Terjerat Pesona Luwina

Terjerat Pesona Luwina
Keterkejutan Margaretha ( Kedatangan David )


__ADS_3

Saat mereka sampai diperusahaan Scotly mereka sudah disambut oleh Enrico . Dengan senyum yang menawan diwajah tua nya . Disana juga ada Debora dan Margaretha yang terlihat menahan senyum . Dilihat dari mata mereka terdapat jejak kepuasan dan juga mengejek .


" Sepertinya semua orang sudah berkumpul .." ucap Zero untuk sekedar basa basi semata .Pria itu menyapa dengan nada acuh tak acuh yang terlihat arogan .


" Tentu ... kami sudah menunggu kedatangan kalian . " Jawab Salah satu dewan menejemen .Yang berpihak kepada Enrico selama ini.


"Oohh...Tapi tunggu kenapa pemegang saham yang hadir hanya sedikit .?" Zero bertanya seolah dia tidak tahu apa yang terjadi .


"Heh .. kau tidak tahu jika aku sudah membaik banyak saham disini ." Seru seorang pria yang baru saja masuk kedalam ruangan .


Semau mata tertuju kepada nya mereka seakan tercekat melihat pria itu . Dengan hawa yang tak kalah menyesakkan nya dengan zero .Yang membuat suasana semakin mencekam hawa dingin semakin meningkat .


" Maaf anda siapa tuan ..?" Tanya Enrico dengan sopan dia memang tidak tahu siapa pria yang masih menggunakan masker dan kaca mata hitam itu .


" Aahh .. maaf sampai lupa ." Sahut David dengan membuka masker dan kaca mata nya .


"Cih ...kau terlambat dude ..." Seru Zero dengan duduk menyilangkan kakinya .

__ADS_1


" Heh ... aku sedang sibuk mengurus putra ku jadi jangan mempermasalahkan keterlambatan ku ." Jawab David tak kalah angkuh. Semua mata yang ada disana saling pandang . Apa lagi orang yang mendukung enrico semakin tidak nyaman .melihat pemandangan didepan mereka saat ini . Siapa yang tidak mengenal David carson Hadwin . Yang terkenal sebagai mafia yang kejam dan berdarah dingin .


" Sudah lah kak ... sebaiknya kita mulai saja . Mereka juga sudah tidak sabar dengan cara Kita menyelesaikan masalah .Sedangkan pembuat masalah hanya bisa menikmati saja ." Ucap Luwina dengan sarkas . Yang membuat Margaretha merasa geram dengan ucapan Luwina .David hanya terkekeh pelan mendengar nya .


" Ayo ... sweety ,Jangan marah pulang lah mom merindukan mu ." sahut David dengan terkekeh pelan .


" Sial apa yang mereka katakan kak ....apa wanita ini adik dari pria kejam ini." Batin Margaretha dengan penasaran .Dia berharap jordan datang dan bisa membantunya untuk menghadapi mereka . Tapi sayang saat ini Jordan sedang bingung menghadapi marah sang ayah . Karena banyaknya para anggota Eddelwis yang saat ini sudah mulai membangkang.


Semau yang hadir juga sama dengan Margaretha saat ini terkejut .Setelah tahu wanita yang selalu berdiri disamping Zero adalah adik dari David .


" Baik lah ... karena semua sudah datang mari kita mulai . Saat ini keadaan sedang tidak baik untuk perusahaan . Kalian tentu tahu hal itu jadi nona Margaretha mohon segara bersihkan nama anda . Agar kami bisa segera menyelesaikan permasalahan keuangan yang ada .," Maxim berkata dengan tegas tidak ada lagi raut wajah seperti sebelum nya .


" Bodoh ....." Desis Zero dengan geram .


" Aku tidak perduli dengan mu ... Dan untuk pertunangan itu bukan janji yang buat oleh orang tua . Tapi aku sendiri yang berjanji akan datang melamar Delova Amaura Scotly . Bukan diri mu jadi jangan pernah lagi menyingung soal itu ." Jawab Zero dengan acuh tak acuh .


"Jadi nona segera selesaikan dan nyonya Debora ingat lah jika tidak ada darah yang sama yang mengalir ditubuh nona Margaretha. Anda dan nona Margaretha tidak akan memiliki hak apa pun disini ." Ucap Maxim terdengar seperti petir yang menyambar dikepala Debora .

__ADS_1


" Sialan .... anak kurang ajar ini sudah berani kepada ku ." Debora mendesih menahan segala amarah yang dia miliki saat ini .


" Baik .... tapi tuan muda Oliver anda sudah tidak bisa lagi duduk dikursi itu . karena saham yang kau miliki saat ini sudah berada ditangan Nona Margaretha saat ini ." Ucap Enrico dengan senyum mengejek .


" Oohh... apa kau tidak dalam keadaan mabuk . Kapan aku menyerahkan saham itu?." Tanya Zero dengan memicingkan mata .


" Apa kau lupa.... jika kau sendiri yang memberikan nya kepada ku saat kau datang untuk membatalkan pertunangan . " Jawab Margaretha dengan nada yang mencibir .


" Apa kau yakin ... tuan Enrico Walace ?." Zero bertanya kepada Enrico dengan menatap malas . " Oohh... ayo lah mana buktinya tolong keluarkan ." Pinta Zero dengan nada acuh nya .


" Ini adalah buktinya dimana ada tanda tangan mu yang asli yang menyatakan jika kau telah menyerahkan semau saham yang kau miliki kepada nona ." Jawab Enrico dengan melemparkan sebuah map berwarna biru .


" Anda bisa menyuruh pengacara anda untuk memeriksanya ." lanjutannya sambil duduk dengan senyum yang sombong .


Maxim meriah map itu dengan tatapan meremehkan Enrico . Sedangkan Zero hanya sibuk bersandar dikursinya sambil membelai punggung Luwina .Dan David sendiri tidak perduli dengan apa yang terjadi diruangan saat ini .


Semau orang semakin tegang saat Maxim memeriksa map yang ada ditangan nya . Tak butuh waktu lama pria itu menatap enrico dengan menggeleng kepala .

__ADS_1


" Dokumen ... ini...... menang asli .......Tapi .......??????" Ucap Maxim dengan nada yang ragu .


__ADS_2