
Setalah menempuh perjalanan yang melelahkan kini rombongan keluarga Subastian telah mendarat dengan selamat . Dibandara Zero berdiri menunggu rombongan itu dengan senyum cerah .Disampingnya berdiri Luwina yang dipaksa ikut oleh pria itu .
"Sir tak seharusnya saya ikut menjemput keluarga anda . " Ucap Luwina dengan lesu .
"Aku rasa tidak masalah untuk itu ,jadi biasakan untuk bertemu dengan mereka ." Jawab Zero dengan cuek .
Dibelakang mereka juga ada beberapa mobil yang sudah tersedia untuk membawa pulang rombangan itu .
" Tuan ... mereka sudah mendarat dan segara menuju kesini ." Ucap salah satu pengawal Subastian dengan sopan .
" Huh ... aku tidak menyangka jika Subastian akan memilik banyak pengawal seperti mu ." Sahut Zero dengan datar .
" Kami selalu ada dimana nyonya dan tuan berada ." Jawab nya dengan berani .
Saat mereka berdebat dari long mereka bisa melihat rombongan yang terlihat sangat bahagia itu .Sampai suara nyaring memanggil dengan zero dengan penuh keceriaan .
" Papi ..... i miss you ...." Teriak Xaviera dengan wajah memerah karena berlari kearah Zero .
Pria itu berjongkok menyambut kedatangan gadis kecilnya dengan senyum lebar .
" I miss you too .... princess nya papi yang cantik ." Sahut Zero dengan wajah bahagia yang tidak bisa lagi disembunyikan .
" Selamat datang kembali girl kenapa berlari Hem ... bagaimana kalau jatuh lihat wajah dingin mereka hampir melahap papi saat ini juga .." Lanjutnya sambil melirik para pria beda usia yang ada dibelakang Xera .
__ADS_1
Sedangkan bocah cantik nan lucu itu hanya tertawa mendengar ucapan papi nya.
" Tidak akan papi .... aku akan tangguh mereka saja yang selalu memanjakan ku ." Jawab Xera dengan wajah yang mengemaskan . " Papi ... apa aunty ini calon mami ku .?" Tanya Xera sambil mengintip Luwina yang berada disamping Zero .
" Eemm .... mungkin saja jika princess mau ." Jawab Zero dengan senyum mengembang .
Luwina memalingkan muka kearah lain . Dia sendiri tidak akan menyangka jika bos nya kan menjawab seperti itu .
" Baby girl .... Jangan berlari seperti tadi lagi ... jangan buat dad khawatir ." Seru Xavier dengan wajah cemas .Sedangkan di lengan nya ada Xaviero dengan wajah dingin .
"Huh ....kalian sama saja aku tidak apa apa ." Jawab Xera dengan cemberut .
" Xera kenapa aku ditinggal sih .... aku kan tidak bisa lari lihat Abang tidak melepas kan ku ." Adu Alisya dengan cemberut karena Alden tidak melepaskan tangan nya .
Kedua gadis kecil itu sampai jengkel dengan kelakuan para pria dirumah mereka . Yang akan sangat posesif jika menyangkut kedua nya .
" Sudah sudah .... ayo kita pulang mom lelah ingin segara mandi dengan air hangat ." Seru Ay dengan gemas melihat tingkah para pria di keluarga nya .
" Oohh .... ya siapa nama mu nona , Tumben sekali kakak ku ini menjemput kami membawa seorang wanita cantik .?" Tanah Ay setelah melihat adanya wanita yang dibawa Zero .
"Saya ... sekertaris sir Oliver nyonya ." Jawab Luwina dengan gugup . Baru kali ini dia merasa gugup saat bertemu dengan keluarga Zero .
" Oohh siapa nama mu nona.... ?" Tanya Ay dengan senyum ramah sambil berjalan kemobil .
__ADS_1
" Saya Luwina nyonya ." Jawab Luwina dengan senyum yang tak kalah ramah dengan Ay .
Saat ini mereka berada diperjalanan menuju kediaman Oliver .Sepanjang perjalanan mereka hanya diam hanya kadang terdengar celotehan Xera . Yang kesal saat Erik tidak menjawab pertanyaan nya .
🌺🌺🌺🌺
Guys ... mulai besok mungkin up hanya bisa 1 ya ...
Saat ini mau fokus di misterius girl dulu yah .... jadi kalau lama nanti saya up ngak menentu mampir aja dulu kesana .
Dan thanks guys buat dukungan kalian ...
Jangan lupa like comen and vote .
Kalau punya rejeki kasih kopi nya ya ...
See you next chapter ...
Bye bye ....
🌺🌺🌺🌺
__ADS_1
Erik dan Xera ......
Kalau tidak Suka abaikan saja dulu .