Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Sarapan yang indah


__ADS_3

Keesokan harinya Zero datang keapartemen Luwina untuk menjemput wanita itu . Dengan bersiul senang Zero keluar dari mobil yang terlah terparkir .Pria itu berjalan ke lobby apartemen dengan acuh dan Cuek . Mengacuhkan semua mata yang memandangnya .


Dengan gerakan yang elegan pria itu menelan tombol lift yang kebetulan bertemu dengan Patricia .Terlihat jejak terkejut dari mata wanita itu dan juga ada kesenangan tersendiri .Patricia tersenyum manis dan juga manja saat berhadapan dengan Zero .


" Sir ... senang bertemu dengan anda disini ." Sapa Patricia dengan senyum mengembang.


" Eemm .. " Jawab Zero dengan engan .


" Eemm... Sir anda disini sedang mencari siapa , saya bisa membantu anda menemukannya?."Patricia menawarkan kepada Zero .


" Tidak perlu .." Jawab Zero dengan singkat .


Sampai dentingan lift dan terbuka Zero masuk kedalam lift dan segera menutup pintu lift .Tanpa perduli dengan wanita yang menatap nya dengan damba .


" Sialan .... kenapa dia malah mengacuhkan ku.Apa yang kurang dari penampilan ku saat ini.?" Patricia mengerutu geram dengan apa yang dilakukan Zero ." Lihat saja aku pasti bisa membuat mu bertekuk lutut." Lanjutnya semakin geram .Dengan menghentakkan kaki nya dengan keras meninggalkan lobby .


Sedangkan Zero yang saat ini berada didepan kamar apartemen Luwina . Dengan senyum tipis menekan tombol yang ada . Sampai pintu terbuka yang memperlihatkan wanita cantik tanpa kaca mata .


" Sir .... anda disini.?" Ucap Luwina dengan kaget saat membuka pintu .


" Eemm .. apa kau akan membiarkan ku berdiri disini ,tanpa mengijinkan masuk .?" Tanya Zero dengan datar .


" Oohh... maaf sir silahkan masuk ." Jawab Luwina dengan sedikit canggung .Untung saja dia sudah selesai membuat sarapan dan juga berbenah .


" Apa kau belum siapa ...?" Tanya Zero dengan memandang lekat wanita yang saat ini masih berdiri didepannya .


" Eemm ... sudah Sir ini saya mau sarapan ..Apa anda berkenan untuk bergabung dengan ku?." Tanya Luwina dengan nada canggung .

__ADS_1


" Eemm ... boleh kebetulan aku juga belum sarapan ." Jawab Zero dengan mata berbinar .


Kedua nya memasuki apartemen yang dihuni oleh Wanita itu dengan senang hati .Dia melihat sekeliling dan bisa melihat jika Luwina orang yang teliti dalam segala hal .Dia tersenyum mengikuti Luwina yang sedang berada dimeja makan .


" Sir .. mau minum kopi ." Tawar Luwina dengan senyum lembut .


" Eemm ... aku rasa tidak usah .." Jawab Zero sambil melirik jam tangan .


" Oohh... baiklah ayo sarapan saja Sir untung tadi saya masak banyak ." Sahut Luwina terkekeh kecil .Entah apa yang membuatnya masak banyak pagi ini. Setalah bangun tidur Luwina sangat bersemangat memasak .


" Mungkin saja itu pertanda jika akan ada tamu untuk menemani mu sarapan ." Ucap Zero sambil menarik kursi untuk duduk .Sedangkan Luwina sendiri menuang air kedalam gelas dan meletakan didepan Zero .


"Mari sir ... selamat makan .." Seru Luwina dengan mata berbinar cerah saat memandang hidangan yang sudah dia masak .


Luwina makan dengan lahap yang membuat Zero tersenyum dan mengikuti wanita itu . Kedua nya makan dengan lahap , sampai makan didepan mereka habis .Zero sendiri merasa sarapan kali ini sangat nikmat .


"Terima kasih Sir ... lain kali aku akan memasakan makan Indonesia yang sudah saya pelajari dari nyonya ." Jawab Luwina dengan senyum .


Mendengar ucapan Luwina dada Zero berdesir tak karuan . Apa lagi dengan senyum mengembang dari wanita yang ada didepan nya kali ini.Ingin sekali Zero Menganti menu sarapan nya pagi ini . Namun semau itu harus ditahannya untuk sementara waktu .Dia tidak ingin menyakiti hati wanita pujaan nya .


" Tentu saja ... aku akan mematikan nya ,aku lah orang pertama yang akan mencobanya ." seru Zero dengan senang hati .Ini lah momen yang sudah dinantikan nya .


" Eemm .... akan ku lakukan sir ." Sahut Luwina setelah meneguk air putih nya ." Aku sudah selesai sir anda lanjutkan saja makannya aku akan bersiap untuk mengambil barang dikamar ." Lanjut Luwina dengan beranjak .


Zero juga sudah selesai dengan sigap pria itu memindahkan semau piring kosong ke dapur .Dengan cekatan tanpa takut kotor pria itu mencuci piring dengan lihai .Hal itu membuat Luwina terkejut . Dia tidak menyangka jika Zero mau melakukan nya .


" Sir .... letakan saja aku akan membersihkannya nanti pulang kerja .Lagi pula sebentar lagi akan ada jasa pembersihan datang ." Ucap Luwina dengan cemas dan juga malu .

__ADS_1


"Tenang lah ... aku pernah mengurus banyak anak panti ini hanya sedikit jadi tidak masalah .Tunggu lah ini akan selesai sebentar lagi." Perintah Zero dengan lembut .


Luwina hanya bisa menendang Zero dengan jantung berdebar .


" Oohh ...jantung tenang lah ... " Batin Luwina berteriak . Wanita mana yang tidak akan meleleh jika anda pria yang luar biasa seperti Zero saat ini sedang mencuci piring .


" Done ... aura tolong bantu aku dengan dasi ini ." Ucap Zero sambil menyodorkan dasi yang tadi dia lepas .


Dengan tertipu malu Luwina meraih dasi itu dan memasang nya dileher pria itu.Karena tinggi badan mereka Zero menunduk hingga mempermudah Luwina memasang .


Luwina merasa jantung berdetak lebih cepat dari biasanya . Apa lagi saat ini mereka begitu dekat , wajah luwina merona merah yang bisa dengan jelas dilihat oleh Zero .


" Aura ... apa kau sakit kenapa wajah mu merah ."? Zero bertanya sambil memegang dahi Luwina .


"Ti-Tidak ... Sir hanya saja sedikit panas ." Jawab Luwina dengan lirih .Setelah selesai dengan dasi Zero merangkul pinggang Luwina dengan erat . Yang membuat Luwina semakin merah karena tersipu .


" Kau tahu Aura ... melihat mu memerah seperti ini membuat ku ingin makan mu sekarang juga ." Bisik Zero dengan suara serak . Jantung Luwina semakin cepat sampai dia tidak menyadari jika Zero sudah menempelkan Bibirnya .


🌺🌺🌺🌺🌺


Lah Bang ... main nyosor aja tu orang .


Sabar bentar lagi dapat jatah kok dari Luwina .


Next ya ...guys ... aku usahakan deh buat up lagi nanti .Ditunggu aja


Jadi jangan lupa like comen and vote .

__ADS_1


🌺🌺🌺🌊🌊l


__ADS_2