya berdiam diri tidak ada tanda tanda kesakitan atau pun apa pun .Diam diam Zero menghela nafas lega .
" Lalu dimana mereka saat ini apa mereka bisa menikah sesuai dengan janji mereka?." Luwina bertanya dengan wajah polosnya .
" Yeah ... mereka akan menikah mereka maka menepati janjinya ." Jawab Zero semakin erat memeluk luwina.
Zero dengan lembut meriah leher Luwina dan melepas kan kalung yang ada dileher wanita itu .Luwina mengerutkan kening nya melihat apa yang Zero lakukan .
" Delova Amaura Scotly ..... you Merry me...?" Tanya Zero dengan suara lembut ." Seperti yang sudah aku katakan kedua nya akan menikah jika kau menerima lamaran ku untuk yang kedua kalinya . Untuk menepati janji ku pada mu untuk mejadikan kau istri ku ratu ku dan juga rumah ku ."Lanjut Zero dengan mata yang berkaca kaca .
Luwina yang mendengar hanya bisa diam terpaku dengan air mata yang mengalir dari mata cantiknya .Dengan gerakan yang lembut wanita itu mengangguk kepala nya .
"Yes I do .... " Jawab Luwina dengan lirih hampir saja Zero tidak mendengar apa yang diucapkan Luwina .Pria itu melonjak dengan kegembiraan Zero mencium luwina dengan segenap rasa yang terlupakan .
Setelah ciuman yang cukup lama kedua nya melepaskan ciuman mereka .
__ADS_1
" Aura .... aku sudah tidak sanggup menahannya lagi ." Bisik Zero dengan suara serak .
" Jangan macam macam .... kita belum menikah ." Sergah Luwina dengan wajah yang memerah karena ucapan frontal dari pria itu .
" Ha ha ha ha ....." Aura wajah mu memerah itu semakin mengemaskan ." Seru Zero dengan tawa yang lepas .
" Cih ....apa sih bisa diam tidak ." Luwina berteriak sambil memeluk Zero karena malu .Untung saja tidak ada orang lain yang ada di taman . Meski tanpa dia tahu ada beberapa mata yang ikut bahagia dengan lamaran yang terjadi hari ini .
Mereka semau bisa tersenyum lega saat ini . Tinggal membereskan musuh yang masih bersembunyi juga menyelesaikan dendam lama mereka . Atas kematian saudara mereka yang membuat wanita menjadi janda dan juga anak menjadi yatim .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Guys maaf ya ngak bisa up dengan maksimal .Semoga saja semau urusan bisa selesai dengan lancar dan bisa up dengan baik lagi .
Dan rencana nya aku juga mau buat cerita baru . Jadi minta dukungan nya dari reader sekalian .
Cerita nya nanti tentang anak jenius jadi tolong bantuan dari teman teman semua .
__ADS_1