
Wanita tertawa terbahak bahak begitu juga dengan yang lainnya . Tapi tawa itu tak berlangsung lama setalah salah satu anggota . Membawa seorang tahanan yang saat ini sedang terkulai lemas .Pria yang sebelumnya yang sudah dibius oleh Zus .
" Cih ... aku sungguh sial malam ini . Kenapa aku harus membawa bajingan ini?." Tanya nya dengan berdecik tak suka .
" Jika saja bos mengijinkan sudah ku cincang orang ini ." Sahut salah satu dari mereka .Bisa dilihat orang yang dibawa saat ini sangat dibenci oleh semua anggota black shadow . Anggota baru yang tidak tahu hanya bisa diam mendengar semua cemoohan yang keluar dari mulut anggota lama .
" Bos .... bisa aku menghajarnya sampai puas?." Orang yang membawa nya bertanya dengan geram .
" Tidak .... Bos yang akan menentukan . Dan yang pasti Noela lah yang berhak memutuskan apa dia harus hidup atau mati ." Jawab Jackson dengan mengepalkan tangan nya sehingga memutih .
" Baik lah ... semoga saja lady kami yang kejam masih ada ." Seru yang lain dengan penuh amarah .
Mereka semua tahu meski pria itu saat ini sudah mengubah wajah nya . Tapi mereka semau masih mengenali siapa pria itu. benar hanya Zero dan Noela yang pantas menghajar pria itu .
Sedangkan yang dibicarakan saat ini tengah terlelap dipelukan orang tercinta mereka . Setelah selesai mandi dan mengobati luka - luka yang ada ditubuhnya .
Matahari sudah mulai tinggi sehingga membangun kan pasangan yang sedang tidur dengan lelap .Wanita yang ada dipelukan seorang pria melenguh pelan . Berusaha menghalau sinar mata hari yang mengusik tidurnya .
"Uugghh......"Suara Luwina terdengar lirih . Dia melihat dada bidang yang ada didepannya .Luwina tersenyum saat melihat dia berada dipelukan pria yang dicintainya .
__ADS_1
" Terima kasih kau tidak menyerah begitu saja untuk menunggu ku . Aku saja tidak mengingat apa pun tapi kau masih dengan setia menanti ku .Terima kasih telah memberikan aku cinta yang sangat besar ." Gumam Luwina dengan lirih . Dia tidak menyadari jika pria yang dipeluknya juga sudah bangun .
Cup .....
Luwina mengecup bibir tebal nan seksi milik zero dengan lembut . Saat Luwina ingin beranjak pergi sebuah tangan menhan tengkuknya . Zero kembali mencium bibir manis milik Luwina . Dengan awalanya gerakan itu lembut kini mulai menuntut. Entah berapa lama mereka melakukan ciuman itu.Saat kedua bibir terpisah kedua terenggah enggah untuk menghirup oksigen .
" Aura ..... aku ..... aku sudah tidak bisa menahan lagi ayo menikah besok ." Ucap Zero dengan suara yang serak .Luwina juga menyadari apa yang terjadi hanya bisa tersenyum manis .
" Mau aku bantu ..... ?" Luwina dengan senang hati menawarkan kepada Zero .Pria itu tidak menolak dengan gerakan cepat di membalik tubuh Luwina dibawahnya .
Dengan gerakan pasti Zero mulai mencumbu Luwina seakan tidak ada hari esok Begitu pula dengan Luwina yang tahu apa yang harus dia lakukan .
Kamar dengan kedap suara itu terdengar ramai dengan suara rintihan dan juga geraman dari keduanya . Entah berapa lama mereka dan apa yang mereka lakukan. Sedangkan diluar kamar banyak orang yang sedang menunggu mereka berdua .
" Bukan kah papa sudah bilang makan saja jangan menunggu papi mu." Sahut Zus yang baru saja keluar sambil membawa segelas susu .Zus meletakan nya didepan Carlos yang terlihat cemberut .
" Huh ... sepertinya itu lebih baik ." Jawab Carlos sambil menyambar susu yang diletakkan Zus .
" Kau masih minum susu boy ...?" Tanya Radit yang baru saja keluar .
__ADS_1
" Eemm... apa ada yang salah uncle?." Tanya Carlos sambil menoleh Radit .
" Tidak .... Cleo saja sangat susah minum susu. " Sahut Radit dengan masam . Saat dia mengingat sang anak . Yabg engan jika berurusan dengan susu .
" Kau saja yang tidak bisa membujuk nya dengan benar ." Jackson menimpali dengan sinis .
" Cih .... seperti kau tahu saja cara membujuk bocah . " Sahut Radit tak kalah sinis .
Yah kedua nya jika bertemu akan selalu cecok dan saling menyindir seperti sekarang . Tapi kedua nya saling menyayangi jika ada yang dalam masalah .
" Kalian berdua bisa tidak jangan ribut jika bertemu ." Seru Noela dengan ketus . Dia tidak habis pikir dengan para saudaranya yang sering saling ledek satu ini .
" Iya kami tahu lady ..." Jawab keduanya sambil melirik.
Zus akhirnya menghela nafas lega saat keduanya berhenti berdebat. hanya masalah sepele yang kadang membuat keduanya tidak akur .Setelah mereka selesai makan baru lah orang yang mereka tunggu datang .
" Kalian sudah bangun ...?" Tanah Noela yang melihat keduanya datang .
" Eemm .... apa masih ada makan .?" Tanya Zero melirik meja makan .
__ADS_1
" Sudah habis papi .... aku akan kelaparan jika harus menunggu mu ." Jawab Carlos dengan entengnya .
" Tunggu biarkan aku ambilkan dibelakang , Kalian berdua duduk lah." Ucap Noela beranjak dari duduk nya .