Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Margaretha mengamuk


__ADS_3

Diapartemen miliki Margaretha wanita itu saat ini tengah menghancurkan semua barang . Setelah mengetahui jika dirinya bukan lah anak sah . Itu saja sudah membuatnya tertekan apa lagi berita itu tersebar luas . Sehingga membuatnya malu untuk keluar dia baru saja bisa bernafas lega beberapa jam . Tapi Sudah menerima sebuah berita yang membuat nama nya juga redup .


"Agrrrhhh Sialan ... kenapa bisa ada yang mengunggah berita itu . Seharusnya hanya aku putri tunggal Scotly . Kenapa harus ada putri lain .Dia sudah merebut semua nya dari ku . Jika dia masih hidup aku akan membuatnya menderita . "Teriak Margaretha dengan dipenuhi amarah .


" Kenapa orang mati masih saja menyusahkan?. Kenapa dia masih saja mengambil semua nya dari ku .?" Suara Margaretha menggema diseluruh penjuru apartemen . Sedangkan asistenya hanya bisa diam tidak berani mendekat . Dia tahu jika Margaretha memliki temperamen yang galak.


" Nyonya ... tolong kesini saat ini nona sedang mengamuk diapartemen nya . Tolong nyonya saya tidak bisa mendekatinya saat ini ." Ucap Asisten itu dengan suara bergetar ketakutan .


" Baik tunggu aku akan kesana secepat nya ." Jawab Debora dengan suara panik .


Setelah menelpon Debora asisten itu hanya bisa berdiam diri didapur ,untuk menyingkirkan semau pisau. Dia takut jika Margaretha nekat untuk melukai dirinya sendiri dengan benda itu .


Margaretha masih berteriak dengan histeris . Saat pintu apartemen terbuka . Yang memperlihatkan seorang pria tampan dengan mata tajam masuk kedalam .Pria itu menyeringit kening saat mendengar Margaretha berteriak dengan kasar . Sedangkan asistenya sedang berada didapur dengan raut wajah tertekan .


" Apa yang terjadi ... Aku baru pergi untuk sebentar saja . Kenapa dia sudah mengamuk seperti sekarang ?." Jordan bertanya dengan heran .


" Eemm ....tuan ada bisa melihat berita online yang saat ini sedang boming ." Jawab asisten itu dengan suara lirih .


Jordan dengan cepat melihat apa yang terjadi . Banyaknya netizen yang saat ini memaki dirinya yang percaya dengan tipu daya Margaretha . Setelah melihat postingan itu Jordan juga mengeram dengan keras .

__ADS_1


" Cih ...hanya karen ini . " Jordan berdecik dan senyum licik tercetak dibibir pria itu .Asisten itu hanya bisa melongo mendengar ucapan Jordan .


" Apa pria ini gila ... dengan berita itu dia hanya bisa tersenyum seperti itu ." Batin asisten itu .jordan meniggalkan dapur dan berjalan kearah kamar yang saat ditempati Margaretha .


" Baby ... ini aku tenang lah ayo aku akan membuat merasa bahagia dan melupakan semua ini ." Ucap Jordan yang mencoba membujuk Margaretha .


" Agrrrhhh.... aku ingin membunuh mereka semua yang sudah berani menghinaku ." Jawab Margaretha dengan keras .


" Oke.... tapi tolong keluar lah . Aku akan membereskan mereka semua aku tahu akan apa yang harus kau lakukan ."Sahut jordan dengan suara yang lembut dan menggoda .Tak berselang lama Debora dan Enrico datang panik .


" Bagaimana keadaan Margaretha saat ini .?" Tanya Debora dengan wajah ketakutan .


" Aku akan mencari tahu siapa yang sudah menyebarkan postingan itu . Jadi urus Margaretha jika dia sudah tenang kabari aku ." Lanjutnya sambil berlalu pergi .


Setelah sudah payah keduanya bisa membujuk Margaretha untuk keluar .Keduanya memutuskan untuk membawanya pulang ke paviliun .


Keesokan harinya saham Scotly crop menurun dengan pelan . Akibat dari skandal yang dilakukan oleh Margaretha . Tapi itu tidak mempengaruhi apa pun Zero yang mendapatkan informasi itu hanya tersenyum .


" Tuan ... saham mulai menurun apa yang harus kita lakukan saat ini?." Tanya Maxim dengan suara cemas .

__ADS_1


" Tenang lah ... belum waktunya kita untuk keluar . Biarkan saham terus menurun saat itu dapatkan sebanyak mungkin saham yang berada ditangan orang lain ." Jawab Zero dengan tenang . Baru lah Maxim paham apa tujuan dari Zero saat ini .


" Baik tuan ... saya mengerti ." Jawab Maxim dengan suara yang bersemangat .Setelah itu mereka memutuskan panggilan .


Zero memutuskan untuk menghubungi David saat ini . sudah waktunya pria itu untuk turun tangan .


Tut ....Tut..Tut...


" Hallo ..... " Jawab orang dari seberang telepon.


" Saham Scotly ... menurun jadi bersiap lah untuk mendapatkan sebanyak mungkin ." Ucap Zero tanpa basa basi .


" Baik lah.... itu akan menjadi permainan yang seru ." Jawab pria itu dengan terkekeh pelan .


" Yah hanya itu saja .. " Sahut Zero dengan malas .Dia mematikan sambungan telpon itu dengan mendengus kesal .



Margaretha

__ADS_1


Yuhu jika tidak cocok tolong kasih rekomendasi ya nanti bisa diganti .


__ADS_2